Navigation

KEPALA DESA CIPAKEM, MALEBER, RAIH PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA

Kepala Desa Cipakem, Maleber, Kuningan, Diding Wahyudin hari Selasa (6/12) mendapatkan anugerah penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara selaku pembina ketahanan pangan dari Presiden SBY. Turut mendampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Menteri Pertanian Suswono beserta istri, Mieke Suswono. Upacara penganugerahan penghargaan berlangsung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta. 

Penghargaan itu diberikan atas perannya meningkatkan produktivitas pangan desa masing-masing.  Empat orang kepala desa lainnya adalah Budi Utomo (Sidoarjo, Kulon Progo, DIY); Mustika Sanggana (Tampumea, Luwu, Sulsel); H. Amrizal (Kandang Baru, Sijunjung, Sumbar); dan Noto Siswanto (Karanggintung, Banyumas, Jateng). Selain lima kepala desa, penghargaan serupa Presiden SBY sampaikan kepada empat orang gubernur dan tujuh orang bupati.  Diding menjadi satu-satunya wakil dari Jawa Barat yang menerima penghargaan ini, dalam kategori Pembina Ketahanan Pangan.  Diding diajukan untuk menerima penghargaan ini, oleh Pemkab Kuningan karena dinilai mampu melibatkan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan potensi daerahnya.

Tahun ini penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kepada 61 orang yang dianggap berprestasi dan berjasa dalam menciptakan ketahanan pangan tahun 2011. Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dibagi menjadi empat kategori yaitu sebanyak 7 orang penerima penghargaan sebagai pelopor ketahanan pangan, 13 orang sebagai pemberi pelayanan ketahanan pangan, 25 orang sebagai pengguna teknologi kreatif ketahanan pangan dan 16 orang dianggap sebagai pembina ketahanan pangan.

Penghargaan diberikan setelah melakukan proses seleksi oleh dewan pangan baik daerah maupun nasional. Dalam sambutannya, Mentan Suswono mengatakan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara telah berlangsung sejak 1979. Penilaian tidak hanya mengacu produktivitas pangan, penghargaan serupa juga diberikan untuk pelayanan ketahanan pangan, pemanfaat kreatif teknologi ketahanan pangan dan kepeloporan ketahanan pangan.

Sebagai informasi, ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Subsistem ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya. Subsistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau. Sedangkan subsistem konsumsi berfungsi mengarahkan agar pola pemanfaatan pangan secara nasional memenuhi kaidah mutu, keragaman, kandungan gizi, kemananan dan kehalalannya.
Share

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

0 comments: