Total Tayangan Laman

Jumat, 29 April 2016

28 KEPALA SEKOLAH DI LINGKUNGAN PERGURUAN PUI DILANTIKAN




Sebanyak 28 kepala sekolah atau kepala madrasah di lingkungan perguruan Persatuan Umat Islam (PUI) dilantik dan dikukuhkan di Aula Desa Ciawigebang, Jumat (29/4/2016). Ikut menyaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, Ketua TP PKK Hj. Ika Siti Rahmatika, Camat Ciawigebang Yunara, S.Sos, dan Ketua PGRI Pipin Mansur Arifin.
Ketua PUI Toto Toharudin mengatakan kegiatan pelantikan serta pengukuhan kepala sekolah atau kepala madrasah di lingkungan perguruan PUI ini juga dirangkaikan dengan peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H. “Kegiatan ini merupakan upaya menyongsong Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan yang akan di canangkan pada Senin 2 Mei, mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan,” ajaknya.
Menurutnya, peserta didik di lembaga pendidikan PUI terbilang cukup banyak salah satu contohnya di MTS PUI Ciawigebang walau kondisinya kumuh dan memprihatikan saja anak didiknya mencapai jumlah 1153 orang, belum lagi di MI nya peserta didiknya mencapai 450 siswa.
Sementara itu Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pembinaan kehidupan beragama, pendidikan, dan pembangunan nilai-nilai luhur kebangsaan yang sangat diperlukan oleh kita semua.
“Kuatnya pembangunan kehidupan beragama diyakini dapat memberi nilai tambah dalam mendorong dan memotivasi gerak pembangunan secara menyeluruh, teristimewa dalam mengapresiasi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas pada tataran beriman, berilmu, dan berakhlaqul karimah,” ujarnya.
Wabup menilai, keberadaan PUI khususnya bidang pendidikan sangat besar artinya bagi pengembangan SDM dalam upaya mewujudkan siswa yang berakhlaqul karimah, PUI saat ini merupakan lembaga pendidikan islam terbesar dengan menaungi 28 lembaga pendidikan. “Pemerintah Kabupaten Kuningan mengapresiasi langkah perguruan PUI dalam meberikan sumbangsih pencerdasan anak bangsa, dan Saya berpesan agar PUI terus bersikap “Fastabiqul Khoerot” atau berlomba-lomba dalam kebaikan.”
Wabup berpesan kepada para kepala sekolah atau kepala madrasah yang telah dilantik agar kembali pada fitrahnya sebagai pengajar atau pendidik. “Mari kita ciptakan SDM yang berkualitas melalui pendidikan yang terbaik.”
Usai menyaksikan pelantikan serta pengukuhan kepala sekolah atau kepala madrasah Wakil Bupati dan ketua TP PKK didaulat untuk mengajar atau memberikan motivasi kepada siswa-siswi MTS PUI Ciawigebang, hampir 1 jam Wabup memberikan arahan dan motivasi kepada para siswa yang  disambut gembira oleh seluruh siswa-siswi. ***beben.

Kamis, 28 April 2016

WAKIL BUPATI KUNINGAN BUKA SOSIALISASI PENGENDALIAN INFLASI DAERAH





Infalsi yang rendah dan stabil merupakan prasayarat bagi petumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesehjahteraan masyarakat . inflasi  yang rendah dan stabil akan berdampak positif kepada kondisi sodial ekonomi masyarakat dengan terjaganya  daya beli. Inflasi yang rendah dan stabil juga kondusif bagi para pelaku ekonomi untuk mengambi; keputusan dalam melakukan kegiatan ekonomi dengan demikian berdampak positif kepada pertubuhan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH.,MH daam acara  sosialisasi tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten Kuningan pada Kamis (28/4) di Ruang Rapat Linggajati Setda Kabupaten Kuningan.
Lebih jauh Wakil Bupati Kuningan menekankan bahwa mengendalikan Inflasi perlu dukungan dan koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia  dengan Pemerintah baik yang di tingkat pusat maupun yang didaerah. Ditingkat pusat koordinasi antara Bank Indonesia  dan Pemerintah  dalam rangka pengendalian Inflasi telah diperkuat dengan pembentukan tim pengendalian Inflasi (TPI) sejak tahun 2005  yang beranggotakan Bank Indonesia dan beberapa instansi Pemerintah. Sementara itu ditingkat daerah,koordinaasi antar Bank Indonesia dengan unsur-unsur pemerintah daerah dilakukan dalam wdah Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) yang dimulai terbentuk ahun 2008 disejumlah daerah.
“ dengan demikian saudara-saudara, saya ingin juga menggaris bawahi bahwa rakyat ingin mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apa itu? Yang paling pokok pangan, yang tidak ada substitusinya. Yang kedua barangkali sandang, kemudian tempat tinggal, lantas kalau dia sakit bisa  berobat, kesehatan, dia menyelokahkan anak-anaknya, pendidikan, dia memiliki lingkungan yang baik, dia mendapatkan rasa aman untuk hidup sehari-hari dan bahkan menghadapi keperluan energy, dia juga bisa menjangkau energy itu” kata Wakil Bupati Kuningan.
Wakil Bupati juga megajak untuk melawan piha-pihak yang menimbun bahan pangan pangan seenaknya, mempermainkan harga  sehingga yang menjadi korban para petani dan masyarakat kecil, denga tidak adanya penimbunan tersebut hargaakan tetap stabil dan terjangkau.” Kita semua menyadari betapa pentingnya peran kita semua, peran pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan saya yakin dengan peran serta seluruh steak holder di Kabupaten Kuningan kita bisa mewujudkan Kabupaten Kuningan Sejahtra tahun 2018”
Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Setda Trisman Supriatna M.Pd  Kabupaten Kuningan dalam laporannya menjelaskan bahwa maksud dari tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah memberikan pemahaman tentang pengembangan program kerja tim pengendalian inflasi daerah yag berdampak terhadap turun naiknya harga yang terjadi di Kabupaten Kuningan dan tujuan dari kegiatan tersbut agar masyarakat mengetahui dengan adanya tim pengendali inflasi daerah yang berdampak terhadap turun naiknya harga-harga di Pasar Tradisional atupun di pasar modern
Peserta dari sosialisasi tersebut Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Lingkup SETDA,para kepala SKPD se-kabupaten Kuningan, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, Para Camat Se-Kabupaten Kuningan hadir pula Kepala Bank Indonesia wilayah III Cirebon . ---YHNS------

RAKERDA KKBPK DITUNTUT HASILKAN PROGRAM KERJA TERPADU






Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si mengatakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diharapkan dapat menghasilkan program kerja terpadu dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan penduduk Kabupaten Kuningan yang sehat dan sejahtera.
“Rakerda ini menghadirkan banyak lembaga terkait dengan tujuan adanya kesatuan pendapat dan menghasilkan program kerja terpadu serta di backup oleh pimpinan-pimpinan di lembaga yang bersangkutan.”  
Hal tersebut diutarakannya saat membuka rakerda KKBPK, Kamis (28/4/2016) di Restoran Lembah Ciremai, hadir Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Drs. H. Rudi Budiman, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan H. Raji, SE, M.M.Kes, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs. KMS. Zulkifli, M.Si.
Lebih lanjut, Sekda menjelaskan, bicara keluarga berencana dan kependudukan, dahulu seluruh masyarakat sangat mengetahui dan paham terhadap program Keluarga Berencana (KB) dengan tujuan menekan tingkat pertumbuhan penduduk, namun sekarang masyarakat nyaris tidak peduli terhadap program tersebut padahal program KB cukup strategis. “Negara Cina yang tercatat memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia saja telah berhasil menekan pertumbuhan penduduknya, namun saat yang sama negara tersebut mampu berkembang pesat di banding Indonesia,” katanya.
Menurutnya, jumlah penduduk yang banyak bisa menimbulkan kebahagiaan dan kemaslahatan namun juga bisa menimbulkan kemiskinan apabila tidak diimbangi dengan tersedianya lapangan kerja yang memadai. “Indonesia belum bisa membina dan mendidik TKI, TKI kita hanya menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri sementara negara yang levelnya berada berada di bawah kita mampu mengekspor tenaga kerjanya yang lebih berkualitas sehingga tidak terjadi hal-hal yang merendahkan bahkan pelecehan,” ujarnya.
Sekda meminta agar kepala dinas yang bersangkutan dapat memberikan pelatihan-pelatihan  dalam upaya mendidik serta membina sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para tenaga kerja agar siap bersaing dengan tenaga kerja asing.
Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara Dra. Hj. Poppy N. Puspitasari melaporkan bahwa kegiatan raperda program KKBPK merupakan tindak lanjut dari rakornis program KKBPK tingkat Provinsi Jawa Barat dan sekaligus sebagai wahana yang strategis untuk mengevaluasi, merencanakan, dan membangun komitmen bersama.
Menurutnya, tujuan umum rakerda ini adalah terwujudnya kebijakan dan strategi untuk memenuhi sasaran kinerja 2016 dalam mendukung RPJMD 2014-2018, sementara tujuan khususnya yaitu teridentifikasinya keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program KKBPK Kabupaten Kuningan tahun 2015-2016, kemudian tersosialisasinya arah dan kebijakan program KKBPK di Kabupaten Kuningan tahun 2016, serta tercapainya komitmen operasional dari mitra kerja dalam program KKBPK tahun 2016.
Ia menyebutkan sebanyak 169 orang mengikuti acara rakerda ini yang terdiri-dari unsur SKPD, Legislatif, penanggungjawab program tingkat kecamatan, unit pelaksana teknis, organisasi sosial dan profesi serta mitra kerja.
Sementara itu pada acara tersebut juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis dana pinjaman untuk permodalan kelompok UPPKS di Kabupaten Kuningan sebanyak 50 kelompok dari Danatama Syariah Artagraha. Dengan rincian kelompok UPPKS Barokah Desa Cilimus sebesar Rp 21,8 jt, kelompok UPPKS Usaha Sejahtera 1 Desa Cilimus sebesar Rp 18,2 jt, kelompok UPPKS Usaha Sejahtera 2 Desa Cilimus sebesar Rp 18,2 jt, Kelompok UPPKS Amanah Desa Cilimus sebesar Rp 18,2 jt, Kelompok UPPKS Rizky Desa Cilimus sebesar Rp 11,2 jt, dan kelompok UPPKS Bilqis Desa Cilimus sebesar RP 15 jt. ***beben.

Wakil Bupati Kuningan Hadiri Bedah Buku Master Pice Islam Nusantara



Wakil Bupati Kuningan H.Acep Purnama SH.MH membuka acara bedah buku Master Piece Islam Nusantara dan training motivasi "menjaga Warisan ulama  nusantara menuju se abad NU" di gedung KNPI Kuningan pada Kamis (28/4). Hadir dalam acara tersebut ketua DPRD kab Kuningan, ketua PCNU Kabupaten Kuningan, ketua MUI Kabupaten Kuningan dan penulis buku Master Piece Islam Nusantara DR.Zainul Milal Bizawie

Wakil Bupati Kuningan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan bedah buku tersebut merupakan agenda yang sangat bermakna dimana dalam kegitan tersebut akan berdampak bagi kemajuan dan perubahan perubahan sikap dalam lingkup terbatas atau bahkan lingkup yang lebih luas "secara sederhana bedah buku didefinisikan sebuah kegiatan  mengungkapkan kembali isi suatu buku yang ditulis oleh penulis secara ringkas dan dengan memberikan saran terkait dengan kekurangan dan kelebiham buku tersebut dan  ini adalah kejadian yg luar biasa dimana buku Islam Nusantara akan dibedah oleh penulisnya, mulai dari gagasan, keinginan pola pikir tentang Islam Nusantara sehingga kita yg hadir disini sangatlah beruntung, maka manfaatkanlah kegiatan ini karena masyarakat diluar sana hanya bisa membaca belum tentu bisa berdiskusi dengan penulisnya “

Selain itu juga Wakil Bupati Kuningan mengatakan bahwa keluarga besar NU mampu tampil di depan dan dapat memberikan suri tauladan   kepada masyarakat khususnya pemuda dalam merespon pergerakan perubahan menuju penciptaan tatanan masyarakat yang dinamis agamis dan produktif sehungga nuasa tersebut difahami sebagai bentuk kesinambungan sejarah dimana peran NU sejak lahir sampai dengan sekarang selalu tampil didepan dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, juga responsif terhadap maslaah2 aktual dalam bidang sosial budaya kemasyarakatan lebih-lebih dalam mengembangkan penciptaan sumber daya manusia yang bertumpu pada ketahanan mental spritual

diakhir sambutannya Wakil Bupati Kuningan  berharap dengan kegiatan tersebut menjadi media tali Ukhuwah diantara para generasi muda, disamping menimba ilmu pengetahuan agar terus berupaya memperkokoh sendi-sendi kemasyarakatan kemudian mampu melaksanakan tuntutan agama dijalan yang lurus dan Diridhoi Allah SWT sehingga tujuan untuk membawa perubahan ke arah kebaikan bagi peningkatan Sumber Daya Manusia dan kekuatan Aqidah serta Keumatan, sehingga kelak menjadi Muslim yang teguh di tengah-tengah terjangan pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan agama dan adat budaya ketimuaran kita----YHN---



Rabu, 27 April 2016

INDONESIA DARURAT NARKOBA



Indonesia saat ini tengah berada dalam status darurat narkoba, kondisi ini berdasarkan pada berbagai data dan fakta  permasalahan narkoba yang mengindikasikan dalam situasi  gawat, mengkhawatirkan, dan perlu penanganan secaraa serius dan komprehensif dari seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan hasil riset puslitkes UI bekerjasama dengan BNN tahun 2014 diperoleh data bahwa prevalensi penyalah guna narkoba massih terus meningkat dimana pada tahun 2008 sebesar 1,99%, pada tahun 2014 meningkat menjadi 2,18% atau sekitar 4,02 juta jiwa.
Hal tersebut disampaikaan oleh Kepala BNNK Kabupaten Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen, S,STp, M.Si.
Sementara itu Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan terima kasih kepada jajaran BNNK Kabupaten Kuningan yang tetap konsisten dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba salah satunya melalui kegiatan Raker pemetaan daerah rawan narkoba di Kabupaten Kuningan. Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan maanfaat yang positif dalam upaya menyelamtkan generasi bangsa agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.
Narkoba merupakan ancaman yang berbahaya, karena siapapun bisa menjadi korbannya, keinginan untuk memperoleh keuntungan yang besar dalam jaangka waktu cepat dalam situasi ekonomi yang cenderung memburuk seperti sekaraang ini. Diprediksikan akan mendorong munculnya parik-pabrik gelap baru, bandar dan pengedar serta penyalahguna narkoba lainnya akan semakin parah dimasa mendatang.

Untuk Kabupaten Kuningan yang sekarang ini sedang membangun tentunya kita harus berupaya sekuat tenaga agar pemyalahgunaan narkoba dapat ditekan sekecil mungkin, dengan harapan nantinya akan terwujud generasi muda Kabupaten Kuningan yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tutup Acep. *DoniS*

PERAN ASN HARUS LEBIH PROFESIONAL



Salah satu upaya untuk lebih meningkatkan profesionalisme pengelola informasi badan publik Bagian Humas Setda menggelar seminar dengan tema “ Peran ASN dalam keterbukaan informasi publik “. Acara yang diselenggarakan di aula BJB kuningan rabu 27-April tersebut diikuti sekitar 80 orang tersebut dari berbagai SKPD se-Kabupaten Kuningan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama yang hadir sekaligus membuka secara resmi seminar tersebut.
Dalam sambutannya Wakil Bupati mengatakan, keterbukaan informasi publik seperti diatur dalam undang-undang keterbukaan informasi publik ( KIP ) haruslah mampu memberi warna baru bagi sistem demokrasi ditanah air. Bagi pemerintah, keterbukaan informasi publik diyakini mampu mendorong implementasi reformasi birokrasi. Karena itulah pemerintah terus mendorong keterbukaan informasi publik bagi jajarannya.
Lebih lanjut Wabup berharap agar dengan diberlakukannya otonomi, maka berimplikasi pada munculnya paradigma baru dalam penyelenggaraan pemerintah. Sentralisasi ditinggalkan diganti dengan desentralisasi, orientassi juga berubah dari yang semula bersifat birokratif dan direktif, menjadi pemerintahan yang berorientasi kepada pelanggan ( masyarakat ), atau orientasinya “ customer driven and service oriented goverment “.

Birokrat / ASN dituntut memberikan pelayanan profesional, mental majikan harus dihilangkan, profesionalitas, transfaransi dan akuntabilitaspun menjadi hal yang penting sebagai basis kinerja pemerintahan daerah di era otonomi. Implikasinya pemerintah dituntut memiliki strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. Tutup Wabup *DoniS*