Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 Desember 2017

LKKS GElAR PELAYANAN KESEHATAN GRATIS




Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan menggelar pelayanan pengobatan kesehatan gratis, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Mekarsari, Kecamatan Cipicung, Rabu (13/12/2017).
Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama, menyatakan kegiatan itu wujud nyata kepedulian LKKS Kabupaten Kuningan dalam membantu sesama.
"kegiatan ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatanatau  pengobatan," tutur Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama.
Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada, dalam sambutanya mengatakan sebagai organisasi mitra pemeritah daerah LKKS Kabupaten Kuningan telah banyak berperan dalam berbagai kegiatan sosial.
"Diharaplan kegiatan seperti ini berkesinambungan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," kata Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada. (Hadi/Pubdok)*

Selasa, 12 Desember 2017

BERAGAM ATRAKSI KESENIAN MERIAHKAN PEMBUKAAN PORSENITAS




Ataksi kesenian dari beberapa kabupaten/kota yang tergabung dalam Badan Kerja ama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama ( ) turut memeriahkan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni antara Daerah Perbatasan (Porsenutas), di Stadion Mashud wisnu Saputra, Selasa (12/12/2017) malam.
Ribuan warga turut menyaksikan acara itu. Tampak hadir sejumlah pejabat SKPD di lingkup Kabupaten Kuningan, unsure Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta bupati dan walikota peserta Porsenitas. . Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada, mengatakan Porsenitas “Kunci Bersama” ke-Vl Tahun 2017 ini akan dilaksanakan selama lima hari mulai 11 hingga 15 Desember 20l7. jumlah peserta berasal dari 9 Kabupaten/kota, yaitu: Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon. Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, Kabupaten Maialengka. Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Cirebon.
Sementara, cabang olahraga yang dipertandingkan ada 12 yaitu: Billiar, Sepak Bola, Bola Basket, Bola Voli . Bulutangkis, Catur, Futsal. Gerak jaian, Senam SKJ dan Aerobik. TanisLapang, TenisMeja dan OlahragaTradisional, serta pentas seni dan pameran yang diikuci oleh seluruh kontingen. Pameran menyaiikan produk ungguian masingmasing kabupatenlkota BKAD “KUNCI BERSAMA“,
“Kegiatan ini untuk mempererat taii silaturahmi antar ASN, meningkatkan kesadaran ASN untuk teratur berolahraga yang berkesinambungan, menanamkan nilai-nilai luhur terhadap budaya dan kear'rfan okat,”jelasnya.
Dede mengharapkan melalui kegiatan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mempertahankan dan meningkatkan keriasama di bidang pembangunan antar daerah perbatasan sehingga tercipta pemerataan pembangunan di kabupaten/kota wilayah perbatasan Jawa Barat dan JawaTengah.. (Hadi/Pubdok)

PEMBUKAAN PORSENITAS KE-VI TAHUN 2017 RESMI DIBUKA






Bertempat di Stadion Masud Wisnusaputra Pekan olahraga dan Seni Daerah perbatasan (Porsenitas) ke VI tahun 2017 tadi malam resmi dibuka. Berbagai peserta kontingen dari  Kabupaten/Kota yang tergabung dalam KUNCI BERSAMA melakukan defile disertai bebrapa atraksi kesenian dari daerahnya masing-masing. Suasana yang cukup meriah membuat penonton yang hadir cukup antusias menyaksikannya.
Porsenitas ke-VI tahun 2017 diikuti oleh 9 Kabupaten/Kota, antara lain Kuningan sebagai tuan rumah, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar. Kabupaten Tasikmalaya juga hadir pada acara tersebut sebagai peninjau.

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH  tidak tampak dalam acara pembukaan posenitas karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan di Jakarta. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Dede Sembada, Bupati menyampaikan, “ selamat datang kepada para peserta kontingen porsenitas ke-VI tahun 2017,  harapan saya semoga ajang ini  akan meningkatkan kerjasama di daerah perbatasan, juga saling mengenal dan berinteraksi, dengan sikap sprotifitas tinggi, akan semakin memperkokoh jalinan persahabatan serta sikap saling membutuhkan antar daerah perbatasan.”

Selanjutnya pengembangan kawasan perbatasan harus dilakukan seoptimal mungkin dengan mengembangkan seluruh potensi sumberdaya wilayah (sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan sumberdaya manusia) untuk mencapai kesejahteraan dan keamanan. Model pengembangan perbatasan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi kawasan dapat berupa kawasan strategis, kawasan pusat pertumbuhan, kawasan agropolitan, kawasan minapolitan, kawasan transito dan kawasan wisata. Tabloid ini juga diharapkan dapat membantu menggali potensi-potensi daerah sehingga berdampak kepada masyarakat perbatasan, selain ditujukan juga untuk media hiburan, pendidikan dan informasi kepada masyarakat pada umumnya.

Selain Wakil Bupati Kuningan, tampak hadir Bupati Cirebon Sunjaya Purwa Disastra, Bupati Ciamis Drs. H. Iing Syam Arifin, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti dan Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Walikota Banjar Ade Uus, Sekda Majalengka Drs. H. Ahmad Sodikin, Asisten Pembangunan Kota Cirebon Ir, H. Yoyon Indriyana, MT, Sekda Pangandaran H. Mahmud, SH, MH, Sekda Cilacap Farid Ma’ruf, Hadir dalam acara tersebut Ketua Sekretariat Bersama BKAD, H. Aang Hamid Suganda.

Acara pembukaan porsenitas ke-VI tahun 2017 berakhir pada sekitar pukul 22.00 wib ditandai dengan adanya pesta kembang api.

PERUSAHAAN PENYEDIA JASA HARUS PENUHI PERSYARATAN



PEMBANGUNAN infrasruktrur yang dilakukan secara masif di berbagai daerah turut menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah, dengan kemudahan usaha dilakukan oleh pemerintah salah satunya kemudahan dalam memberikan izin usaha. “Namun dunia usaha berubah sangat cepat, persaingan bukan lagi antara yang kuat dan yang lemah, tapi antara yang lebih cepat, lebih efisien yang berkualitas yang akan unggul,” kata Bupati Kuningann, H. Acep Purnama, dalam sambutan yang dibacakan Sekda H. Yosep Setiawan, pada acara Workshop Supply Pasar Penyedia Jasa Kontruksi, di Hotel Ayong, Selasa (12/12/2017).

Menurutnya, para pengusaha harus memenuhi persyaratan sesuai dengan bidang pekerjaan, mengacu pada Undang-Undang Jasa Kontruksi yang terbaru Nomor 2 Tahun 2017, harus memiliki sumberdaya yang professional, sehingga apabila menjadi pemenang tender akan melaksanakan pekerjaan sesuai spek teknis, jadwal yang telah ditentukan dan senantiasa taat pada ketentuan yang tertuang dalam kontrak.

“Saya mengharapkan laporan perkembangan fisik pekerjaan disampaikan secara berkala kepada PPK, sebagai bahan evaluasi pekerjaan. Apabila ada pekerjaan tambah kurang harus diusulkan kepada PPK dan dituangkan dalam addendum kontrak yang ditandatangan oleh kedua belah pihak,” kata Bupati Acep..

Bupati Acep juga menekankan kepada perusahaan yang melaksanakan pekerjaan kontruksi pada akhir tahun, agar memperhatikan batas akhir pencairan anggaran sesuai dengan mekanisme pembayaran pekerjaan yang tertuang dalam kontrak.

“Percepatan penyelesaian pekerjaan harus terus dilakukan agar target penyerapan anggaran hingga 95 persen dapat tercapai, dengan tetap mengedepankan keselamatan kualitas dan keamanan hasil pekerjaan,” tandasnya. (IIP/Pubdok)*

KUNINGAN EXPO DAN PAMERAN PRODUK UNGGULAN “KUNCIBERSAMA”




Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) mulai 12-17 Desember 2017 menggelar Kuningan Expo 2017, bertempat di Pandapa Paramarta Komplek Stadion Wisnu Saputra.
Acara yang dibuka Sekda Kabupaten Kuningan, H. Yosep Setiawan, Selasa (12/12/2017), itu bersamaan dengan Pameran Produk Unggulan Kunci Bersama 2017 dan peluncuran Gerai Kuningan dan Rumah Kreatif.
Kabupaten Kuningan menyuguhkan kuliner khas Kuningan makanan dan minuman, industry kreatif, handycraft, fashion, lembaga keuangan perbankan dan non perbankan, koperasi dan lembaga mitra.
“Alhamdulillah tahun ini kita dapat mewujudkan pendirian Gerai Kuningan dan Rumah Kreatif sebagai bukti Pemerintah Kabupaten Kuningan memperhatikan kebutuhan promosi produk unggulan beberapa kabupaten wilayah perbatasan yang terjalin dalam kerjasama Kunci Bersama,” kata Bupati Acep.
Bupati Acep mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kuningan Expo 2017. Dengan adanya even tersebut diharapkan produk Kabupaten Kuningan serta dari daerah lain bisa lebih dikenal oleh masyarakat luar daerah. (IIP/Pubdok)*

Minggu, 10 Desember 2017

HIV-AIDS BAGAI FENOMENA GUNUNG ES




Kasus HIV AIDS bagaikan gunung es, membutuhkan peran serta dari berbagai kalangan. Selaras dengan tema ha yaitu :“saya berani, saya sehati” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV-AIDS dengan cara melakukan tes HIV dan melanjutkan dengan pengobatan arv jika terdiagnosa hiv sedini mungkin.
Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini maka kita telah melakukan perlindungan terhadap keluarga dan orang yang kita sayangi. Hal ini yang mendasari kalimat “lindungi yang tersayang dari hiv” menjadi subtema has tahun 2017.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Raji, dalam sambutannya yang dibacakan oleh kabid Pelayanan dan SDK , Fery Agus Priyana, S.Farm .Mkes.Apt menyatakan perlu meningkatkan masyarakat agar peduli untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dari HIV-AIDS, meningkatkan komitmen dari pemerintah terlibat dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.
Selain itu, membuka akses dalam pelayanan tes dan pengobatan HIV bagi masyarakat dengan melibatkan semua penyedia ‘layanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan fasilitas yang dimiliki. sehingga hak pasien dapat terjamin untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas. (HADI/Pubdok)*

BUPATI LANTIK PENGURUS IPMK YOGYAKARA





Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH melantik kepengurusan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPMK) Yogyakarta, bertempat di Gedung Asrama Putra Kujang (Asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa Jawa Barat-Yogyakarta), Minggu (10/12/2017).
Acara itu dihadiri oleh pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Kuningan yang menimba ilmu di sekolah dan perguruan tinggi di Yogyakarta serta para sesepuh alumus IPMK. Bupati Acep tampak senang bisa berkumpul bersama pelajar dan mahasiswa asal Kuningan serta para sesepuh IPMK. "Bapak pesan belajar dengan baik, kasihan pada orang tua yang menyekolahkan kalian jauh-jauh dengan segala pengorbanannya," kata Bupati Acep.
Bupati Acep juga mengingatkan keada mereka agar menjaga nama baik keluarga . Sebelumnya, Bupati Aceo meresmikan penggunaan Wisma IPMK yang telah selesai direhabilitasi.
Wisma tersebut diperuntukkan bagi pelajar dan mahaiswa asal Kabupaten Kuningan yang sedang menempuh pemdidikan di Yogyakarta. diutamakan bagi mahasiswa baru yang belum begitu mengenal kota Yogyakarta.
Asrama yang dibangun cukup permanen dan memiliki 2 lantai tersebut terbilang refresentatif. Dengan berbagai faslitas yang ada diharapkan pelajar dan mahasiswa Kuningan dapat belajar dengan baik. Wisma itu dikelola oleh produk pengurus IPMK
"Hanya Kabupaten Kuningan yang mempunyai wisma pelajar dan mahasiswa dengan 2 lantai. Rawatlah wisma ini dengan baik agar kalian dapat belajar dengan baik," imbuhnya. (Atisna/Pubdok).

BUPATI ACEP MENERIMA PENGHARGAAN KABUPATEN PEDULI HAM


Bupati Kuningan H. Acep Purnama, menerima penghargaan Kabupaten Peduli HAM (Hak Asasi Manusia).Piala, plakat serta piagam  penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden RI Jokowi, pada acara Peringatan ke-69 Hari Hak Asasi Se-Dunia, di Hotel Surakarta Solo, Minggu (10/12/2017).
Pada acara itu diserahkan piagam, plakat serta piala penghargaan kepada propinsi, kabupaten dan kota di Indonesia yang dinilai peduli terhadap HAM. Kabupaten Kuningan termasuk salah satu yang meraih penghargaan peduli HAM itu.
Bebeberapa pejabat Setda Kabupaten Kuningan turut mendampingi Bupati Acep Purnama pada acara itu. Diantaranya  Kepala Bagian Setda Kabupaten Kuningan t Kabag Humas Setda Kuningan, Wahyu Hidayah, M.Si, diwakili Kasubag Publikasi dan Dokumentasi, Acep Tisna, Kabag Umum Guruh Imawan dan Kabag Hukum Budi Alimudin.
Berdasarkan keterangan, terdapat 351 dari 515 kabupaten/kota di Indonesia telah berpartisipasi dan menyampaikan data capaian terkait dengan pemenuhan HAM. Dari jumlah tersebut 232 diantaranya masuk kategori peduli HAM, dan 84 cukup peduli HAM. .(Atisna/Pubdok)*

Sabtu, 09 Desember 2017

PROMOSI WISATA MELALUI PERGELARAN WAYANG AJEN





Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kembali mengadakan pergelaran Wayang Ajen. Pergelaran Wayang Ajen kali ini bertempat di Lapang Pandapa Paramarta, Komplek Stadion Mashud Wisnu Saputra, Sabtu (9/12/2017) malam.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama, dalam sambutan yang dibacakan Sekda Yosep Setiawan, menyatakan kesenian tradisional Wayang Ajen mengandung falsafah kehidupan. Melalui pergelaran kesenian tradisional itu diharapkan mampu membangkitkan inspirasi bagi masyarakat yang menontonnya..
“Kita junjung tinggi warisan budaya leluhur sehingga bisa diwariskan kembali kepada anak cucu kita. Pergelaran Wayang Ajen tidak hanya sarat dengan keindahan, tapi punya makna yang terkandung di dalamnya,” kata Bupati Acep Purnama.
Menyinggung tentang upaya pengembangan kepariwisataan Kabupaten Kuningan, Bupati Acep menerangakan, Kabupaten Kuningan kini sedang berbenah diri menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Barat dan Nasional. Dengan dibukanya akses jalan tol Cipali dan rencana dibukanya akses jalan tol Cisumdawu serta bandara internasional Kertajati, secara langsung akan menjadi peluang emas terbukanya aksebilitas wilayah Kuningan.
“Beberapa waktu lalu Kabupaten Kuningan mendapat beberapa penghargaan kepariwisataan, diantaranya anugerah Pesona Indonesia dalam Kategori Minuman Tradisional Jeruk Nipis Peras (Jeniper) dan Kategori Dataran Tertinggi Bukit Seribu Bintang yang masing-masing peringkat dua,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Kementerian pariwisata RI Desa Wisata Cibuntu mendapat peringkat ke dua sebagai desa wisata terbaik, sedangkan homestaynya adalah masuk ke peringkat lima terbaik se-Asean. (Hadi/Pubdok)*

Jumat, 08 Desember 2017

LAHAN TAMBANG CISANTANA AKAN BERUBAH MENJADI LOKASI WISATA BATU


Lahan  bekas tambang pasir dan batuan  yang berada di desa Cisantana mendapatkan perhatian dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dilakukan pemulihan kerusakan lahan akses terbuka, rencananya pemanfaatan lahan tersebut akan di tata menjadi lokasi Wisata Lawang Geger.

Pembahasan tersebut dihadiri Direktorat  Jenderal Pengedalian dan pencemaran  dan kerusakan lingkungan, Sulistyowati, Tenaga Ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sony, Bupati Kuningan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas terkait. Hadir juga Kepala Desa Cisantana dan lainnya, bertempat di Ruang Rapat Linggajati, Jumat (8/12/2017).

Direktorat dari Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan  dari 33 provinsi  kecuali DKI Jakarta  seluas 557 ribu ha di 8.386 titik mengalami kerusakan lingkungan akibat  pertambangan diantaranya, batu gamping 3 %, Batu Bara 5%, Timah 7 %, Pasir Batu Kuarsa  8 %, Pasir Batu 37 %  dan emas 25 %.

“Adapun dampak  negatif dari pertambangan tanpa izin tersebut memunculkan konflik sosial, perubahan mata pencaharian, kerwanan sosial, kecelakaan tambang, pencemaran dan keruskan lingan, dan kehilangan penerimaan negara.Pemulihan lahan tersebut bisa dilakukan dengan dubuatknnya  perkebunan,  perikanan, pasar, sawah, bisa juga wisata. Melihat kondisi lahan yang ada di Desa Cisantana ini. Lebih condong dibuatkan wisata,”jelasnya.

Ia menuturkan, tahapan pemulihan  penyusunan pemetaan topograpi, pemetaan kondisi fisik kimia dan hayati,  pemetaan kondisi sosial dan ekonomi, identifikasi status lahan dan RTRW rencana Peruntukan peruntukan. Selanjutnya diabuatkan juga DED  dengan dilakukan konsep pemulihan, tahapan pemulihan, gambar teknis dan RAB.

Sementara  Sony dari IPB menjelaskan, bukan tanpa alasan Pemulihan Lahan dilakukan di Kuningan. hal ini di lakukan karena Kuningan memiliki potensi yang lebih besar. Kondisi umum lokasi  dapat ditempuh perjalanan darat  selama kurang lebih  20 menit dari  dari pusat kota kuningan. akses menuju lokasi  berupa jalan aspal  dengan kondisi sangat baik  dapat dtempuh ,menggunakan mobil atau motor.

“untuk denah Zonasi lokasi pemulihan lahan  bekas tambang Desa Cisantana  seluas 6 ha dengan rencana anggran sebesar 2.6 miliar dengan waktu pelaksanaan 2018. Lokasi tersebut dikatakannya, akan dibuatkan tempat  pelayanan dan penunjang wisata dengan dibuatkan   area parkir, area penerimaan, area kuliner dan area berbelanja,”teranya.

Untuk zona  rekreasi, ia menambahkan, akan dibuatkan area camping, jalan sekunder, tanaman display dan zona Konservasi area pohon pembatas, area pohon peneduh, area embung, area penyangga embung,  dan area nursery.  Sementara untuk embung sendiri akan dibangun oleh kementrian Desa dari  7 ribu lebih yang terpilih 90 termasuk Kuningan salah satunya yang berada di Cisantana ini. (Suhendra/Pubdok)