Total Tayangan Laman

Kamis, 26 Mei 2016

Camat dan Kasi pemerintahan dibina tertib administrasi pertanahan







 Sekretaris daerah Kabupaten Kuningan H. yosep Setiawan M.Si membuka  kegiatan pembinaan  penyelenggaraan tertib Administrasi Pertanahan pada Kamis (26/5) bertempat di Gedung Wanita kabupaten Kuningan, diselenggarakan oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Kuningan. Hadir daam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Drs. H. Maman Hermansyah M.Si, Kepala Bagian Tata Pemerintahan  Setda Kabupaten Kuningan serta para peserta.
Kepala Bagian Tata pemerintahan Drs. Dudi Fahrudin M.Si dalam laporannya  menjelaskan bahwa maksud diselenggarakannya kegiatan pembinaan penyelenggaraan Tertib Administrasi  Pertanahan adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kapasitas Sumber daya aparatur dalam biang pertanahan “sedangkan tujuan  kegiatan pembinaan penyelenggaraan tertib adminitrasi pertanahan adalah meeningkatkan pelayaan prima kepada masyarakat dalam bidang pertanahan dan untuk peserta terdiri dari para camat  dan  Kepala Seksi pemerintahan kecamatan se-Kabupaten Kuningan dengan Narasumber dari Dinas Pendapatan daerah Kabupaten Kuningan dan Kantor pertanahan Kabupaten Kuningan ”
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Yosep Setiawan M.Si dalam  sambutanya mengatakan bahwa kondisi pada saat sekarang peningkatan jumlah penduduk yang semakin  pesat sangat mempengaruhi cepatnya laju pertumbuhan peningkatan kebutuhan atau permintaan terhadap tanag, apalagi keadaan  tanah   yang semakin berkurang , apalagi keadaan tanah yang semakin berkurang “ tanah dibutuhkan dari kepentingan yang sifatnya pribadi sampai dengaan kepentingan umum, dengan samakin meningkatnya kebutuhan akan tanah maka akibat logisnya adalah semakin meningkat pula sengketa pertanahan yang terjadi di masyarakat karena tanah menjadi sangat berharga dan menjadi rebutan di kalangan masyarakat untuk itu diperlukan suatu kebijakan pengaturan dan pelayanan public yang melayani tertib administrasi pertanahan”-------YHS-----

Rabu, 25 Mei 2016

TRADISI JELANG RAMADAN



Tradisi langka masih dilakukan warga Desa Cikubangsari dan Widarasari, Kecamatan Kramatmulya. Dalam menyongsong bulan suci Ramadan, warga dua desa tersebut makan bersama di pinggir jalanan beralaskan pelepah daun pisang. Sedikitnya 750 warga ikut meramaikan tradisi tersebut. Usai membersihkan pemakaman di Jalan Kutanagara, Blok M, Desa Cikubangsari, mereka berkumpul dan makan bersama.
Ratusan warga dua desa tetangga itu berbaur dalam kekeluargaan menyantap nasi liwet dengan lauk pauk seperti petai, ikan asin, kerupuk, sambal, tempe goreng dan tahu, serta lalapan dari hampir 100 tumpeng yang diberikan kaum ibu-ibu.
Salah seorang warga Cikubangsari, Aef saefudin mengatakan kegiatan tesebut merupakan tradisi tahunan setiap menjelang bulan suci Ramadan dengan terlebih dahulu melakukan bersih-bersih makam di kompleks pemakaman setempat. Hal itu dilakukan selain untuk memupuk kebersamaan dua warga desa yang dulunya satu desa itu, juga dilakukan dalam rangka melanjutkan tradisi yang sama selalu dilakukan leluhur mereka, yakni Buyut Salinjang.
“Kegiatan ini diprakarsai oleh keturunan Buyut Salinjang, dimana Buyut Salinjang adalah salah satu tokoh Desa Cikubangsari dimana pada saat beliau masih hidup beliau selalu mengadakan kegiatan tersebut,” terang Aef.
Kegiatan ini pun, sambungnya, berlangsung secara turun temurun hingga saat ini dan sudah menjadi agenda tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cikubangsari dan Widarasari terutama bagi para keturunan Buyut Salinjang. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas datangnya bulan suci Ramadan.
Sebagai bagian dari masyarakat Cikubangsari yang mencintai tradisi, Aef sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena selain kegiatan gotong royong dan makan bersama juga sebagai salah satu ajang bersilaturahmi. Ia berharap ke depannya kegiatan tersebut melibatkan seluruh masyarakat dua desa sehingga rasa kebersamaan dan persatuan pun semakin kuat terbangun.
“Mudah-mudahan kedepannya dalam acara ini semua masyarakat bisa ikut dan terlibat di dalamnya sehingga lebih terbangun rasa kekeluargaan dan persaudaraan sesama muslim,” harap Aef yang merupakan tokoh pemuda setempat.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Jejen Jaenudin. Menurutnya, kegiatan makan bersama beralaskan daun pisang itu harus tetap dijunjung tinggi. Ia beralasan, selain memupuk kebersamaan dan persaudaraan diantara sesama warga desa, kegiatan makan bersama seperti itu juga bisa menggugah pemikiran warga untuk lebih mencintai kampung halamannya.
“Menurut saya sih kegiatan ini harus terus dipertahankan dan dijunjung tinggi. Tradisi seperti ini banyak manfaatnya dan jelas sekali dampaknya seperti apa. Makam-makam orang tua dan leluhur kita menjadi bersih dan kita bisa khusuk ketika memanjatkan doa saat jiaroh di hari Raya nanti,” ucap Jejen. *DoniS*

GUBERNUR JAWA BARAT RESMIKAN 4 GEDUNG SAMSAT BARU





Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan penggunaan empat gedung baru Kantor Cabang Pelayanan Dispenda Provinsi Jabar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kantor Samsat di Kuningan, Selasa (24/5).
Empat Kantor Samsat tersebut terdiri dari Kantor Samsat Cabang Kuningan, Indramayu I, Purwakarta dan Bandung. Peresmian kantor Samsat tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus peninjauan fasilitas gedung baru Samsat Kuningan yang pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 19 miliar lebih tersebut.
Kepala Dispenda Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto mengatakan, pembangunan empat kantor Samsat tersebut dalam rangka meningkatkan pelayanan publik guna menunjang kelancaran pelaksanaan pelayanan Dispenda Jabar. Dia berharap dengan telah dibangunnya gedung Samsat baru dengan sejumlah fasilitas dan sarana prasarana yang memadai, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraannya.
Ditambahkan Wakil Bupati Kuningan
Acep Purnama, pembangunan kantor Samsat yang salah satunya berdiri kokoh di Kabupaten Kuningan menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Kuningan. Apalagi dengan kondisi bangunan yang megah dan representatif dengan dilengkapi lahan parkir yang luas, ruang tunggu yang nyaman, kantin dan mushola diyakini dapat memacu peningkatan pelayanan yang optimal kepada para wajib pajak kendaraan di Kabupaten Kuningan.
“Sarana prasarana sudah baik dan lengkap, ditambah lagi program-program yang memberikan kemudahan seperti E-Samsat, Samsat Keliling (Samling) dan Samsat Gendong (Samdong) sehingga bisa menjangkau para wajib pajak hingga pelosok. Dengan segala kemudahan ini saya yakin masyarakat Kuningan akan lebih patuh untuk mau membayar pajak kendaraannya tepat waktu,” ungkap Acep.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku sempat bingung dengan agenda acara yang harus dipilih antara menghadiri kegiatan peresmian kantor Samsat atau acara kunjungan Menteri ATR di Ciamis. Namun karena pertimbangan Kantor Cabang Pelayanan Dispenda Provinsi Jabar alias Kantor Samsat sebagai sumber pendapatan terbesar pembangunan di Jawa Barat menjadikan Aher memilih datang ke Kuningan.
“Keberadaan kantor Samsat sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat. Jika PAD Jawa Barat saat ini sebesar Rp 15 triliun, maka 70% di antaranya atau sekitar 10 triliun berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dikelola Dispenda. Oleh karena itu, dinas ini adalah yang paling berjasa dalam pembangunan di Jawa Barat,” ujar Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan.
Aher juga mengapresiasi dengan berbagai inovasi kemudahan pelayanan tambahan seperti Samling, Samdong dan e-Samsat sehingga menjadikannya sebagai pelopor dan percontohan bagi provinsi-provinsi lain. Ditambah diresmikannya empat kantor Samsat baru yang dibangun dengan berbagai kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, Aher menegaskan hal tersebut juga sebagai upaya dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para wajib pajak menunaikan kewajibannya, yang nanti dampaknya pun akan kembali dirasakan oleh masyarakat. *DoniS*

Selasa, 24 Mei 2016

BRI UNDI SIMPEDES SEMESTER II





Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Cabang Kuningan mengundi undian Simpedes semester II tahun 2015 bertempat di Gedung Serbaguna Sanggariang Kuningan, Selasa 24 Mei 2016. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama.

BRI merupakan Bank yang sangat konsen terhadap pengusaha kecil dan mempunyai unit hampir di seluruh kecamatan. Pengundian Simpedes Semester II dengan hadiah utama I unit Mobil Toyota Etyos, 4 motor serta berbagai hadiah lainnya.

Menurut Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada BRI Kuningan yang telah menyelenggarakan kegiatan undian Simpedes semester II tahun 2015 semoga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai kegiatan silaturahmi antara Bank BRI dengan nasbahnya khususnya masyarakat Kabupaten Kuningan.

Sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten Kuningan BRI memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam pembangunan, seperti pada sektor pemberdayaan ekonomi lemah dengan menyediakan akses permodalan yang langsung menyentuh dan meningkatkan usaha ekonomi produktif masyarakat.

“ saya berharap kedepan BRI dapat terus memegang komitmen sebagai Bank yang mudah, aman dan terpercaya serta mampu menjadi mitra pendamping bagi masyarakat dalam menumbuhkan perekonomian “.
Sesuai dengan Visi Kuningan yaitu Mandiri, Agamis dan Sejahtera kiranya BRI dapat terus meningkatkan pelayanan yang baik dalam bidang perbankan kususnya kepada para pengusaha kecil dalam hal permodalan sehingga masyarakat kuningan dapat lebih sejahtera. Tutup Acep.
Dalam kesempatan tersebut Wabup Acep mengundi hadiah utama yaitu I unit Mobil Toyota Etyos, dan pemenang dari undian tersebut adalah Lusiana nasabah dari BRI unit Dewi Sartika.  *DoniS*

Senin, 23 Mei 2016

PRAMUKA NGAWANGUN LEMAH CAI






Wakil bupati Kuningan H. Acep Purnama SH, MH  selaku Majelis Pembina Pramuka Kuningan membuka kegiatan Pramuka Ngawangun Lemah cai yang diselenggrakan di Desa Subang Kecamatan Subang pada Senin (23/5) hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kwarnas Pramuka, Kwarda Pramuka Jawa Barat, FKPD Kabupaten Kuningan , Kwarcab Pramuka Kuningan H. Aang Hamid Suganda , Ketua TP PKK, para kepaa SKPD Serta Para camat.
Waka Abdimas dan Humas DR.H.Dian Rachmat Yanuar M.Si  selaku ketua Panitia kegiatan Pramuka Ngawangun lemah cai  dalam laporannya  menjelaskan bahwa kegitan tersebut  mempunyai sasaran pembangunan infrastruktur , pembangunan  faasilitas umum pedesaan, pembinaan masyarakat dan pengembangan usaha kecil  di masyarakat sedangkan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membangn kepedulian  dan gotong royong pramuka serta eleme  masyarakat teerhadap pembangunan di Kabupaten Kuningan, menjdikan gerakan pramuka dan anggotanya menjadi pelopor dan pionir dalam inovasi pembangunan, semangat membangun diwilayah pedesaan melalui sikap gotong royong  sebagaimana diamanatkan dalam kegiatan paramuka” kegiatan  ini  merupakan kegiatan padat karya  kerjasama antara Kwarcab Paramuka Kuningan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) disamping itu juga melibatkan masyarakat tenaga keamanan dari kepolisian dan tenaga medis”
Terdapat 13 Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kuningan dan 3 bagian yang turut berpartisipasi  mengalokasikan kegiatan pembangunan antara lain, Dinas Perindustrian dan perdanganan bantuan desain Kemasan Produk dan Sembako murah, Disparbud bantuan workshop dan pagelaran seni untuk membentuk duta wisata, Dinas Perikanan Perikanan dan peternakan bantuan dibidang tanaman pangan dan bidang perikanan, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan  Perempuan (BKBPP) bantuan pelayana KB, IUD dan Inflan Gratis, Pembinaan Kampung KB, Pembentukan kelompok PIK Remaja, pemberian KIT, Sosialisasi Pemberdayaan perempuan  dan anak serta pemutaran film, Dinas Sosial dan tenaga Kerja bantuan Pelatihan berbasis Mayarakat LAS (MTU), Dinas Kesehatan bantuan jamban keluarga dan sunatan Massal , Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup daerah (BPLHD) bantuan bibit pohon 1000 pohon, tong sampah 3 set dan gerobak  1 buah, Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) bantuan perkuatan tebing citiis, Dinas Kehutanan dan perkebunan bantuan pengembangaan hasil Hutan non Kayu, Rumah Jamur, rak baglog, 60 botol bibit  jamur, thermometer suhu, spayer,  Dinas perhubungan bantuan pengadaan pemasangan JPU, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya bantuan program pengembangan perumahan dan pemukiman dan pembangunan drainase, serta bantuan dari dinas bina Marga, Disdikpora, bagian umum, bagian kesra dan bagian humas.
Wakil Bupati Kuningan  selaku Majelis pembimbing Paramuka Kuningan H. Acep Purnama, SH.MH dalam  sambutannya  sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut  “ Pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar  pendidikan kaum  muda di Indonesia , dituntut untuk dapat lebih berkontribusi  secara nyata kepada masyarakat seperti yang akan kita laksanakan pada saat ini adalah bentuk pengabdian mulai dari pramuka tingkat penegak sampai dengan tingkat Pembina turut dalam kegiatan ini”
“ pada kegiatan pramuka ngawangun lemah cai ini perkenankan saya atas nama Kwartir cabang gerakan Pramuka Kuningan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama para SKPD yang telah ikut partisipasi banyak memberikan bantuan dalam kegiatan ini  semoga kegiatan ini akan meningkatkan pembangunan di kabupaten Kuningan” kata H. Acep Purnama SH, MH--- YHN---