Total Tayangan Laman

Senin, 26 Januari 2015

Nusaherang peringati hari jadi ke-14





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda  menghadiri hari jadi Kecamatan Nusaherang yang ke-14 yang dilaksnakan di Kantor Kecamatan Nusaherang pada senin (26/1). Hadir dalam acara tersebut Muspika Kecamatan Nusaherang, Forum Camat Kabupaten Kuningan, Para kepala Desa se-Kecamatan Nusaherang, serta para undangan lainnya.
Kecamatan Nusaherang yang erupakan kecamatan pemerkaran dari Kecamatan Kadugede merupakan kecamatan yang sedang berkembang yang terus membangun untuk mengejar ketertinggalan dari kecamatan lainnya sehingga bias sejajar dengan kecamtan-kecamatan yang sudah mapan.
Camat Kecamatan  Nusaherang, Susilawati, S.Sos mengungkapkan bahwa kecamatan Nusaherang  dalam kurun waktu 14 tahun teah berhasil menyelesaikan berbagai pembangunan  baik fisik maupun mental spiritual masyarakatnya, baik sarana jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya. Dalam acara peringatan hari jadi tersebut digelar berbagai macam kegiatan diantaranya perlombaan Siskamling, kegiatan olahraga, Lomba K3 serta tabligh akbar.
“ saya selaku camat Kecamatan Nusaherang dan mewakil masyarakat Nusaherang mengucapkan banak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah menggulirkan berbagai macam kegiatan  dan program, sehingga kecamatan Nusaherang dapat melaksanakan pembangunan diberbagai bidang yang pada akhirnya kecamtan Nusaherang mampu sejejar dengan kecamatan-kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dalam  sambutannya mengatakan bahwa ditengah dinamika dan kompleksnya problematika masyarakat, serta tingginya daya kritis masyarakat terhadap setiap output  dari penyelenggaraan  pemerintahan. Menuntut kita selaku aparatur pemerintah untuk responsif dan dapat mnegatasi dinamika masyarakat tersebut.
Buoati Kuningan juga menekankan tentang pentingnya pelayanan kepada masyarakat dimana setiap aparatur kecamatan harus meningkatkan kualitas dan kapabilitas, mampu menciptakan suasana kerja yang produktif dan harmonis. “oleh karena itu diperlukan sprit dalam mengemban amat dan tanggung jawab sebagai paratur pemerintah dan pelayan masyarakat, karena itu kita ketahui peran pemerintah kecamatan berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah daerah Kabupaten dan pemerintah desa, serta elemen ,masyarakat lainnya” kata Bupati Kuningan.
Diakhir sambutannya Bupati Kuningan mengucapkan selamat atas hari Jadinya kecamatan Nusaherang yang ke 14 “ semoga kecamatan Nusaherang semakin berkembang semakin maju dan mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera.----Yohanes---

Minggu, 25 Januari 2015

MUI KUNINGAN GELAR MUSDA KE VIII




Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan gelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VII, hadir Ketua MUI Kuningan Hafidin Ahmad, Kepala Kementerian Agama Kuningan Undang Munawar, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan Syaifudin Tagamal, SH. Di Gedung IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia), Minggu (25/1/2014).
Musda itu sendiri diikuti lebih kurang 175 peserta yang terdiri dari ormas islam, para alim ulama, para kyai, pimpinan pondok pesantren. Sejumlah program kerja lima tahun kedepan dirumuskan oleh peserta lewat pleno termasuk pemilihan kepemimpinan.
Ketua Penyelenggara KH. Abdul Azis, mengatakan, selama 40 tahun MUI berdiri telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan kehidupan umat beragama di Indonesia, tidak hanya bagi umat islam namun MUI berperan dalam kehidupan antar umat beragama terutama di Kabupaten Kuningan. “Musda ini momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja lima tahun yang telah berlalu serta perumusan program kerja lima tahun kedepan yang tentunya dapat bermanfaat bagi umat,” jelasnya.
MUI kedepan, lanjut Ia, harus terus berupaya meningkatkan perannya dalam membawa, membimbing, serta berjuang untuk umat, untuk itu MUI meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah lahir maupun bathin. “Pemerintah membangun umat dalam bentuk fisik sementara MUI membangun umat melalui aqidah,” tambahnya.
Sementara Ketua MUI Jawa Barat KH, Rahmat Syafei, mengingatkan, pentingnya perhatian khusus terhadap tema musda yaitu meningkatkan peran ulama dalam pemantapan aqidah dan perbaikan akhlak.
Selain itu, lanjut Ia, saat ini MUI sudah memiliki badan hukum yang jelas hal ini untuk menyikapi perkembangan sesuai dengan tertib hukum. “Ini jelas merupakan tantangan kedepan terhadap MUI untuk bekerja dengan baik sesuai dengan peratutan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.
Ia menyebutkan, setidaknya MUI memiliki tiga fungsi diantaranya sebagai wadah musyawarah, kemudian sebagai pemelihara akidah umat, serta MUI juga sebagai wadah yang memiliki hubungan dengan kehidupan umat beragama. “Melalui fungsi tersebut MUI diharapkan terus menjalin hubungan dengan pemerintah sebagai mitra dengan menyingkronkan program-program yang digulirkan pemerintah.”
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengatakan peran ulama sangat strategis untuk mendorong dan menghantarkan visi Pemerintah Kabupaten Kuningan yang mandiri, agamis, dan sejahtera. Dengan demikian sinergitas antara ulama dan umaro mutlak menjadi kebutuhan. “InsyaAllah secara pribadi dan selaku Bupati, saya berkominten untuk selalu mendukung dan mensupport kegiatan dan program-program MUI Kabupaten Kuningan,” tandasnya.
Terkait Musda, Bupati mengatakan, Musda ini memiliki makna yang istimewa dan strategis, hal ini didasarkan pada fenomena sosial masyarakat yang cenderung mengambil sikap instan dalam menyelesaikan beragam persoalan kehidupan. “Musda tidak hanya sebatas mengevaluasi program dan mengganti kepengurusan semata tapi harus jadi momentum kebangkitan ulama dalam menjawab persoalan kehidupan yang semakin kompleks.” ***ben

Rabu, 14 Januari 2015

FOSMAKU UPI GELAR P2M DI INDRAHAYU





Puluhan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung asal Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa Kuningan (Fosmaku) menggelar kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) di Dusun Indrahayu Desa Karangkancana Kecamatan Karangkancana, Rabu (14/1/2015).
“Kegiatan ini merupakan aplikasi dari tri darma pendidikan, dengan tujuan melakukan penelitian bidang pendidikan, walaupun kuliah jauh di Kota Bandung namun kami tetap cinta Kuningan.”
Hal tersebut disampaikan Ketua Fosmaku UPI Rivaldi Sastradimuhtar saat memberikan laporan dihadapan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., Ikut menghadiri Camat Karangkancana Drs. Oyo Rochyadi, Kepala Desa Karangkancana, Kepala BPDB Agus Mauludin, dan Kepala Bagian Umum Setda U. Kusmana.
Selain itu, lanjut Ia, Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penelitian bidang pendidikan dengan diisi beberapa kegiatan diantaranya di bidang kesehatan dengan menggelar pengobatan gratis, kemudian menggelar seminar peningkatan kinerja guru, serta kegiatan mengajar di Sekolah Dasar 3 Karangkancana.
“Ini merupakan kali kedua mengadakan kegiatan P2M di sini sebagai penguatan program-program terdahulu, sebelumnya kami juga menggelar kegiatan P2M di Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung,” katanya.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengapresiasi kegiatan yang digelar Fosmaku UPI sebagai langkah positif untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kuningan.
“Kegiatan P2M merupakan kegiatan yang mulia, secara pribadi dan pemerintah saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, ini menyiratkan arti bahwa nanti mahasiswa dikemudian hari akan dikembalikan lagi ke tengah-tengah masyarakat untuk mengaplikan ilmu yang telah terserap di bangku perkuliahan,” ujarnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, kegiatan ini juga merupakan umpan balik bagi mahasiswa itu sendiri sementara bagi masyarakat ada manfaat yang bisa dirasakan secara langsung. “Kegiatan ini penting untuk terus dilaksanakan secara berkesinambungan, jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain selagi ada kesempatan, kalo kelak kalian jadi pemimpin harus tahu situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat harus peka terhadap kondisi masyarakat, jangan sungkan untuk blusukan dan itu harus dimulai dari sekarang.” ***ben

Selasa, 13 Januari 2015

SLBN TARUNA MANDIRI MILAD KE VII





SLBN Taruna Mandiri melaksanakan Milad ke VII selasa 13 Januari 2015 yang bertempat di kampus SLBN Taruna Mandiri. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, Direktur PK-LK Kemendikbud RI.
SLBN Taruna Mandiri sejak tahun 2007 ini merupakan Sekolah Luar Biasa yang mempunyai berbagai fasilitas yang memadai sehingga dalam operasionalnya memudahkan para guru untuk mentransfer ilmu kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus.
Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan bahwa SLBN Taruna Mandiri yang dirintis pada tahun 2007 merupakan program Pemerintah Kabupaten Kuningan yang difasilitasi oleh Kementrian Pendidikan Nasional dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang pada waktu itu diresmikan oleh Gubernur Dany Setiawan.
Maksud didirikannya SLBN  ini adalah untuk mendorong terselenggaranya pendidikan inklusif dimulai jenjang pendidikan taman kanak-kanak sampai dengan jenjang pendidikan menengah, serta untuk membantu peningkatan kapasitas guru umum dengan kompetensi pendidikan khusus dimana tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Kuningan menguliahkan 5 orang guru yaitu 4 orang guru SD dan 1 orang guru SMP di UPI Bandung mengambil jurusan pendidikan khusus yang mana tujuannya agar di sekolah regular dapat menyelenggarakan pendidikan inklusif.
Sementara itu Direktur PK-LK Kemendikbud dalam sambutannya mengatakan mendidik anak-anak  Luar biasa memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari para gurunya, tidak banyak guru yang mau mengajar di pendidikan luar biasa, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada para guru SLBN Taruna Mandiri yang telah dengan sabar mendidik para anak-anak luar biasa.
SLBN taruna mandiri ini merupakan SLBN yang sangat luar biasa, diusianya yang baru 7 tahun mampu mendidik anak-anak luar biasa baik dalam pelajaran maupun dalm keterampilan seperti adanya band mata ilang yang telah berhail menjuarai tingkat Nasional, ini merupakan bukti keberhasilan para guru dalam mendidik anaknya. *DoniS*

Kamis, 08 Januari 2015

Bupati Kuningan dukung Bidan PTT Pusat



Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda bersama dengan Wakil  Bupati Kuningan H. Acep Purnama menerima kunjungan anggota  Komisi IX SPR RI, Rieke Diah Pitaloka dalam acara Konsilidasi dengan Bidan PTT (Pekerja Tidak tetap) di Gedung KNPI pada Kamis  ( 8/1) yang dihadiri oleh ratusan Bidan PTT Kementrian Kesehatan RI.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Bidan PTT Indonesia Lilik Dian Ekasari  meminta dukungannya kepada pemerintah baik Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar mau memperjuangkan nasib para bidan PTT tersebut.
Sementara itu anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka berjannji akan memperjuangkan 111 bidan pekerja tidak tetap (PTT) di Kabupaten Kuningan untuk mejadi PNS di Jalur Khusus. Selain itu juga dia meminta kepada Kepala Daerah untuk segera merekomendasikan tenaga kesehatan serta tenaga pengajar untuk menjadi PNS. Khusus untuk PTT Bidan, dia menyebut terdapat sebanyak 42,135 bidan PTT di seluruh Indonesia.” Saya tekankan hari ini bersama bupati Kuningan untuk merkomendasikan bidan PTT yang jumlahnya 111 orang di Kabupaten Kuningan untuk diangkat menjadi PNS” kata Rieke Diah Pitaloka
Bupati Kuningn Hj. Utje Ch Suganda  membernarkan jumlah Bidan PTT yang berjumlah 111 orang dan tersebar diilayah Kuningan dan belaiu berjanji untuk berusaha agar status para bidan tersebut dapat berubah menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS)  melalui jalur khusus.
“ Saya akan berjuang untuk menyampikan aspirasi  dari seluruh bidan-bidan PTT pusat yang ada di Kuningan karena mereka sudah bekerja. Keberadaan mereka sangat penting karena kabupaten Kuningan masih kekurangan tenaga medis. Mereka itu pahlawan bagi ibu melahirkan dengan demikian maka saya akan berusaha agar mereka bias diangkay menjadi Calon Pegawai Negeri (CPNS)” kata Bupati Kuningan.