Total Tayangan Laman

Selasa, 23 September 2014

BUPATI JENGUK ARYANTO UNTUK KEDUA KALINYA



Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda didampingi Putrinya Nike Sonia untuk yang keduakalinya menjenguk Aryanto anak yang menderita kelainan struktur/bentuk muka bawaan sejak dilahirkan, Aryanto merupakan anak dari pasangan Bapak Sutono dan Ibu Reka yang tinggal di dusun wage Desa Kalimati Kecamatan Japara. Selasa (23/9/2014). Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan dari Aryanto.
Ikut mendampingi Sekmat Japara Eddy dan Kasubag Umum Kecamatan Japara Dani Dwi Sontani serta Kepala Desa Kalimati.
“Kelainan stuktur pada muka Aryanto ini masih bisa ditanggulangi namun harus menunggu dulu minimal berusia 1 tahun 8 bulan sementara ini Aryanto baru menginjak usia 11 bulan, sedangkan idealnya untuk pengambilan tindakan medis secara maksimal harus berusia 2 tahun,” papar Iding Suwardiman Kepala Bidang Program dan Perencanaan Dinas Kesehatan.
Sementara itu Reka Ibunda Aryanto mengaku telah membawa dan mengobati Aryanto ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung namun Aryanto belum bisa diobati secara maksimal karena harus menunggu dulu usia Aryanto sampai berusia 2 tahun. “Saya telah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah terutama Dinas Kesehatan serta telah berupaya melakukan yang terbaik bagi kesehatan Aryanto,” ujarnya
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa Aryanto dan keluarga. “Sabar ya Ibu dan Bapak kami Pemerintah Daerah melihat kondisi seperti ini tidak akan tinggal diam, karena ini merupakan kewajiban bagi kami untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Kuningan yang mengalami musibah,” tandasnya

Menurutnya, nanti Pemerintah Daerah akan mengurusi segala sesuatunya demi kesembuhan Aryanto. ”Pengobatan serta penginapan ketika nanti Aryanto dirawat di Rumah Sakit akan dibiayai oleh Pemerintah Daerah.” 

Minggu, 21 September 2014

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat Mengukuhkan Pengurus LKKS Kabupaten Kuningan



Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jabar bersama Pengurus LKKS Kuningan
Pada hari Jumat tanggal 19 September 2014 bertempat di Aula Wisma Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Barat Jl. Sadang Serang Nomor 2 Bandung telah dilaksanakan pengukuhan pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan Periode Tahun 2014-2019. Pengukuhan sendiri dilaksanakan langsung oleh Drs. Arifin Harun Kertasaputra selaku Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh segenap pengurus BK3S Provinsi Jawa Barat. Sementara Ketua LKKS Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., MAP berhalangan hadir karena dalam waktu bersamaan ada kegiatan di Semarang Jawa Tengah.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial yang disebutkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah melainkan juga kewajiban dan tanggung jawab masyarakat karena masyarakat memiliki kesempatan yang luas dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, dengan cara mendirikan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Untuk efektif dan efisien dalam pembinaan terhadap  Lembaga Kesejahteraan Sosial yang beraneka ragam diperlukan Lembaga Koordinasi yang akan mengkoordinasikan dan juga mengawasi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan secara langsung di setiap daerah. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka perlu dibentuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) yang ditetapkan dalam Keputusan Bupati/Walikota.

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambahkan sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 184 Tahun 2011 Tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial, dinyatakan bahwa setiap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kotamadya harus Membentuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) sebagai pengganti Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S). Oleh sebab itu pada kesempatan ini secara resmi telah dikukuhkan  Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan Periode Tahun 2014-2019 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuningan Nomor: 460/KPTS.355-Kesra/2014 Tanggal 21 Juli 2014.
Dalam akhir sambutannya Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi terhadap kinerja LKKS Kabupaten Kuningan telah banyak berperan dalam mengelaborasi dan membangun sinergi dengan segenap unsur pemerintah, masyarakat sipil dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui upaya koordinasi dan advokasi kebijakan dan program, baik yang bernuansa rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial maupun perlindungan sosial guna mewujudkan masyarakat kuningan yang mandiri, agamis dan sejahtera.
Sementara itu dalam sambutannya Hj. Utje Ch.Suganda, S.Sos., MAP selaku Ketua LKKS Kabupaten Kuningan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Dr. Dian Rahmat Yanuar, M.Si mengungkapkan bahwa pengukuhan hari ini mengingatkan bahwa beberapa tahun yang silam, pekerjaan sosial bukanlah hal yang baru baginya, jauh sebelum beliau menjabat Bupati Kuningan, K3S atau yang sekarang disebut LKKS adalah organisasi sosial pertama di Kuningan yang beliau pimpin sejak tahun 2004. Dengan segala dinamikanya bersama jajaran pengurus bahu-membahu unjuk menjalankan program pelayanan sosial dan dengan suka-duka melalui organisasi ini pula pada tahun 2009 beliau mendapatkan penghargaan dari Presiden RI yaitu “Satya Lencana Kebaktian Sosial”
Oleh sebab itu ketika diadakan Musda pada tanggal 17 Februari 2014 yang dihadiri seluruh stakeholder di bidang sosial seperti PSM, TKSK, Karang Taruna, Kasie Kesra Kecamatan, Tagana, Forum Panti Sosial serta dinas instansi terkait dimana pada kesempatan forum itu secara aklamasi memilih beliau kembali menjadi Ketua LKKS Kabupaten Kuningan periode 2014-2019, maka dengan niat mengabdi pada negeri beliau mengatakan siap dengan harapan dan optimisme adanya peluang lebih besar mewujudkan kesejahteraan sosial bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial dan kelompok masyarakat kurang beruntung. Harapan dan optimisme ini tentunya didasarkan pada dedikasi dan integritas insan LKKS, serta aktualisasi peran dan kiprah Pemerintah Kabupaten Kuningan selama ini.
Dalam akhir sambutannya beliau berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan dalam setiap langkah dan pengabdian pengurus LKKS sehingga kehadirannya senantiasa dirasakan manfaatnya oleh para PMKS dan kelompok masyarakat kurang beruntung di Kabupaten Kuningan.
Berikut ini susunan pengurus LKKS Kabupaten Kuningan periode 2014-2019: Ketua Umum Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., MAP; Wakil Ketua: DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dan H. Bahrudin, S.Pd.I; Ketua Harian: Dra. Hj. Tuti Rusilawati, MM; Sekretaris: Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd; Bendahara: Esha Hariyantie, S.Pd dan Drs. H. Sobana; Rehabilitasi  Sosial: Kyai Mukdiana dan Kasie Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinsosnaker Kabupaten Kuningan; Pengembangan Sosial: Hj. Nani Iman Taufik dan Kasie Pemberdayaan Sosial Dinsosnaker Kerja Kabupaten Kuningan; Bantuan  & Perlindungan Sosial: H. Iim Ibrahim, SE dan Kasubag Kesos Setda Kabupaten Kuningan; Pemberdayaan Parsosmas: Hj. Iin Aminah dan Entin Supriatin, S.Pd. M.Pd; Kesekretariatan: Entis Sutrisna, Jhon Liesmana Rachmat dan Irwan Lesmana. (Goems)
                                                                                                                                                             

Kamis, 18 September 2014

Rakor DKP : Tingkatkan Pembangunan Katahanan Pangan





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch suganda membuka Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) tahun 2014 pada Kamis (18/9) di Wisma Permata Kuningan. Hadir dalam acara tersebut Kepala badan Ketahanan Pangan daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala Sub Dolog Drive Wil.III Cirebon, para Kepala SKPD yang terkait (pokja Teknis DKP) se kabupaten Kuningan , Para camat Sekabupaten Kuningan, Ketua HKTI Kabupaten Kuningan.
Kepala Bidang Program dan Ketahanan Pangan kabupaten Kuningan Ir. Nursyamsi dalam laporannya  menjelaskan bahwa rakor Dewan ketahanan Pangan tersebut mempunyai tujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kerjasama Dewan Ketahanan Pangan (DKP)  di Kabupaten Kuningan selain itu juga sebagai upaya mempantapkan  ketahanan pangan  di Kabupaten Kuningan melalui percepatan pencapaian SPM ketahanan pangan Kabupaten Kuningan. “Kegiatan rakor Dewan Ketahanan Pangan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari unsure Forum Komunikasi Daerah, Kepala Dinas/Badan/ Anggota DKP Kabupaten Kuningan yang merupakan pokja ahli, Para camat, unsure HKTI, KTNA, Bulog Wil III Cirebon” Kata Ir. Nursyamsi.
UntKuninganuk narasumber terdiri dari DR. Ir. Dewi sartika, M.Si (Kepala BKPD Jabar) dengan materi Kebijakan Ketahanan Pangan Prov. Jabar”,  Drs. Kamil Ganda Permadi, MM (asisten Daerah Pembangunan/wakil Ketua Harian DKP Kab. Kuningan dengan materi Optimalisasi Percepatan pencapian SPM Ketahanan Pangan, Ir. Bunbun Budhiyasa (Kadistan Kab. Kuningan) dengan materi Penanganan daerah rawan pangan melalui analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) di Kabupaten Kuningan dan Dede Djunardi, SE, MM ( Uniku/Pokja ahli DKP Kab. Kuningan) dengan materi Analisis Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan Kabupaten.
Bupati Kuningan Hj. Utje  Ch Suganda  dalam sambutannya  menekankan bahwa maksud dari kegiatan rapat koordinasi dewan ketahanan pangan (DKP) ini yaitu : untuk meningkatkan sinergitas dewan ketahanan pangan dalam rangka peningkatan pembangunan ketahanan pangan melalui pelaksanaan pencapaian standar pelayanan minimal ketahanan pangan dan untuk mewujudkan  sistem ketahanan pangan yang amndiri di kabupaten Kuningan.” Dalam kesempatan ini juga saya sampaikan sekaligus mengajak kepada SKPD yang menangani katehanan pangan dan seluruh jajaran dewan ketahanan  baik pokja teknis  dan pokja ahli untuk bersama-sama melakukan pengkajian terhadap capian standar pelayanan minimal ketahanan pangan di kabupaten Kuningan yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, menuju kemandirian pangan, baik dari segi aspek ketersediaan pangan, baik dari aspek ketersediaan, konsumsi dan distribusinya” Kata Bupati kuningan.
Capaian SPM ketahanan pangan kabupaten Kuningan dalam aspek ketersediaan pangan dan protein  kabupaten Kuningan  pada tahun 2013 telah mencapai target SPM sebesar 126% dari target nasional 90 % dan protein sebesar 132 % dari target nasional 90 % tetapi untuk aspek-aspek atau indikator yang lainnya, capaian kita belum tercapai atau masih rendah
“ dengan kondisi ini tentunya diperlukan adanya upaya-upaya yang kongkrit baik koordinasi dan kerja keras kita dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah  salah satunya dengan tercapinya SPM ketahanan pangan dalam waktu dekat pada tahun 2015 mendatang, antara SKPD yang menangani ketahanan pangan dan dewan ketahanan pangan, dalam merumuskan pembangunan ketahanan pangan daerah yang menjadi skala prioritas, melaui implementasi dan rencana aksi ketahanan pangan” kata Bupati Kuningan.---johanes--

POSYANDU MAWAR BAYUNING WAKILI KUNINGAN DI TINGKAT PROVINSI




Posyandu Mawar Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede mewakili Kabupaten Kuningan di tingkat Provinsi dalam lomba posyandu dan kader posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat, posyandu Mawar yang berada di dusun manis Desa Bayuning berada diperingkat pertama tingkat Kabupaten Kuningan dan secara otomatis mewakili Kabupaten Kuningan di Tingkat Provinsi.
Hari ini, Kamis (18/9/2014) tim penilai dari provinsi hadir untuk memberikan penilaian, suasana penyambutan dimulai dengan penampilan drumband SMPN 2 Kadugede yang cukup memukau, kemudian sepanjang jalan menuju posyandu mawar dipenuhi para pelajar dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMP sehingga membuat penyambutan tim penilai semakin meriah, tidak hanya itu upacara adat sundapun disuguhkan.
Ikut hadir Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H., Ketua TP PKK Kuningan Hj. Ika Acep Purnama., Ketua Tim Penilai Doktor Budi Setiadi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Deniawan, M.Si., Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Drs. Lili Suherli, M.Si., Camat Kadugede Yanuar Suyono, Sm.Hk, serta undangan lainnya.
Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H.,mengatakan, kehadiran tim penilai semakin meningkatkan semangat dan motivasi kami dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak. “Saya berharap dan punya keyakinan insyaallah posyandu mawar mampu dan mumpuni untuk menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Barat sesuai dengan kriteria dan persyaratan tim penilai,” ungkapnya
Wabup menuturkan, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja posyandu dan para kader posyandu karena betapa penting dan strategisnya peran dan fungsi posyandu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Anak-anak yang sehat terlahir dari ibu yang sehat, dan ibu-ibu yang sehat terbentuk karena remaja atau wanita-wanita usia subur yang sehat, sedangkan lembaga untuk menjaga, membimbing, dan memfasilitasi kesehatan ibu dan anak yang terdepan adalah posyandu,” tandasnya
Program yang dilakukan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan kualitas SDM, lanjut Beliau, yaitu dengan mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dengan dilaksanakan secara merata efektif dan efisien serta dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkan diantaranya melalui sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat. Dengan harapan mampu meningkatkan angka harapan hidup (AHH) penurunan angka kematian ibu (AKI) angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian balita (AKBA) di Kuningan relatif sangat kecil.
Sementara itu Ketua Tim Penilai Doktor Budi Setiadi, mengatakan, Kabupaten Kuningan termasuk kedalam zona 5 (lima) yaitu zona Ciayumajakuning plus sumedang penilaian posyandu tingkat Jawa Barat. Posyandu merupakan bagian strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan posyandupun telah direvitalisasi sejak tahun 2011. “Lomba posyandu bukan semata-mata penilaian kinerja kader saja namun lebih luas lagi seluruh pemangku kebijakan yang terlibat dalam menjalankan kelembagaan posyandu. Penilaian posyandu ini diharapkan dapat memotivasi seluruh pemangku kepentingan, stakeholder dalam upaya pengembangan posyandu.” (beben)

TRANSPORTASI HARUS JADI SARANA MENSEJAHTERAKAN RAKYAT


Momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), selain untuk mengingatkan kembali jasa-jasa para pendahulu yang dengan semangat yang tinggi telah meletakkan dasar-dasar pembangunan sektor transportasi juga mengingatkan kembali bahwa berbagai pembangunan terutama sektor transportasi yang telah dilaksanakan harus betul-betul menjadi sarana yang dapat mensejahterakan rakyat.
“Permasalahan tentang aksebilitas dan keterjangkauan, transportasi massal, kelanjutan reformasi sektor transportasi, dan kepastian regulasi dalam penyelenggaraan transportasi telah menjadi isu yang harus segera diselesaikan.”
Hal tersebut diutarakan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch, Suganda, S.Sos, M.A.P. disela upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2014, Rabu (17/9/2014) di halaman Setda Kuningan.
Ikut menghadiri, Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H., Sekretaris Daerah Kuningan Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, Ketua Pengadilan Agama H. Abdul Basyir, M.Ag., Ketua Pengadilan Negeri DR. Prayitno Iman Santosa, M.H., Kepala Dinas serta undangan lainnya.
Bupati menuturkan, agar cita-cita pendahulu dapat tercapai diharapkan segenap insan perhubungan agar terus memantapkan komitmennya untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam melaksanakan program-program pembangunan.
Tuntutan masyarakat akan perubahan layanan transportasi, lanjut Beliau, terus meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi selain itu kita juga menghadapi adanya arus globalisasi yang semakin masif dan komprehensif sehingga diperlukan kesiapan transportasi dalam menghadapi pasar tunggal ASEAN tahun 2015.
“Satu hal yang penting menghadapi tantangan-tantangan yang ada diperlukan kepekaan dan kemampuan untuk melakukan terobosan dan membuat inovasi bagi kepentingan peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya
Bupati berharap, terkait dengan kegiatan perlombaan dan pertandingan dibidang seni dan olahraga serta kegiatan bhakti sosial berupa donor darah, yang dilaksanakan bbaik di pusat, daerah, maupun perwakilan di luar negeri, dalam memperingati Harhubnas akan semakin menumbuhkan rasa kebersamaan dan sportivitas dalam kehidupan kita sehari-hari.
Selain itu, lanjut Beliau, semoga semangat Harhubnas ini dapat meningkatkan jiwa korsa dan memberi gairah kerja yang berarti bagi pembangunan transportasi di seluruh pelosok tanah air. (beben)

Rabu, 17 September 2014

BUPATI KUNJUNGI EMPAT KECAMATAN





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., M.Si., secara beruntun mengunjungi 4 (empat) Kecamatan yang berada di wilayah timur kuningan, diawali Kecamatan Selajambe, seluruh ruangan kantor kecamatan tak luput dari pengamatannya.
“Penataan ruangan yang baik memegang peranan penting dalam pelaksanakan pekerjaan sehari-hari, ruangan yang tertata dengan rapi, bersih mencerminkan perilaku pribadi-pribadi maupun lembaga yang baik,” tandasnya disela-sela mengamati seluruh ruangan kantor kecamatan, Rabu (17/9/2014)
Selain itu, Bupati berharap, penghijauan di luar kantor kecamatan harus tetap terjaga supaya lingkungan terlihat indah, segar dan tidak gersang. “Halaman kantor Kecamatan Selajambe ini kurang tertata dengan baik penghijauanpun terasa kurang sehingga terasa gersang,” ujarnya
Kemudian Bupati melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Kecamatan Subang, kehadiran beliau bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan PMI, Bupati yang notabene Ketua Umum PMI Kuningan memberikan sambutannya. “Ini dalam rangka silaturahmi dengan seluruh kepala desa diwilayah Kecamatan Subang, momen ini sangat berarti untuk saya pribadi dan atas nama pemerintah Kabupaten Kuningan saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas partisipasi para kepala desa dalam menjalankan pembangunan di tingkat pedesaan,” ungkapnya
Terkait kegiatan PMI, Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kegiatan PMI yang selama ini terus dilaksanakan, dukungan-dukungan kader PMI ditingkat pedesaan cukup memberikan arti positif bagi keberlangsungan PMI.
Seusai kunjungan ke Kantor Kecamatan Subang, Bupati kemudian melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Kecamatan Cilebak, Lokasi Kantor Kecamatan Cilebak yang cukup jauh tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mengunjunginya, di Kantor Kecamatan Cilebak pun Beliau disambut oleh beberapa orang kader PMI dan pegawai kantor Kecamatan Cilebak yang telah melaksanakan kegiatan serupa yang dilakukan di Kecamatan Subang.  
Beliau kemudian memberikan arahan-arahannya terkait dengan kegiatan PMI, selain itu juga Bupati menyampaikan materi-materi terkait PMI secara mendetail. “Kegiatan PMI secara keseluruhan tidak hanya sebatas mengumpulkan dan kemudian membantu masyarakat yang membutuhkan darah namun disamping hal itu juga PMI aktif memfasilitasi ataupun memberikan bantuan-bantuan secara langsung hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, diantaranya air bersih yang saat ini sangat diperlukan karena musim kemarau,” tandasnya.
Setelah selesai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Cilebak, Bupati bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalananan menuju Kecamatan Ciwaru, di Kecamatan Ciwaru Bupati menggelar dialog bersama dengan Camat Ciwaru Muhamad Solihin, S.Sos, M.Si, serta 8 (delapan) Kepala Desa yang berada di wilayah Kecamatan Ciwaru. Pembahasan terkait pembangunan-pembangunan yang akan, sedang, dan telah dilaksanakan terutama di Kecamatan Ciwaru menjadi materi yang alot diperbincangkan. (beben)