Total Tayangan Laman

Jumat, 27 Februari 2015

KA UTJE DILANTIK KA DEDE YUSUF SEBAGAI MABICAB PRAMUKA KUNINGAN





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda dilantik Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat H. Dede Yusuf sebagai Majelis Pembimbing Cabang Pramuka Kuningan. Utje yang dilantik sebagai Bupati Kuningan pada Desember 2013 seharusnya sejak saat itu dilantik pula sebaagai Mabicab Pramuka, akan tetapi karena kesibukan Dede yusuf sehingga baru sekarang dilantik.
Selain Utje, Wakil Bupati Kuningan beserta Sekda, Ketua Pengadilaan, Kasdim dan beberapa pengurus lainnya juga ikut dilantik oleh Dede Yusuf.
Seperti kita ketahui bersama bahwa pramuka merupakan kegiatan ekstrakulikuler wajib disekolah, sehingga Mabicab juga wajib mempunyai kepedulian terhadap kegiatan ini. Globalisasi dewasa ini penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu yang paling utama. Untuk itu kita ingin membangun manusia yang memiliki watak yang kuat melalui Pramuka. Papar Utje.
Lebih lanjut utje juga menyampaikan bahwa kaum muda pada saat ini mengalami dua masalah besar yaitu masalah sosial dan masalah kebangsaan. Masalah sosial meliputi penggunaan NAPZA dan obaat terlarang, hubungan seksual pra-nikaah dan aborsi yang disebabkan pergaulan bebas. Sedangkan masalah kebangsaan meliputi solidaritas sosial rendah dan semangat kebangsaan yang rendah.
Sementara itu Dede Yusuf dalam sambutannya mengatakan untuk mengatasi tantangan dan masalah yang dihadapi oleh kaum muda kedepan gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah membentuk karakter serta menanamkan semangat kebangsaan dan meningkatkan keteramplilan, untuk itulah kerjasama berbagai pihak sangat diharapkan karena kaum muda merupakan bagian terbesar penduduk Indonesia yang harus diselamatkan dari cengkraman berbagai masalah.
Dengan terbitnya Undang-undang no 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka,maka legalitass gerakan pramuka dinegeri ini menjadi lebih kuat serta pendidikaan kepramukaan pada saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan berbagai kegiatan positif, akan tetapi telah menigkat menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mengimplementassikannya. Papar Dede. *DoniS*

subang juara umum STQ






Kecamatan Subang menjadi juara umum perhelatan  Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten Kuningan  tahun 2015 yang diselenggarakan di Kecamatan Cibingbin dari tanggal 25-26 Februari 2015. Sedangkan tuan rumah Kecamatan Cibingbin memperoleh urutan ke 2 (dua) dan untuk juara 3 (Tiga) oleh Kecamatan Kramatmulya.
Penguman kecamatan Subang menjadi juara umum dibacakan pada saat penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an  (STQ) pada Kamis (26/2) yang ditutup oleh Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dihadri oleh Forum Koordinasi  Pemerintah Daerah (FKPD) Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Para Kepala SKPD , para camat serata para undangan.
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda menuturkan kebanggaanya dengan kesuksesan penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an dan berharap gema dan syiar pada saat dan pasca STQ  tersebut memberikan barokah bagi jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat kabupaten Kuningan.
“ kegiatan STQ yang sarat dengan Syiar Islam ini akan menjadi mubazir jika tidak memberi bekas dan pengaruh terhadap perilaku dan kehidupan masyarakat muslim, untuk itu kedepan sangat diperlukan perhatian dan keteribatan sungguh-sungguh serta tanggung jawab seluruh komponen  umat Islam dan jajaran pemerintah agar pasca penyelenggaraan STQ ini dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif bagi pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat kita” Kata Bupati Kuningan.
Diakhir sambutannya Bupati Kuningan mengucapkan selamat kepada para pemenang atas prestasi yang teah diaraih dan untuk kedapannya agar para juara tersebut untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengikuti pemusatan latihan agar berhasil dan dapat mengharumkan nama baik kabupaten Kuningan pada TSQ Tingkat Provinsi Jawa Barat------Yohanes----

Perangkat desa mendapat pelatihan




Bertempat di Aula Kuningan Islamic Centre (KIC)  kepala desa  yang ada di Kabupaten Kuningan mendapat pelatihan peningkatan kapasitas kepala desa dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang diselenggarakan oleh Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kuningan pada Kamis (27/2) yang dihadiri oleh Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, asisten Pembangunan dan kesehjahteraan rakyat Nana Sugiana, SE. M. Si  para Kepala SKPD Sekabupaten Kuningan dan para Camat.
Dalam laporannya Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kuningan Trisman Supriatna, M.Pd menjelaskan bahwa diadakannya pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan tentang tugas dan tanggung jawab kepala desa dalam meningkatkan pembangunan perekonomian desa dalam upaya meningkatkan kinerja aparatur khususnya kepala desa dalam melayani dan mengayomi masyarakat  guna meningkatkan kesejahteraannya dan sebagai abdi negara yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa.
Sementara itu  bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya menuturkan bahwa desa merupakan ujung tombak dalam pembangunan pada seluruh desa merupakan keberhasilan pembangunan daerah, oleh karena itu kita optimalkan pembangunan di desa menuju desa yang maju dan mandiri dengan senantiasa  melibatkan seluruh stake holder pembangunan dan terus meingkatkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Diakhir sambutannya Bupati Kuningan berpesan kepada seluruh kepala desa yang hadir agar mengikuti pelatihan tersebut secara serius sampai selesai, dan menggunakan pelatihan sebagai ajang serap informasi baru berkaitan dengan pembangunan selain itu juga diskusikan permasalahan pembangunan   dengan para nara sumber dan bagaimana upaya solusinya kedepan dengan pembagian peran dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan pemerintah desa ” implementasikan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa dari tahun ke tahun agar kualitas perekonomian masyarakat dapat lebih miningkat” _Johanes-

Kamis, 26 Februari 2015

Sabernas Bantu Kuningan



Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda membuka sosialisasi sanitasi bertumpu pada masyarakat (SABERMAS) Kabupaten Kuningan di Ruang Rapat Linggajati pada Kamis (26/2) yang dihadiri oleh asisten Pembangunan dan kesra , Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta karya Kabupaten Kuningan, kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, kepala dinas kesehatan kabupaten Kuningan serta para undangan lainnya.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya  H. M. Ridwan Setiawan, MH, Msi menuturkan bahwa  makdus dari sosialisasi tersebut merupakan sebuah upaya pemerintah provinsi Jawa Barat untuk mengingkatkan kesadaran masyarakat dan insfrastruktur pemukiman yang berdampak langsung pada peningkatan funsgsi dan derajat kesehatan sedangkan tujuannya adalah untuk  pembangunan prasarana dan sarana sanitasi pemukiman terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dilingkungan pemukiman padap penduduk, kumuh dan rawan sanitasi.
“ untuk kegiatan ini lokasinya  adalah berada dikawasan perdesaan diarea resiko sanitasi dan atau kumuh  untuk Kabupaten Kuningan mendapat bantuan keuangan program sabernas  dengan total anggaran sebesar Rp 54.100.000.000, untuk 50 desa dalam 17 kecamatan dimana anggran tersebut bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Barat  tahun anggaran 2015”  kata H. M. Ridwan Setiawan, MH, Msi.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya menuturkan bahwa dengan berkenaan dengan reformasi birokrasi tersebut, berbagi aturan telah dibuat baik oleh pemerintah pusat , provinsi maupun pemerintah daerah,pada kesempatan ini pemerintah Kabupaten Kuningan dalam program sabernas mendapat bantuan sebanyak 50 desa dalam 17 kecamatan dengan sasarandus titik perdesa jadi jumlah keseluruhan 100 titik dengan jumlah anggran seluruhnya sebesar Rp. 54.100.000.000 (lima puluh empat milyar seratus juta rupiah). Untuk non fisik kontruksi sebesar Rp. 50.000.000.000(lima puluh milyar rupiah) dan untuk non fisik sebesar Rp 4.100.000.000 (empat milyar seratus juta rupiah). “ pada kesempatan ini pula sejalan dengan prioritas pembangunan dijawa barat kabupaten Kuningan telah medapat pembangunan sanitasi bertumpu pada masyarakat  dan untuk bantuan yang diterima kita harus dapat menggunakannya sebaik mungkin dan dengan hati-hati dalam penggunaanya, jangan sampai  aturan-aturan diabaikan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari” kata Bupati Kuningan.
Dalam sosialisasi tersebut  dihadiri oleh para camat serta kepala desa yang akan mendapat bantuan program sibernas yang man bertindak sebagai narasumber Andria Sukowati, ST.MT kepala seksi penyehatan lingkungan Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi  Jawa Barat----Yhanes---

PENYALURAN RASKIN HARUS TEPAT SASARAN



Beras miskin atau (Raskin) merupakan hak orang-orang miskin dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, dalam hal ini pihak pemerintah berkewajiban dalam pendistribusiannya.
“Raskin kebutuhan pokok masyarakat berpenghasilan rendah untuk itu dalam pendistribusiannya harus sesuai dengan data yang akurat, tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda disela-sela sosialisasi program raskin Kabupaten Kuningan tahun 2015, di Gor Ewangga, Selasa (24/2/2015). Ikut menghadiri Kepala Sub Divre Bulog Cirebon Muhson, kapolres Kuningan AKBP Jhoni Iskandar, S.Ik, Sekda Yosep Setiawan, Camat, serta Kepala Desa se-Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, kedepan tidak boleh lagi terjadi penyimpangan-penyimpangan yang diakibatkan adanya berbagai kepentingan diantara para pelaku pendistribusi raskin. “Pengolahan data harus dilakukan dengan teliti untuk menghasilkan data yang akurat sehingga nantinya tidak terjadi kesalahan distribusi, seperti masyarakat yang seharusnya mendapatkan raskin ternyata pada kenyataannya tidak begitu juga sebaliknya kemudian ada pula yang mendapatkan double, itu seharusnya tidak terjadi,” tandasnya.
Lebih lanjut Bupati  menambahkan, pelaksanaan pendistribusian raskin merupakan salahsatu pekerjaan mulia Karena membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, terlebih Kabupaten Kuningan telah berturut-turut memperoleh anugrah raskin award pada tahun 2012, 2013 dan 204 sehingga itu merupakan cerminan pelaksanaan pendistribusian yang baik sesuai dengan aturan.
Sementara itu Kepala Sub Divre Bulog Cirebon Muhson, menerangkan, 65 persen kebutuhan pangan masyarakat 25 persennya adalah beras, bulog dalam hal ini melakukan pengadaan beras yang berasal dari produk petani kita yang kemudian nantinya akan disalurkan. 
“Konteks lain dari penyaluran raskin ini memiliki andil dalam menekan inflasi. Karena ketika raskin tidak disalurkan harga dipasaran akan naik dan begitupula sebaliknya, dan ini merupakan peran pemerintah dalam membangun dan menstabilkan harga ditingkat produsen,” urainya
Muhson menambahkan, apabila penyaluran raskin kurang baik dan tidak sesuai dengan harapan agar secepatnya melakukan koordinasi serta dikomunikasikan agar beras yang tidak sesuai dapat segera diganti.
Trisman Supriatna, M.Pd selaku ketua penyelenggara mengatakan maksud dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan akses pangan baik secara fisik (beras berada di titik distribusi (TD), maupun ekonomi (harga jual yang terjangkau) kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Sementara tujuannya mengurangi beban RTS melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.
Menurutnya, saat ini tim koordinasi raskin Kabupaten Kuningan akan memberikan penghargaan pengelolaan raskin terbaik tahun 2014 kepada 6 kecamatan. “Ini merupakan salah satu upaya untuk memacu semangat agar dalam pelaksanaan penyaluran raskin dapat meningkat lebih baik lagi.” Pungkasnya. *DoniS*