Total Tayangan Laman

Kamis, 30 Juli 2015

Karang Taruna Desa Cijemit dinilai


















Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda menghadiri acara penilaian Karang Taruna Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa Cijemit Kecamatan Cinuru Kabupaten Kuningan.  Hadir dalam acara tersebut  Dandim 0615 Kuningan, Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Kuningan, Tim Penilai Karang Taruna Jawa Barat, Para kepala SKPD, Camat Cinuru serta masyarakat desa Cijemit.
Karang Taruna Medal Jaya Desa Cijemit merupakan karang karang taruna yang mewakili Kabupaten  dalam loman karang taruna teladan tingkat provinsi Jawa Barat.  Ketua Karang Taruna Desa Cijemit  Toha S.Pdi mengaku sangat bangga dengan lolosnya karang taruna desa Cijemit dalam lomba karang taruna terladan tingkat provinsi Jawa Barat karang taruna desa Cijemit mampu menjadi juara dan menjadi wakili Jawa Barat pada tingkat Nasional.
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda  dalam sambutannya sangat bangga dengan karang taruna desa Cijemit yang  mewakili kabupaten Kuningan  dan mampu berbicara ditingkat provinsi, “ apabila hari ini karang tauran desa Cijemit dinilai dan mewakili Kabupaten Kuningan ke tingkat provinsi, mudah-mudahan hal ini dapat menjadi tauladan bagi karang taruna desa/kelurahan  se- kabupaten Kuningan untuk bisa menjadi organisasi Karang Taruna yang mampu menjawab tantangan pembangunan masyarakat Kuningan terutama pembangunan bidang kesejahteraan Sosial”
“saya  selaku bupati Kuningan senantiasa memiliki komitmen terhadap pemberdayaan karang taruna baik karang taruna kabupaten sampai karang taruna Desa/kelurahan, komitmen itu saya wujudkan  dengan keberpihakan program yang ada diSKPD untuk senantoasa dilakukan kemitraan denga katrang taruna  baik yang bersifat pemberdayaan usaha ekonomi Produktif maupun usaha kesejahteraan sosial lainnya” kata Bupati Kuningan.
Hj. Utje Ch Suganda juga  memandang  bahwa karang taruna desa Cijemit   memadai dan cakap untuk dijadikan karang taruna teladan tingkat provinsi Jawa Barat. “karang Taruna Desa Cijemit menjadi juara merupakan harapan saya dan seluruh masyarakat kabupaten Kuningan’—YHN===

Bupati Kuningan Hadiri Syukuran dan Penambakan Dawuan Sungai Cisanggarung





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda menghadiri acara tradisi syukuran dan penambakan Dawuan Sungai Cisanggarung di Desa Mekarsari kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan pada Kamis, 30 Juli 2015, hadir dalam kesempatan tersebut kepala Dinas Sumber Daya Air dan Mineral H. Amiruddin, S.Sos, M.Si , Muspika kecamatan Maleber serta masyarakat desa Mekarsari yang sedang bergotong yorong.
Kepala desa Mekarsari  Carbu Surya dalam sambutannya sangat bersyukur dengan digelarnya acara tersebut karena setelah tujuh tahun tidak digelar kembali digelar pada tahun ini” saya juga sangat bangga karena kehadiran Ibu Bupati yang memberikan  semangat kepada masyarakat desa Makarsari  untuk terus giat bergotong royong  membangun desa”.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya sangat mengapresiasi kepada seluruh komponen mayarakat yang telah melaksanakan tardisi/budaya penambakan dawuan sungai Cisanggarung “ hal ini merupakan salah satu nilai-nilai kearifan lokal yang perlu kita pertahankan ditengah-tengah degradasi kesadaran partisipasi masyarakat yang semakin memperhatinkan.”
 Bupati juga menjelaskan bahwa  kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah kabupaten Kuningan  dalam rangka percepatan swasembada pangan dan  sangat erat kaitannya dengan  penyediaan dan pengingkatan infrasrtuktur  sumber daya air  dan irigasi dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian” untuk itu pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya menggali sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam rangka  pencapaian usaha  dimaksud dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasioanal dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui  pemberdayaan masyarakat petani, maka infrastruktur irigasi merupakan salah satu prasarana yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam menunjang keberhasilan sektor pertanian sehingga pengelolaan irigasi perlu didukung oleh semua pihak terkait dalam rangka optimalisasi pelayanannya”
Hj Utje Ch Suganda menungkapkan bahwa untuk pembangunan fisik prasarana sumber daya air khususnya di desa mekarasri pada tahun 2015 telah dilakukan kegiatan rahbilitasi jaringan irigasi untuk daerah irigasi Cisrigading  dan sekitarnya yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung===YHN__

Rabu, 29 Juli 2015

PEMKAB, FKPD, dan FKUB Buat Pernyataan Bersama






Peristiwa Insiden tolikara di Provinsi Papua, mendorong Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama unsur lainnya tergerak membuat pernyataan bersama untuk menjaga kerukunan umat beragama demi tetap terpeliharanya situasi aman, damai dan kodusif di Kabupaten Kuningan.
Pernyataan bersama itu dilakukan diruang Rapat Purbawisesa Setda Kuningan, Rabu (29/7/2015). Dalam pernyataan bersama itu ada 4 poin yang ditekankan, seperti mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Provinsi Papua dan menindak dengan tegas para pelaku sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, senantiasa menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Kuningan dengan menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama, lalu bersama-sama bertekad bulat dan melakukan upaya aktif untuk menolak segala bentuk provokasi demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa dan berkerjasama dengan semua pihak untuk menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Kuningan yang aman, tertib, nyaman dan kondusif.
Dalam pernyataan bersama tersebut, selain unsur Forum komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang terdiri dari Bupati Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Kapolres Kuningan, Ketua DPRD Kuningan, Kepala Kemenag Kuningan, sebanyak 30 Organisasi yang berkaitan dengan keagamaan ikut serta mendatangani pernyataan tersebut.
Terkait insiden Tolikora Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP, mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Kuningan untuk selalu waspada terhadap isu-isu yang berkembang. “Jangan terpengaruh isu-isu provokatif terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Tolikora Provinsi Papua.”
Ikut menghadiri Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, MH, Kapolres AKBP Joni Iskandar, SIK, Dandim 0615 Letkol CZI Dindin Kamaludin SIP, Ketua DPRD Rana Suparman, S.Sos.
Menurutnya, insiden yang terjadi di Tolikara cukup membuat situasi dan kondisi keamanan terganggu serta kerukunan antar umat beragama, kemudian kejadian tersebut diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Kuningan. “Mari jalin komunikasi, koordinasi untuk tetap menjaga kondusivitas keamanan di Kabupaten Kuningan, apabila dua elemen antara ulama dan umaro dapat bersinergi dengan baik saya yakin keamanan dapat terjaga” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Kuningan AKBP Joni Iskandar SIK mengatakan, kejadian di Tolikara bukan perang agama melainkan murni kejadian hukum, tidak ada isu mayoritas maupun minoritas. “Peran kita saat ini adalah menciptakan situasi dan kondisi menjadi kondusif,” tandasnya.
Terkait pernyataan bersama untuk menjaga kerukunan umat beragama yang telah ditandatangani oleh seluruh unsur yang hadir dalam kesempatan tersebut, diharapkan tidak hanya di atas kertas saja namun dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ***beben

Bupati Kuningan Jadi Bunda Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)




Kiprah Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Hamid Suganda M.AP dalam upaya mendorong kebijakan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan apresiasi dari DPD Abpedsi (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia) Kuningan. DPD Abpedsi  mengajukan Bupati Kuningan sebagai Bunda ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Kabupaten Kuningan.
“Ada tujuh poin yang melatarbelakangi mengapa kami mengajukan Bupati Kuningan sebagai Bunda ABK. Sehingga, kami tidak dengan tiba-tiba memilih Beliau,” ungkap Ketua Abpedsi usai acara halal bihalal Idul Fitri 1436 H/2015 M Forum Camat, Apdesi, Abpedsi se-Kabupaten Kuningan di Objek wisata Balong Dalem, Rabu (29/7/2015).
Yang pertama, lahirnya kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuningan tentang Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di berbagai sektor perencanaan pembangunan. Lalu, rintisan penanganan penyandang cacat berat terhadap keluarga Teyo dan Nining di Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin yang memiliki empat anak penyandang cacat berat.
sementara poin ketiga adalah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan sekolah Inklusif dengan menunjuk 174 sekolah reguler untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dengan sistem berbaur.
Tidak hanya sampai disitu, Bupati Kuningan juga melakukan kebijakan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru umum menjadi guru khusus dengan mekanisme pemberian pelatihan pendidikan khusus secara bertahap dari tahun 2012 sampai dengan sekarang.
Selain itu, yang tidak kalah hebat adalah memberikan perhatian khusus terhadap para atlet penyandang cacat yang berkiprah di bidang olahraga khusus dengan cara memberikan bonus dan pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi mereka yang mendapat medali emas pada event Nasional maupun Internasional.
“Menjadi penjamin pinjaman bagi kelompok usaha penyandang cacat yang bekerja sama dengan PT. Bank Jabar Banten dan memberikan beasiswa pendidikan bagi para siswa ABK yang berhasil menjadi juara tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional pada Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (PLS2N),” sebut Ketua Apbedsi.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP mengatakan, penobatan dirinya menjadi Bunda ABK menjadi sebuah tantangan dan tanggung jawab yang harus ditempuh, meski dengan segala keterbatasan seorang pemimpin. “Saya berharap semua pihak mendukung dan berperan aktif dalam masalah ABK. Anak Berkebutuhan Khusus menjadi tanggung jawab bersama. Masih banyak pekerjaan rumah terkait ABK yang harus terus dibenahi.” ***beben