Total Tayangan Laman

Minggu, 25 September 2016

PACUAN KUDA TRADISIONAL IX MERIAHKAN HUT KE-518 KUNINGAN






Kemeriahan HUT ke-518 Kuningan dilengkapi dengan gelaran pacuan kuda tradisonal ke-9, ribuan masyarakat tumplek untuk menyaksikan kebolehan para kusir per dokar menunggangi kuda yang biasanya beroperasi sebagai angkutan. Minggu (25/9/2016) di Arena Pacuan Kuda Jl. Dr. Ir. Soekarno.
Sedikitnya 100 peserta yang terbagi dalam 6 kategori dan derby berpacu memperebutkan piala, uang pembinaan, yang disediakan panitia. Kategori pertama diikuti para pemula dengan panjang lintasan sekitar 240 meter, sementara kelas final derby menempuh jarak sekitar 960 meter dan race atau keberangkatan mencapai 35 kali dengan jumlah 4 atau 5 peserta.
Ketua panitia Drs. Asep Budi Setiawan, M.Si melalui Kasubag Analisis Informasi Wida Melanny dalam laporannya mengatakan, selain dalam rangka memeriahkan HUT ke-518 Kuningan serta menghibur warga kuningan, gelaran pacuan kuda juga diselenggarakan dalam upaya memelihara tradisi masyarakat kuningan.
“Pacuan Kuda tradisional ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang digelar dalam memeriahkan HUT ke-518 kuningan, selain menghibur masyarakat pacuan kuda tradisional ini juga diharapkan dapat melahirkan atlet balap kuda profesional.”
Lebih lanjut, Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta menyukseskan gelaran pacuan kuda tradisional sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH, melalui Asisten Pemerintahan Drs. Maman Hermansyah, M.Si mengatakan di Kabupaten Kuningan kuda telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya, mulai dari delman yang menjadi angkutan khas masyarakat kuningan kuda juga dapat digunakan untuk balapan pacuan kuda tradional.
“Semoga kegiatan pacuan kuda tradisional ini dapat menghibur masyarakat kuningan juga menjadi ajang seleksi bagi para atlet kuda dalam menhadapi event-event balapan kuda baik tingkat regional, nasional, maupun internasional,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Hj. Ika Acep Purnama, Kapolres Kuningan AKBP M. Syahduddin, SIK serta para pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. ***beben.

Kamis, 22 September 2016

KEMENDES PDT DORONG KUNINGAN MILIKI RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN




Sejak diberlakukannya UU Desa, permasalahan pembangunan yang ada di desa, mulai terselesaikan satu per satu. Kebijakan program-program pembangunan desa yang sebelumnya terpusat dan bersifat seragam dengan pola “bantuan” cenderung kurang sesuai dengan kebutuhan lokal dan mematikan konteks sosial yang beragam. Dengan adanya UU Desa, pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesaan, mempercepat proses peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu diungkap oleh DR. Leli Yulifar, M.Pd dari UPI Bandung pada rapat Fasilitasi Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) yang dilaksanakan oleh Bidang Sosial Budaya Pemerintahan, Bappeda Kabupaten Kuningan pada Kamis (22/9) di Aula Bappeda Kuningan.
Tim Fasilitator UPI Bandung ditunjuk oleh Kementerian Desa PDT RI untuk mendampingi Kabupaten Kuningan dalam menyusun Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP).  Sebelumnya Kemendes PDT melaksanakan beberapa kali pertemuan Focus Group Discussion (FGD) terkait pembangunan kawasan perdesaan.  Dari hasil FGD tersebut, Kemendes PDT RI merespon komunikasi intensif dengan Bappeda Kuningan dengan memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Kuningan untuk menjadi pilot project pembangunan kawasan perdesaan.  Untuk Provinsi Jawa Barat hanya 3 kabupaten yang terpilih, salah satunya adalah Kabupaten Kuningan.  Demikian disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, dalam laporannya di hadapan Bupati Kuningan yang hadir pada acara tersebut, serta Tim Fasilitator UPI Bandung.
6
 
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, menjelaskan bahwa pihaknya baru menetapkan 3 kecamatan, sebagai pilot project, dengan pertimbangan jika kawasan perdesaan di 3 kecamatan ini dikembangkan, akan turut mendukung rencana pembangunan daerah yang tengah berjalan.  Yang pertama, Kecamatan Pasawahan, di wilayah ini Pemkab Kuningan sedang mengembangkan Kebun Raya Kuningan sebagai lokasi wisata dan penelitian, serta objek wisata baru lainnya, seperti Desa Wisata Cibuntu, Paniis, Balong Kambang, dan sebagainya.  Diharapkan pembangunan kawasan perdesaan di wilayah ini akan mengakselerasi pembangunan objek wisata baru di Kabupaten Kuningan. Kemudian yang kedua, Kecamatan Ciwaru yang memiliki objek wisata baru yang layak untuk dikembangkan, yaitu Cadas Gantung di Desa Citundun, tetapi aksesibilitas dan fasilitas di kawasan tersebut masih terbatas.  Yang ketiga yaitu Kecamatan Subang, dimana Desa Subang memiliki objek wisata berupa sumber air panas alami yang potensial untuk dikembangkan.  Sementara desa lain di sekitarnya sebagai penunjang, yaitu penyedia komoditi khas daerah, seperti pengembangan produk perkebunan kopi serta industri rumahan lainnya.
Bupati menekankan bahwa tematik pembangunan kawasan perdesaan yang ditetapkan adalah berbasis pariwisata dan agropolitan.  Pertimbangan ini didasarkan pada penjabaran Visi Kabupaten Kuningan yaitu pada Misi yang kedua, yaitu “Memantapkan Keunggulan Kawasan Agropolitan, Pariwisata Daerah, Sektor Unggulan Lainnya, Peningkatan Investasi Ramah Lingkungan, Serta Peningkatan Sarana Dan Prasarana Daerah”.
Sementara itu, DR. Leli Yulifar, M.Pd, Ketua Tim Fasilitator UPI menyatakan bahwa pihaknya merasa terkesan karena Kabupaten Kuningan dinilai telah siap dalam melaksanakan pembangunan kawasan perbatasan ini.  “Kabupaten Kuningan sudah memiliki perencanaan kawasan perdesaan yang baik, hanya belum disebut sebagai kawasan saja, pembangunannya sudah berjalan tidak dimulai dari nol, sehingga tinggal dilakukan pengembangannya saja.  Insya Allah kami sebagai fasilitator yang telah ditunjuk Kemendes PDT RI, akan mendorong Kabupaten Kuningan dan merekomendasikan sebagai daerah yang siap melaksanakan penyusunan rencana pembangunan kawasan perdesaan ke pihak Kemendes PDT RI”, tandasnya.



Rabu, 21 September 2016

PEMDA KUNINGAN SANTUNI ANGGOTA LINMAS







Sebanyak 24 orang anggota linmas se-Kabupaten Kuningan terima santunan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, santunan tersebut di berikan Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH, Rabu (21/9/2016) di Kompleks Kuningan Islamik Center (KIC).
Ketua penyelenggara H. Iid Hidayat, Sm. Hk, mengatakan kegiatan pemberdayaan anggota linmas desa/kelurahan dalam bentuk pemberian santunan sosial bagi anggota linmas bertujuan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, meningkatnya eksistensi dan hubungan kerja anggota linmas, dan terpeliharanya ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, ada 24 orang anggota linmas yang berhak menerima santunan setelah melalui verifikasi ke lapangan dan berdasarkan berkas ajuan permohonan dari anggota linmas melalui kecamatan. “Untuk anggota linmas yang meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar Rp. 5 juta, dan untuk yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan diberikan santunan sebesar Rp. 2,5 juta, semoga santunan sosial ini dapat bermanfaat untuk meringankan biaya pengobatan ataupun biaya lainnya bagi anggota linmas/ahli waris,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH, mengatakan keberadaan anggota linmas di tengah-tengah masyarakat sangat luar biasa strategis, dalam berbagai acara kenegaraan baik skala besar maupun kecil anggota linmas selalu dihadirkan. “Peran anggota linmas cukup strategis di masyarakat keberadaannya tidak liar dan memiliki legalitas formal, kehadiran linmas membuat warga merasa tenang dan nyaman jadi tidak boleh lagi di pandang sebelah mata, “ tandasnya.
Saat ini, lanjut Bupati, banyak modus-modus kejahatan yang semakin meningkat maka dari itu sistem keamanan lingkungan (Siskamling) harus terus digalakan dan ditingkatkan, tentu peran anggota linmas di sini cukup penting. “Beragam tindak kejahatan sering terjadi di tengah-tengah masyarakat dan menuntut kita untuk selalu waspada dengan melakukan tindakan-tindakan antisipasi terhadap tindak kejahatan tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan pemberian santunan ini masuk pada anggaran ajuan semester I dan diharapkan untuk sisanya akan direalisasikan maksimal bulan desember harus sudah disalurkan kepada anggota-anggota linmas yang berhak.
“Mudah-mudahan kedepan anggota linmas juga diikutsertakaan dalam keanggotan BPJS, Saya sampaikan terima kasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan secara pribadi atas segala sumbangsih anggota linmas sampai saat ini, jangan dilihat besar kecilnya santuan yang diterima namun ini sebagai bentuk perhatian dan kadeudeuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.” ***beben.      

Sabtu, 17 September 2016

PESONA KUNINGAN MAKIN MENGKILAT, GEDUNG LINGGARJATI SABET ANUGERAH PESONA INDONESIA 2016




Gedung sejarah perundingan Linggarjati antara Indonesia dan Belanda pada tahun 1946 yang berada di Kabupaten Kuningan kini makin tersohor ke seantero nusantara setelah menyabet Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016 kategori situs sejarah terpopuler (Most Popular Historical Site) dari Kementerian Pariwisata RI.
Gedung Linggarjati Kabupaten Kuningan berada diurutan ke-2 setelah Museum pengasingan Sukarno di Ende Nusa Tenggara Timur dan diposisi ke-3 di tempati Benteng Tolukko Maluku Utara.
Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan diterima Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H. Jumat (16/9/2016) di Aula Gedung Kementerian Pariwisata RI.
Ketua penyelenggara Muhammad Syafaat, SE mengatakan penyelenggaraan API ini hasil kerja sama antara Kementerian Pariwisata RI dengan PT. Ayo Jalan-jalan.com yang  merupakan rangkaian kegiatan tahunan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat dalam terhadap pariwisata Indonesia. "Penyelenggaraan API ini juga bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak terutama pemerintah daerah untuk lebih berupaya dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing," ungkapnya.
Menurutnya, penyelenggaraan API dimulai dengan mengajak masyarakat untuk memilih destinasi atau obyek wisata yang terbaik atau terpopuler menurut pendapat mereka. "Pemilihan dilakukan dengan cara memberikan suara (Voting) bagi destinasi atau obyek wisata yang dipilih melalui website ayojalanjalan.com sesuai dengan kategori yang telah disiapkan, dari hasil pemilihan masyarakat tersebutlah akan didapatkan destinasi atau obyek wisata terpopuler pada setiap kategori," jelasnya.
Sementara itu Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan saat ini eranya digital tentu dengan menggunakan digital semuanya akan mudah salah satu nya mempromosikan destinasi atau obyek wisata. "70 persen orang untuk berwisata terlebih dahulu melakukan search atau mencari dan share atau berbagi menggunakan internet dan kemudian pay atau melakukan pembayaran," ujarnya.
Penghargaan ini mahal, lanjut Ia, dengan penghargaan ini diharapkan para penerima penghargaan baik gubernur, walikota, dan bupati dapat terinspirasi dan termotivasi untuk terus memajukan dan mempromosikan destinasi atau obyek wisata di daerahnya masing-masing, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan pencanangan Pariwisata sebagai penggerak perekonomian Indonesia melalui target 20 juta wisatawan di tahun 2019/2020.* Beben

Jumat, 16 September 2016

GABUNGAN ORMAS & LSM SE-KUNINGAN AUDIENSI BERSAMA PEMKAB KUNINGAN MENGENAI OBAT-OBATAN TERLARANG





Fenomena semakin meningkatnya anak-anak dan remaja yang terlibat penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar, kurir maupun bandar, mengindikasikan bahwa sindikat narkoba mulai memanfaatkan anak-anak dan remaja sebagai bagian dari jaringannya.
Banyaknya anak-anak dan remaja yang terlibat dikarenakan anak-anak dan remaja tidak berpikir panjang saat berhadapan dengan narkoba.
“Itu sebabnya, mereka cenderung mudah mencoba sehingga kecanduan dan terus mengkonsumsi narkoba. Akibatnya, bandar makin intensif melakukan perluasan konsumen yang mana biasanya hanya menjangkau kalangan menengah atas sekarang dikembangkan ke kalangan ibu rumah tangga, anak-anak, dan remaja.”
Hal itu diungkapkan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam audiensi bersama Ormas dan LSM mengenai mudahnya anak-anak dibawah umur membeli obat-obatan terlarang. Jumat (16/9/2016). Di ruang rapat Linggajati Setda Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, narkotika merupakan kejahatan yang tidak hanya merenggut kesehatan jasmani akan tetapi merenggut kehidupan penggunanya juga. Maka dari itu perlu ada tindak lanjut dari pihak-pihak terkait dalam penanganan hal tersebut. Perlu adanya tindakan preventif agar anak-anak bisa menjadi generasi muda yang bebas dari narkoba.
“Peran orang tua sangat diperlukan dalam pengawasaan anak-anak itu sendiri, adapun peran keluarga adalah lingkungan yang pertama dan utama dalam membentuk dan mempengaruhi keyakinan, sikap dan perilaku anak terhadap penyalahgunaan narkotika. Lingkungan keluarga merupakan suatu tempat dimana anak berinteraksi sosial dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam kurun waktu yang paling lama.”
Menanggapi pendapat/masukan dari pernyataan Ormas dan LSM, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH,. menyatakan Insya Allah akan segera ditindak lanjuti, mari bersama menangani dalam langkah awal penindakan, jangan anarkis, jangan menimbulkan peluang untuk mereka menuntut balik kepada kita. “Saya, akan menugaskan Satpol PP sesuai dengan kewenangan dan tentunya akan berkordinasi dengan pihak Polres apabila ada laporan akan segera ditangani.” ***Indra/Vinka.

Selasa, 13 September 2016

“Kuningan Mendunia melalui Tour de Linggarjati 2016”



Tour de Linggarjati 2016 (TDL) yang merupakan event balap sepeda Internasional yang diselenggarakan ke-2 kalinya di Kuningan merupakan langkah besar bagi Kabupaten Kuningan untuk mempromosikan Kabupaten Kuningan ke dunia internasional.  Kabupaten Kuningan yang telah mencanangkan diri sebagai kabupaten agropolitan dan pariwisata termaju di Jawa Barat telah mempunyai pondasi untuk semakin dikenal dalam masyarakat internasional melalui kegiatan TDL. Kegiatan ini diharapkan menjadi trigger bagi peningkatan program pariwisata di daerah sebagaimana diungkaplan oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH “Kegiatan Tour de Linggarjati adalah wujud kinerja Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk membawa citra dan potensi daerah ke panggung dunia, kita harus berpacu diera globalisasi ini, memanfaatkan semua potensi yang dimiliki daerah untuk merebut peluang dan menjadi daerah yang maju dan dapat berperan dalam percaturan pembangunan nasional bahkan global”.

Kegiatan ini juga diharapkan mempunyai daya dorong untuk peningkatan dan percepatan pembangunan daerah. Kesuksesan menggelar event internasional akan menunjukan kepada investor baik lokal maupun nasional bahwa Kabupaten Kuningan telah memiliki infrastruktur yang memadai, sumberdaya manusia yang kompetitif dan dukungan kebijakan pemerintah daerah yang responsif.   Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H Yosep Setiawan, M.Si menegaskan “Program dan kegiatan yang dapat membawa kemajuan bagi pembangunan daerah adalah aset yang berharga, kita semua harus bersama-sama memacu diri mencari inovasi dan terobosan-terobosan untuk percepatan pembangunan. Tour de Linggarjati ini adalah salah satu contoh inovasi yang perlu ditiru dan dikembangkan”.
Tour de Linggarjati diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan sejak tahun 2015. Ajang Tour de Linggarjati 2016 merupakan event kedua. Tour de Linggarjati 2016 telah secara resmi menjadi agenda tahunan Kementerian Pariwisata RI. Launching Tour de Linggarjati 2016 secara resmi dilaksanakan pada hari Selasa (13 September 2016) oleh Menteri Pariwisata RI di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI, Jakarta.  Pengakuan terhadap event Tour de Linggarjati akan menjadi dorongan motivasi yang lebih besar untuk mensukseskan acara ini “Tour de Linggarjati dalam tahun kedua telah masuk dalam agenda tahunan Kementerian Pariwisata RI, hal ini tentu merupakan kebanggaan dan sekaligus dorongan bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan event baik dari skala maupun kualitas lomba” demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Tour de Linggarjati, DR. H.  Dian Rachmat Yanuar, M,Si.

Hadir pada acara tersebut Menteri Pariwisata RI DR. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Drs. Ukus Kuswara, MM; Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Dra Esthy Reko Astuty, M.Si; Para Pejabat Eselon I lingkup Kementerian Pariwisata RI; Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Dra. Ineu Purwadewi Sundari, MM.; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat H. Ida Hernida, M.Si;  Bupati Kuningan H. Acep Purnama, S.H.,M.H; Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Rana Suparman, S.Sos; Sekretaris Daerah Yosep Setiawan, M.Si; para Kepala SKPD dan Camat lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan; para Pengusaha asal Kuningan, Agent Travel, para perantau Kuningan yang sukses di Jakarta dan insan Pers.  Acara dihadiri oleh + 300 undangan.

Dalam sambutannya Menteri Pariwisata RI menegaskan bahwa “Kuningan memiliki nature, culture dan modal yang cukup untuk pengembangan pariwisata”.  Sehingga diharapkan Kuningan kedepan bisa lebih menata obyek-obyek wisata yang ada.

Tour de Linggarjati 2016 (TDL) yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 – 30 Oktober mendatang di Kabupaten Kuningan akan diikuti oleh 10 tim nasional dan 10 tim dari mancanegara, sehingga total atlet yang akan bermain 100 orang.  Rangkaian TDL akan diawali dengan cycling for all yang dilaksanakan pada 27 Oktober akan diikuti oleh seluruh atlet, panitia dan seluruh lapisan masyarakat.   Kabupaten Kuningan yang dikenal dengan bentang alamnya yang unik merupakan track yang menarik bagi para pembalap sepeda.  Dengan rute etape sepanjang 345 KM yang akan melalui 20 kecamatan dan 128 desa ini, para pemain harus menyelesaikan rute tersebut dalam 3 stages.  Kelas yang dilombakan adalah kelas utama (Men Ellite). 

Dalam rangkaian event TDL ini, akan disemarakkan pula dengan kegiatan food truck/wisata kuliner, pameran kerajinan lokal dan tampilan keragaman seni budaya khas Kuningan.  TDL tidak hanya ditujukan bagi sport tourism tetapi merupakan festival budaya dimana semua elemen masyakarat Kabupaten Kuningan terlibat. 


TDL ditujukan untuk mendorong pengembangan olahraga sekaligus pariwisata dengan memadukan event lomba dan berbagai event budaya lainnya. Lebih jauh Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kegiatan ini juga akan memicu pertumbuhan ekonomi kerakyatan terutama dari sektor ekonomi kreatif, kuliner dan jasa pariwisata. 

Kamis, 08 September 2016

Kuningan siap swasembada pangan






Bupati Kuningan H. Acep Purnama menghadiri kegiatan gerakan tanam Padi sawah  yang dilaksanakan di desa Bayuning Kecamatan Kadugede, pada Kamis (8/9). Hadir pula Dandim 0615, Direktur Kacang dan Umbi Direktorat Tanaman pangan Kementrian Pertanian Ri  Dr. Ir. Maman Suherman, MM, Kepala Dinas Pertanian, perkebunan dan Perikanan Kabupaten Kuningan Ir. Triastami.
Kepala Dinas Pertanian, perkebunan dan Perikanan kabupaten Kuningan Ir. Triastami mengungkapkan bahwa pada saat ini terdapat beberapaa permasalah menyakut teknologi alat tanam yang dicocok digunakan dikabupaten Kuninga tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang dikarenakan terdapat berbagai macam alternative cara bercocok tanam diantaranya dengan sistem Jajar legowo menggunakan cablak.
Sementara itu Direktur Kacang dan Umbi Direktorat Tanaman pangan Kementrian Pertanian RI  Dr. Ir. Maman Suherman, MM menuturkan bahwa saat ini Pemerintah sedang giat-giatnya membangun bidang pertanian, anggaran pertanian juga mengalami peningkatan yang sangat tajam “ bapak presiden menginginkan tidak ada impor pada bidang pertanian sehingga kita harus bekerja keras untuk mencapai swasembada dibidang pangan sehingga kalau perlu pagi panen sorenya digarap lagi  dan kuningan memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pertanian “
DR.Ir.Maman suherman, MM juga menuturkan bahwa faktor-faktor penunjang pertanian juga mendapat perhatian seperti saluran irigasi  yang terus ditingkatkan, subsidi pupuk dan pembuatan lahan-lahan pertanian baru.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama MM  dalam sambutannya mengungkapkan bahwa  Pemerintah Kabupaten Kuningan mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun bidang pertanian dan akan bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut “ saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan pak direktur dimana pagi hari panen dan sorenya ditanam lagi, kerja keras sanga diperlukan dalam mewujudkan swasembada pangan saya juga akan memerintahkan kepada seluruh pihak yang ada di Kabupaten Kuningan agar untuk memamfaatkan  setiap lahan yang ada terutama lahan tidur menjadi lahan yang produktif yang bisa menghasilkan”---YHN-----