Total Tayangan Laman

Senin, 23 Januari 2017

WABUP DEDE BUKA FESTIVAL KUDA DELMAN





Puluhan delman yang biasa digunakan sebagai moda transportasi tradisional masyarakat kuningan, Sabtu (21/1/2017) dihias berderet menyusuri jalan siliwangi kuningan menuju pandapa paramarta, tidak ketinggalan Wakil Bupati Dede Sembada pun ikut serta menunggang delman.
Puluhan delman tersebut bukan tanpa alasan berkumpul di pandapa paramartha serta dihias sehingga menyedot perhatian masyarakat, puluhan delman sengaja dikumpulkan dalam rangka memperingati HUT ke-4 UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Drs. Jaka Chaerul, Kepala Bagian Humas Setda Wahyu Hidayah M.Si, Camat Kuningan Jojo Juharsa serta undangan lainnya.
Wakil Bupati Dede Sembada mengatakan delman merupakan moda transportasi tradisonal masyarakat kuningan yang masih tetap dipertahankan sebagai khasanah budaya yang memiliki nilai-nilai luhur perjuangan masyarakat Kabupaten Kuningan pada zamannya. Di tengah era globalisasi dan modernisasi yang ditandai dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi delman masih menjadi bagian yang tetap dipertahankan.
“Kondisi demikian bukan berarti kita harus meninggalkan semua yang bersifat tradisional, akan tetapi yang bersifat tradisional sering terpancar keunikan-keunikan yang memiliki nilai jual tinggi yang dapat digunakan sebagai moda transportasi dan kendaraan wisata,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Beliau, menghaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa UIN Sunan Gunung Jati Bandung asal kuningan serta seluruh jajaran panitia sehingga terlaksananya kegiatan ini.
“Saya ingin kegiatan festival delman ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, dan bisa dimasukkan kedalam kalender kegiatan kepariwisataan, sehingga diharapkan dapat menarik minat para turis daerah maupun mancanegara untuk dating ke Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Wabup mengajak kepada seluruh masyrakat kuningan, untuk berkreasi serta berinovasi untuk menciptakan paket-paket wisata yang unik dan menarik yang mempunyai nilai jual serta daya saing tinggi, sehingga kepariwisataan Kabupaten Kuningan dapat mampu menembus pasar internasional. ***ben  

WARISAN AHLAQUL KARIMAH HARUS DIAPLIKASIKAN




Ahlaqul karimah atau contoh-contoh keteladanan dari sikap dan sifat-sifat seseorang dapat kita warisi dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta seluruh keluarga dan masyarakat termotivasi oleh hasil perjuangan untuk mengembangkan syiar islam secara lebih luas disertai rasa keikhlasan dan ketulusan.
“Pengurus dan pengajar di Pesantren Al-Anwar harus lebih mengedepankan citra baik dari pesantren,” ujar Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH saat hadir dalam acara haul Al-Maghfurlah mama KH. Anwar ke-76 dan KH. Amin Anwar ke-27. Sabtu (21/1/2017) bertempat di Pondok Pesantren Al-Anwar Kadugede.
Menurutnya, tradisi haul sebagai upaya membangun rasa hormat terhadap para pendahulu, mereka telah mewariskan nilai-nilai pendidikan dan pengajaran bagi penerus dan ahli warisnya untuk berpegang teguh pada ajaran agama dalam menjaga martabat dan kehormatan keluarga dan lingkungannya.
Haul ini, lanjut Beliau, sangat kuat dan mengakar di kalangan pemegang ahli sunnah wal jama'ah, paham yang dipegang mayoritas masyarakat islam di Indonesia serta peranannya sangat konstruktif dalam upaya membangun persatuan dan kesatuan terutama di kalangan masyarakat kaum muslimin.
Bupati mengajak untuk melestarikan, meneruskan serta mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan di pesantren terutama yang mengandung nilai-nilai luhur serta positif sehingga nantinya akan berdampak pada regenerasi. “Generasi penerus penting untuk kelanjutan pondok pesantren sehingga nantinya syiar islam dapat terus berkesinambungan,” tandasnya.
Selain itu, Beliau berpesan, seperti kita ketahui bersama dengan adanya gerakan terorisme yang mengatasnamakan pesantren yang belakangan ini marak terjadi di Indonesia sangat berpengaruh kepada keberadaan pesantren. “Mari kita kembalikan fungsi pesantren ini sebagai salah satu wadah untuk menimba ilmu dan syiar Islam serta sebagai perekat persatuan dan kesatuan kita.” ***Ben

Sabtu, 21 Januari 2017

BUPATI BUKA TURNAMEN VOLI BALL BAYEUM CUP



Olahraga Voli merupakan salah stu olahraga yang terkenal dimasyarakat, tak terkeculai di Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana. Di desa dekat kaki gunung ciremai ini voli memang menjadi olahraga primadona karna selain gampang dilakukan juga karena fasilitas lapangannya yang sangat bagus dan begitu terurus.
Sukamukti memang sudah dari dulu menghasilkan atlet-atlet olahraga voli di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten, hampir di setiap gelaran turnamen antar desa pun Sukamukti sering menjadi langganan juara. Maka tak heran di setiap event baik itu peringatan hari-hari besar sampai dengan hajatan, warga Sukamukti tak segan untuk menyelenggarakan turnamen voli baik dalam skala Kabupaten Maupun mendatangkan pemain-pemain top seperti Bandung Tektona, Perdapa, Mustika, dan para pemain sekelas pemin PON pun pernah merasakan event turmanen di desa Sukamukti.
Seperti yang diselenggerakan pada Sabtu 22-01, event turnamen dalam rangka menggelar syukuran khitanan anak salah satu tokoh Desa Sukamukti H. Udin Bayeum yang merupakan salah seorang ketua partai di Kabupaten Kuningan menggelar event turnamen Bayeum CUP yang diikuti oleh 8tim dari club-club ternama di tanah air. Sebut saja Bandung Tektona, PDAM Kota Cirebon, PON Jateng, Mustika Majalengka, dan banyak pemain top lainnya yang berlaga di event ini.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama yang membuka secara resmi turnamen ini mengatakan, kedatangan pemain-pemain top ini diharapkan akan memotivasi pemain-pemain yang ada di Kabupaten Kuningan khususnya Desa Sukamukti untuk terus berlatih agar kedepan ada pemain-pemain yang dapat berbicara di tingkat Kabupaten, Regional maupun nasional.
“ saya sangat menyambut baik turnamen bola voli ini, dan diharapkan kepada para pecinta voli khusunya para atlet dapat menimba ilmu dari pemain-pemain top agar terus dapat berlatih dan menjadi pemain seperti yang akan kita saksikan ini “. Papar Acep.
Lebih lanjut Acep mengatakan, untuk voli ball Kuningan belum mampu mensejajarkan diri dengan Kabupaten yang lain yang sudah memiliki pemain-pemain berkelas namun kedepan saya percaya dengan seringnya dilaksanakan event seperti ini Kabupaten Kuningan dapat mempunyai pemain-pemain yang dapat berbicara di level atas. Pungkasnya. *DoniS*


ACEP RESMIKAN UPK KECAMATAN CIGANDAMEKAR



Bupati Kuningan H. Acep Purnama meresmikan kantor baru Unit Pengelola Kegiatan ( UPK ) Kecamatan Cigandamekar, Sabtu 22 Januari 2017 bertempat di halaman kantor baru UPK Kecamatan ciganda mekar. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati H. Acep Purnama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Deniawan, Camat Cigandamekar Solihin, S.Stp, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cigandamekar.
Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa UPK mempunyai peranan penting dalam pengelolaan kegiatan baik berupa administrasi dan keuangan dana PNPM di tingkat kecamatan, oleh karena itu beliau berharap agar para pengelola kegiatan mempunyai kemampuan untuk mengelola kegiatan agar UPK ini dapat berjalan dengan baik dan dapat melayani masyarakat.
Selain itu dengan telah adanya kantor baru di Kecamatan Cigandamekar ini diharapkan dapat lebih memberikan motivasi serta memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat khususnya di cigandamekar ini. Kedepan diseluruh wiyalah Kabupaten Kuningan khususnya di tingkat kecamatan dapat mempunyai kantor seperti ini agar pelayanan lebih baik lagi.
Pada kesempatan tersebut Bupati berkenan meresmikan kantor baru UPK Kecamatan cigandamekar ditandai dengan pengguntingan pita serta pembukaan kunci pertama sebagai tanda dimulainya pengopersian kantor baru UPK.

Peresmian kantor baru tersebut sangat disambut dengan gembira oleh masyarakat Cigandamekar itu ditandai dengan banyaknya tokoh masyarakat yang hadir dalam peresmian kantor baru tersebut. *DoniS*

Jumat, 20 Januari 2017

PEMKAB KUNINGAN DAN DPRD TANDATANGANI KESEPAKATAN AKSI PPK





Penandatangan Penyepakatan Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) Terintegrasi Pemkab Kuningan Dengan DPRD Kabupaten Kuningan yang di tandatangani oleh Bupati Kuningan H.Acep Purnama, SH.MH dengan Ketua DPRD Kuningan  Rana Suparman S.Sos di ruang rapat Linggarjati berlangsung jumat  (20/1/2017)
Dalam pertemuan ini Kepala Inspektorat Kabupaten Kuningan Drs. H. Kamil Ganda Permadi MM. Mengatakan Kabupaten Kuningan telah di Monitoring dan di supervisi oleh TIM dari Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI), pada 18 Januari 2017 kemarin.    Kabupaten Kuningan diberi target untuk menyusun Rencana Aksi PPK  Pemerintah Daerah terintegrasi dan menyampaikannya kepada KPK RI akan dilaksanakan pada senin 16 Januari 2017 ungkapnya.
Aksi PPK sendiri meliputi Integrasi sistem perencanaan kegiatan, integrasi sistem keuangan, optimalisasi pengunaan sistem aplikasi, tranparansi dan akuntabilitas, optimalisasi sistem pengawasan, optimalisasi pengelolaan keuangan, peningkatan tata kelola sistem informasi daerah, optimalisasi sistem kepegawaian. Rencana aksi  PPK sendiri akan di monitoring oleh TIM KPK RI pada   Juni 2017 yang akan datang.
Dalam sambutannya Bupati Kuningan mengatakan sebagai tindak lanjut komitmen pencegahan korupsi terintegrasi di PEMKAB/KOTA di Jawa Barat dengan KPK RI, adanya Intervensi kuat dari pihak dalam perencanan kegiatandan perencanaa anggaran, pengadaan barang dan jasa, alokasi bantuan sosial dan bantuan keuangan, oleh karenanya Kabupaten Kuningan dituntut komitmennya untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi di mulai sejak perencanaan penganggaran, pengelolaan keuangan, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset hingga proses pengawasan dan monitoring pembangunan.
Sebagai Pimpinan Daerah tentunya saya menginginkan pelaksanaan roda pemerintahan di Kabupaten Kuningan dapat berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel. Prinsip Good Governance dan Clean Goverment sudah menjadi keniscayaan, saya sendiri tidak mengetahui hal apa yang di adukan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan ke KPK RI tetapi fakta ini menunjukan bahwa masyarakat semakin pintar ,  semakin kritis dan sadar akan hak mereka sebagai publik yang kita layani, ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya Bupati Kuningan, mengucapkan selamat bekerja , tetap kompak dan tetap berpegang pada komitmen, kita bersama dalam mencegah dan memberantas korupsi di Kabupaten Kuningan.***IP 

WUJUDKAN KUNINGAN MAS, BUPATI INSTRUKSIKAN SHOLAT BERJAMAAH TEPAT WAKTU



Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta mendukung visi Kabupaten Kuningan “Kuningan Mandiri, Agamis, dan Sejahtera Tahun 2018.” Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH, melalui surat edaran Bupati Kuningan tanggal 16 Januari 2017 Nomor : 451/86/kesra, menghimbau kepada seluruh SKPD, Pimpinan BUMD/BUMD, Instansi Vertikal beserta jajarannya yang beragama islam agar menghentikan seluruh kegiatan pada jam kerja/sekolah saat adzan berkumandang dan segera melaksanakan sholat fardhu secara berjamaah di masjid/langgar/mushola terdekat di tempat masing-masing, bagi yang beragama non muslim agar menyesuaikan.
“Nilai-nilai keagamaan merupakan pondasi dasar bagi seluruh masyarakat dalam menjalankan hidup dan kehidupan sehari-hari, atas dasar itulah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat tentu nilai-nilai keagamaan tersebut menjadi bagian penting yang harus dilaksanakan,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu prasyarat yang turut menentukan keberhasilan pembangunan adalah adanya kesadaran masyarakat untuk mengetahui, memahami, serta mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari secara baik dan benar, kesadaran untuk menjadi masyarakat yang agamis.
“Masyarakat yang agamis itu adalah masyarakat yang taat kepada hukum, memiliki toleransi yang tinggi terhadap sesama, serta mencintai lingkungan. Keharmonisan dan kesejahteraan hidup akan lebih mudah diwujudkan di tengah-tengah masyarakat yang agamis,” tandasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi serta mendukung penuh beragam kegiatan-kegiatan bernilai keagamaan yang telah berlangsung dan menjadi adat-istiadat di masyarakat, kegiatan tersebut senantiasa terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan ditingkatkan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang agamis.
Bupati berharap melalui surat edaran ini sejatinya menjadi pemacu bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus berupaya meningkatkan pembangunan di berbagai bidang terutama bidang keagamaan yang menjadi salah satu visi kuningan. Selain itu pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur yang juga merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. ***ben


Kamis, 19 Januari 2017

BEGINI PENAMPAKAN MASJID AL-ASRI PASCA ADANYA SURAT EDARAN


Mesjid Al-Asri yang berada di kompleks Kantor Bupati Kuningan pasca diberlakukannya surat edaran Bupati Kuningan No : 451/86/Kesra terlihat penuh oleh para pegawai yang akan berjamaah sholat ketika adzan berkumandang. Para pegawai mengaku sangat mendukung surat edaran Bupati tersebut karena beribadah merupakaan kebutuhan bagi semua manusia dalam hubungan dengan tuhannya.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama pun pada Kamis 19 Januari 2017 terlihat melakukan sholat berjamaah kendati pada waktu itu sedang menerima kunjungan Bapak Agum Gumelar yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Kuningan terkait dengan rencananya membangun wisma Pepabri di Kabupaten Kuningan.
Acep mengungkapkan kepada Agum bahwa Kabupaten Kuningan kini sudah memberlakukan Surat Edaran kepada seluruh SKPD/Instansi/Sekolah terkait dengan pelaksanaan sholat berjamaah dan berhenti melakukan aktifitas ketika terdengar adzan.
Menurut Acep hal tersebut bertujuan untuk membawa Kabupaten Kuningan menuju Kabupaten Religius sesuai dengan visinya Mandiri, Agamis dan sejahtera. Selain itu juga Acep berharap dengan diberlakukannya surat edaran ini Kabupaten Kuningan menjadi Kabupaten yang lebih kondusif karena semua masyarakatnya dibentengi dengan iman dan taqwa.

Agum gumelar yang dalam kesempatan tersebut sedang melakukan kunjungan bersama para pengurus pusat Pepabri juga sangat mendukung dan bersyukur karena Kuningan sudah memiliki payung hukum untuk menunjang visi Kabupaten Kuningan tersebut. Kedepan kebijakan-kebijakan seperti ini harus terus ditelorkan oleh pemimpin sehingga berdampak positif untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Kuningan. Pungkasnya. *DoniS*

SETETES DARAH UNTUK KEMANUSIAAN



Bupati Kuningan H. Acep Purnama melantik Kepala Markas dan Kepala Unit trasnfusi darah PMI Cabang Kuningan, kamis 19 Desember 2017 bertempat di Markas PMI Kabupaten Kuningan Jalan raya Ciloa Kuningan. Mereka yang dilantik sebagai Ketua Markas PMI dr. Dedi daan Kepala Unit Transfusi darah Yusef. Pelantikan yang dilakukan di aula PMI Kuningan tersebut dihadiri oleh jajaran dewan kehormatan PMI Kabupaten Kuningan, Ketua PMI Kecamatan, serta seluruh jajaran pengurus dan Staf PMI Kabupaten Kuningan.
Bupati Acep dalam sambutannya mengharapakan kepada kepala markas PMI dan UTD PMI Kuningan untuk dapat bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas serta melakukan yang terbaik untuk mendorong berbagai kemajuan tugas-tugas kemanusiaan yang sudah barang tentu dibawah koordinasi jajaran pengurus PMI Kabupaten Kuningan.
Harapan ini saya sampaikan karena banyak pekerjaan rumah yang harus segera diurai, ditindak lanjuti, dan dilakukan baik oleh kepala markas maupun kepala UTD yang baru dilantik. Saya berharap semua dapat bergerak cepat untuk erancang sekaligus menjabarkan prograam-program dan kebijakan strategis pengurus PMI Kabupaten Kuningan untuk memastikan berjalan optimalnya peran-peran PMI di tengah masyarakat Kabupaten Kuningan. Saalah satu peran tersebut adalah bagaimana PMI dapat memaksimalkan perannya untuk mampu menjalankan misi-misi kemaanusiaan dan memerankan diri sebagai lembaga kemanusiaan dan memerankan diri sebagai lembaga kemaanusiaan yang selalu aaktif daan peduli terhadap berbagai upaya penanganan masalah kemanusiaan.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di Kabupaten Kuningan dalam sebulan membutuhkan sekitar 1200 labu daarah, utnuk itu kami minta kepada kepala UTD untuk terus menerus mensosialisasikan donor darah sukarela sehingga kedepan diharapkan donor darah menjadi budaya serta gaya hidup dikalangan masyarakat. Tugas dan tanggung jawab ini harus terus digalakan untuk mencapai tujuan ini karena antara permintaan darah dan ketersediaannya belum berbanding lurus.
Untuk itu kedepan kami  juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan dari berbagai elemen untuk bisa menjadikan donor darah sebagai kebutuhan dan gaya hidup karena setetes darah dari kita akan menyelamatkan orang yang membutuhkannya. Tutup Acep. *DoniS*


BUPATI LAUNCHING 1000 BUKU DAN 1000 AL QURAN




Bupati Kuningan H. Acep Purnama melaunching program 1000 buku dan 1000 Al-Qur’an, Kamis 19 Januari 2017 bertempat di SMAN 1 Cilimus. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati H. Acep, Camat Cilimus Eny, Kepala Bagian Kesra Toni serta para jajaran Kepala Sekolah se-Kabupaten Kuningan.
Launching program ini juga dihadiri oleh Ustadz Soleh Mahmud ( Ustadz Solmet ). Ustadz yang sudah tak asing lagi ini hadir untuk memberikan pencerahan dan motivasi kepada masyarakat Kabupaten Kuningan khususnya para siswa siswi SMAN 1 Cilimus untuk lebih meningkatkan dan mempelajari Al-Qur’an, kecintaan kita terhadap Al-Qur’an mudah-mudahan menjadi wasilah kita untuk lebih dekat kepada Allah SWT.
Program yang digagas oleh civitas sekolah SMA 1 Cilimus adalah bukti bahwa sekolah mempunyai peran dalam peningkatan kualitas SDM dan membangun karakter SDM sebagai bekal untuk kehidupan dimasa yang akan datang. Semakin banyak buku yang kita baca dan pelajari akan semakin banyak meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, begitu juga dengan mempelajari Al-Qur’an akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT.
Dalam sambutannya Bupati Acep mengatakan, dalam upaya meningkatkan dan memperdalam keimanan kita SMA 1 Cilimus telah berhasil membuat program yang sangat bagus dan memberikan nilai positif bagi siswa siswinyaa, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kuningan mengucapkan terima kasih daan penghargaan kepada SMA 1 Cilimus yang telah berjalan mendidik dan menghasilkan SDM yang berilmu daan berakhlakul Qarimah.

Lebih lanjut Acep berharap agar kedepan seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Kuningan dapat mengikuti jejak SMA 1 Cilimus yang telah berhasil menelurkan program yang sejalan dengan Visi Kabupaten Kuningan Mandiri, Agamis dan sejahtera. Visi agamis dapat tercapai melalui program ini karena sejak dini kita tanamkan mencintai Al-Qur’an kepada anak didik kita. Pungkas Acep. *DoniS*

WAKIL BUPATI KUNINGAN BUKA SEMINAR PARENTING



Kegiatan Seminar Parenting  yang di selenggaraka oleh IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia) bertemakan “ Deteksi Dini Tumbuh Kembang Melalui Time Out Dalam Rangka Mengelola Emosi Anak” dengan narasumber Aries Setyawan , S.TP, C.Ht sebagai Trainer PT. ABCO SUGESTI MOTVATINDO, yang di selenggarakan pada hari Kamis (17/1) bertempat di Gedung Sanggariang.
Acara tersebut  di hadiri Wakil Bupati Kuningan Dede Sembada ST, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Bunda Hj. Ika Rahmatika ,SE, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan  DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Ketua PGRI kabupaten Kuningan Pipin Mansur Arifin M.Pd, Kabid PAUD dan Dikmas Elon Carlan S.Pd, M.Pd, beserta jajaran nya, Ketua GOPTKI, Ketua GOW dan para guru beserta orang tua murid taman kanak-kanak.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Ibu Hj. Ika Rahmatika, SE  yang juga sebagai ibu Bupati Kuningan mengatakan anak merupakan  anugerah terindah yang di beriakan Allah SWT. pendidikan anak harus di terapkan sejak dini dan sebaik mungkin supaya esok di kemudian hari tidak menyesal dalam mendidik anak, juga berpesan jaga anak-anak kita supaya tidak terjerumus dalam lembah hitam.
Ketua PGRI  juga menyampaikan berterima kasih kepada semua peserta Seminar atas kehadirannya, organisasi  PGRI merupakan induk dari IGTKI dan di dalamnya terdapat guru TK dan guru PAUD  tugas pokok guru ada tiga  yaitu Mendidik, Mengajar dan Melindungi. Di harapkan Guru dapat terus menjunjung tinggi nama baik Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten yang menuju Kabupaten Pendidikan dan diharapkan guru jangan salah asah dan salah asuh kepada anak-anak yang sedang berkembang.
Wakil Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan keluarga merupakan institusi sosial budaya terkecil di masyarakat yang mempunyai peran sangat besar bagi pembentukan perilaku anak dan dalam mencetak karakter individu yang terpuji. Tujuan membentuk keluarga adalah untuk menjalankan ajaran agama dan bertaqwa kepada tuhan yang maha ESA, masa depan suatu bangsa dapat ditingkatkan kualitasnya apabila di dukung oleh peningkatan kualitas kesejahteraan anggota keluarga.apabila kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) laki-laki dan perempuan sama-sama dapat di tingkatkan dan kuat karena didukung oleh manusia yang berkualitas, arif dan bijaksana dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi maka negara akan tangguh
Keluarga juga berperan besar dalam mendidik, melindungi dan memelihara anak-anaknya sesuai dengan nilai-nilai keluarga, norma masyarakat  dan agama yang dianut. Kualitas mengasuhan anak juga ditentukan  oleh ayah dan ibu sangat berpengaruh terhadap perilaku anak dalam hal ini pengasuhan bukan kewajiban sang ibu saja  merupakan kewajiban bersama antara ayah dan ibu.
Wakil Bupati Kuningan mengajak kepada semua peserta seminar dapat memanfaatkan sebaik-baiknya ilmu yang di dapat dari narasumber sekaligus mampu menerapkan dalam kehidupan sehari hari. ***IP