Minggu, 22 November 2009

BUPATI RESMIKAN MESJID AL - HIDAYAH




Megah serta nyaman, sebutan tersebut layak disematkan untuk mesjid Al-Hidayah, mesjid yang berlokasi di Desa Tenjolayar Kecamatan Pancalang hari ini minggu (22/11) secara langsung diresmikan oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos.
Hadir dalam acara peresmian tersebut Ketua MUI Kabupaten Kuningan K.H. Hafidin Ahmad, Donatur Mesjid Al-Hidayah H. Edi Kusnadi, Kepala Bagian Kesejahtraan Masyarakat Setda Kabupaten Kuningan Maman Hermansyah, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mutawally K.H.Abdulah Dunun, Camat Kecamatan Pancalang Dra. Eni, Muspika Kecamatan Pancalang serta undangan lainnya.
Pembangunan Mesjid Al-Hidayah, balai desa serta madrasah ini menelan dana Rp.2,9 M yang merupakan sumbangan dari donatur, adalah H. Edi Kusnadi yang merupakan seorang kontraktor dan asli pituin orang Kuningan.
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S. Sos, menyambut baik acara tersebut serta merasa bangga kepada para perantau asal Kabupaten Kuningan yang telah peduli akan pembangunan Kabupaten Kuningan khususnya sarana peribadatan warga, menurutnya kontribusi warga dalam pembangunan sangat diperlukan untuk membantu pemerintah daerah itu sendiri. Ungkapnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan momentum peresmian ini senantiasa dijadikan media dakwah dalam rangka memperkokoh komitmen untuk membangun pembinaan kehidupan beragama secara berkualitas dan menjadikan mesjid sebagai pusat berbagai kegiatan penegakan ajaran agama yang suci dengan pondasi akidah yang kokoh dan kuat.
Ia mengatakan bahwa peranan mesjid sangat unggul dan besar sekali kontribusinya bagi penciptaan SDM yang bermutu serta berakhlakul karimah, semua itu hendaknya dapat terus dipicu karena tugas pengabdian di haadapan Allah SWT bersifat abadi dan tidak mengenal batas akhir. Ujarnya.
Ia mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk memakmurkan mesjid Al-Hidayah melalui program-program keagamaan secara berkualitas arahnya yang tidak lain mendorong masyarakat lebih peka dalam hal pemurnian akidah dan pendalaman syariahnya sehingga akan berdampak pada ketahanan mental spiritual keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kokoh. Pungkasnya.

Jumat, 20 November 2009

PEMKAB KUNINGAN PRIORITASKAN SARANA PERIBADATAN



Wakil bupati Kabupaten Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM., berkesempatan melaksanakan kegiatan rutin jum’at keliling ke Desa Kawahmanuk Kecamatan Darma.
Didampingi oleh Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Drs. H. Lili Suherli.,M.Si, Kepala Bagian Kesejahtraan Rakyat Setda Maman Hermansyah serta Camat Kecamatan Darma Kadjo KS. Jumat (20/11) sekaligus meninjau renovasi mesjid di Desa tersebut.
Mesjid Desa Kawahmanuk merupakan salah satu bangunan yang terkena bencana gempa dan kini sedang dalam tahapanan renovasi, pada kesempatan tersebut pula kembali pemerintah daerah Kabupaten Kuningan melalui bagian Kesejahtraan Rakyat dan diserahkan langsung oleh wakil Bupati Kabupaten Kuningan Drs.H. Momon Rocmana, MM, menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 10 Juta yang diperuntukkan bagi penyelesaian tahap renovasi.
“Kami berharap kepada seluruh warga Desa Kawahmanuk agar sumbangan dana tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga proses renovasi mesjid dapat berjalan dengan cepat dan lancar.” Tuturnya.
Menurutnya pembangunan sarana dan prasarana terutama bangunan peribadatan warga merupakan fokus pemerintah daerah Kabupaten Kuningan karena dengan tempat ibadah yang baik serta layak dapat menghasilkan insan – insan kamil yang mampu beribadah dengan sempurna. Tambahnya.
Lebih lanjut Ia menyampaikan terimakasih kepada semua warga yang telah membantu pembangunan mesjid karena apabila hanya mengandalkan bantuan dari pihak pemerintah saja rasanya sulit untuk menyelesaikan pembangunan dengan cepat, peran serta masyarakat dalam pembangunan sangat diperlukan. Ia menyebutkan bahwa partisipasi atau swadaya masyarakat dapat dihitung 1 berbanding 3, yang artinya bahwa bantuan dari masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan bantuan dari pemerintah daerah itu sendiri. Pungkasnya.

Sekdes Baru Diberikan Pembinaan dan Bimbingan Teknis



Sebanyak 41 orang Sekdes yang diangkat dari pormasi PNS. Sebelum terjun kelapangan diberikan pembinaan dan bimbingan teknis terlebih dahulu, melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kab. Kuningan, bertempat di Permata, Kamis (19/11). Wakil Bupati Kuningan Drs. Momon Rochmana, M.Si. Tampak hadir Kepala BKD Kuningan Drs. Nurahim, M.Si. dan Kabid Mutasi BKD Drs. Ade Priatna, M.Si.
Desa mempunyai peran dan fungsi yang strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Karena desa merupakan tempat bertemunya kebijakan pemerintah dan aspirasi dari masyarakat, tempat dikoordinasikannya program-program pembangunan yang masuk ke wilayah perdesaan.
Disamping itu, sebagai tempat terwujudnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, tempat pemberian pelayanan kepada masyarakat secara langsung dan tingkat tingkat pemerintahan yang mendukung secara langsung pemerintahan kabupaten.
Dalam upaya meningkatkan performance pemerintahan desa, salah satunya adalah dengan mengisi jabatan sekretaris desa dari pegawai negeri sipil, karena dengan diisinya jabatan sekretaris desa, Wakil Bupati mengharapkan, pelaksanaan tugas pemerintahan dan administrasi desa akan lebih efektif; sekretaris desa akan mempunyai jam kerja yang lebih efektif dan fungsi fungsi koordinasi akan lebih baik
’’Untuk itu, sudah sepatutnya apabila kondisi ini disikapi dengan tekad dan sikap yang teguh untuk melaksanakan tugas dengan baik, penuh disiplin, dedikasi dan loyalitas, dimanapun saudara bertugas, karena pada prinsipnya saudara telah menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas dimanapun saudara ditempatkan,“tegasnya.
Ada hal yang perlu diperhatikan selaku Sekdes karena pekerjaan ini cukup menantang, disamping memerlukan kemampuan administratif juga memerlukan sikap yang lebih arif dan bijaksana. Karena berhubungan langsung dengan masyarakat desa.
“Namun saya yakin sebuah pekerjaan jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tidak akan ada pekerjaan yang sulit. Sehingga tidak perlu khawatir tidak mampu melaksanakannya, terlebih lagi sudah ada peraturan daerah yang mengatur tugas dan fungsi sekretaris desa,“ katanya.
Untuk itu, Wakil Bupati meyakinkan semua Sekdes yang baru ini akan mampu melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab, seiring waktu berjalan sambil terus belajar, maka kemampuan akan datang (learning by doing)
Ditambahkannya, kunci keberhasilan dalam melaksanakan amanah ini adalah kemampuan untuk mewujudkan kebersamaan, baik dengan kepala desa, perangkat desa lainnya, BPD, Lembaga Kemasyarakatan dan komponen masyarakat lainnya.
Untuk mewujudkan kebersamaan ini, Wakil Bupati mengingatkan, untuk melakukan langkah-langkah, diantaranya komunikasi secara intensif dengan berbagai komponen masyarakat; mengedepankan musyawarah dalam berbagai kegiatan dan pemecahan masalah, mengembangkan sikap terbuka dalam manajemen pemerintahan desa terutama keuangan desa.
Ditegaskan Wakil Bupati Kuningan, kedudukan sebagai Sekdes tidak berlaku untuk seumur hidup melainkan ini hanya sebuah proses kepegawaian. Karena mereka juga bagian dari PNS sehingga mempunyai hak yang sama. Tidak menutup kemungkinan yang memiliki prestasi mendapatkan kedudukan di organisasi yang lebih besar.
Dan perlu diingatkan kesuksesan seorang pegawai bukan dari orang lain dan dimana berawal ditempatkan melainkan dari prestasi, loyalitas, disiplin, keuletan dan keiinginan untuk maju. Seperti contohnya Atang Aprudin yang semula hanya petugas agenda surat dengan keinginan yang besar untuk mau belajar dia mampu menjadi Sekretaris Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala BPMD Drs. Ir. H. Durachman, MM. melalui Kabid Pemdes Drs. Agus Sumitra, M.Si. mengatakan maksud kegiatan ini, sebagai orientasi tugas PNS yang ditugaskan menjadi Sekdes. Untuk mendukung terselenggaranya pemerintahan desa. Dengan tujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan Sekdes dibidang pemerintahan, pengelolaan administrasi dan mempersiapkan mental PNS dalam menjalankan tugasnya.
Disebutkannya, jumlah peserta pelatihan di bagi 2 angkatan. Untuk tahap pertama sebanyak 41 orang yang sekarang ini mengikuti latihan. Untuk tahap peserta tahap kedua adalah Sekdes non PNS yang masih menduduki jabatan sekdes dan kepala urusan sebanyak 119 orang.

Kamis, 19 November 2009

SOSIALISASI PNPM MANDIRI PEDESAAN



Pada hari rabu tanggal 18 Nopember 2009 Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( BPMD ) Kabupaten Kuningan menyelengarakan Semiloka Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) bertempat di Meeting Room Lembah Ciremai (LC) Restaurant, yang diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua Komisi A DPRD serta anggota, Camat , perwakilan SOPD, LSM, Ormas serta Para Pelaku PNPM.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin pedesaan dengan mendorong kemandirian dalam mengambil keputusan dan pengelolaan pembangunan demikian dijelaskan H. Durachman, MM; Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Lebih lanjut Durachman mengatakan meningkatnya derajat kesehatan Ibu dan Anak – anak balita,meningkatnya pendidikan anak usia sekolah hingga tamat Sekolah Dasar ( SD/MI ) dan Sekolah Menengah Pertama ( SMP/MTs ).
Sumber Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan dan Generasi Sehat dan Cerdas dari APBN,APBD dan Swadaya Masyarakat. Realisasi Dana TA 2008 Untuk PNPM mandiri Pedesaan (PPK) berjumlah Rp1.350.000.000,-dengan lokasi satu kecamatan dan PNPM Generasi Sehat dan Cerdas berjumlah Rp.25.100.000.000,- dengan lokasi 20 Kecamatan,telah disalurkan seluruhnya melalui Rekening kolektif di UPK masing-masing kecamatan pada pertengahan Desember 2008.
Adapun Jenis kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat dan Cerdas di Kabupaten Kuningan Bidang Kesehatan jumlah dana yang dialokasikan sebesar Rp 11.719.924.749,- dengan rincian kegiatan Pemeriksaan Ibu Hamil yang menjadi sasaran/pemanfaat oleh Bidan atau Dokter minimal 4 kali selama masa kehamilannya,Pemberian Pil Fe (Penambah darah) minimal 90 butir selama masa kehamilan,Pemberian makanan tambahan(PMT) bagi Ibu hamil dan Ibu menyusui,Membiayai proses persalinan/kelahiran bagi sasaran pemanfaat yang ditangani oleh Bidan atau Dokter,Perawatan Ibu setelah melahirkan / nifas dan bayinya oleh Bidan atau Dokter minimal 2 kali perawatan dalam waktu 40 hari setelah proses kelahiran,
Pemberian Vitamin penambah Nafsu makan untuk balita,Pemberian makanan tambahan (PMT) anak balita terutama yang dibawah Garis Merah dengan susu,bubur kacang hijau,biskuit,dan lain-lain,Pembangunan gedung Posyandu 28 buah,Pembangunan Gedung Polindes 1 buah, Rumah Bides - Polindes 1 buah,Pembangunan Gedung Poskesdes 10 buah,Alat tulis Posyandu,Pengadaan perlengkapan Posyandu,Polindes dan Poskesdes, Insentif kades Posyandu.
Bidang Pendidikan jumlah dana yang dialokasikan sebesar Rp.12.132.494.882,- dengan rincian kegiatan sebagai berikut: Seragam, sepatu dan tas sekolah, Lembar Kerja Siswa (LKS), Transportasi untuk anak SMP/ MTs, Alat tulis sekolah, Sepeda untuk anak SMP/ MTs sebanyak 16 Unit, Pembangunan tambahan lokal SD 1 unit, Pembelian Kursi roda 2 unit dan Insentif Guru sukwan.
Jenis Kegiatan PNPM Mandiri Pedesaan di Kabupaten Kuningan sebagai berikut Simpan pinjam Rp.282.850.000,-,Sarana Prasana Rp.986.744.800,- dan kegiatannya. Pembangunan Pelimpas 7 unit, Gorong-gorong Bis 4 unit, Jembatan Beton 3 unit, Sumur Bor 1 unit, Bak penampung air 8 Unit, Jalan Beton tanjakan 2 unit Tanggul penahan banjir 2 unit.
Rencana lokasi dan alokasi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM ) Tahun anggaran 2009 sebesar Rp.39.700.000.000,- yang akan dialokasikan kepada 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten kuningan.
Tampil sebagai pemberi materi pada semiloka Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) adalah Wakil Bupati Kuningan Drs.H Momon Rochmana MM, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs.H.Duchraman.MM,Kepala Inspektorat Drs. H. Maman Suparman. MM, serta tiga orang konsultan kabupaten.Pepy Permadi,Ahmadi dan Yuti bergerak di bidang Pemberdayaan Teknis dan Keuangan.

Bupati Aang Serahkan Bantuan Sosial dari Gubernur Jawa Barat




Sebanyak 32 lokasi yang terdiri dari yayasan, pondok pontren, lembaga keagamaan koperasi dan kelompok tani menerima kucuran dana bantuan sosial dalam bentuk bantuan keuangan dari Gubernur Jawa Barat. Bantuan diberikan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda melalui Bagian Kesra Setda Kab. Kuningan. Bertempat di Ruang Rapat Setda, Rabu (17/11). Disaksikan Ketua DPRD Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Asisten Administrasi dan para camat.
Disebutkan Kepala Bagian Kesra Drs. H. Maman Hermansyah, M.Si. penyerahan bantuan ini diberikan untuk yayasan 7 lokasi, pontren,/lembaga keagamaan 20 lokasi, koperasi 4 lokasi dan kelompok tani 1 loksi, yang seluruhnya berjumlah 32 lokasi dengan total Rp. 1.655.000.000. lokasi tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Kuningan.
Dijelaskannya, bantuan untuk rehabilitasi atau pembangunan pembayarannya dilakukan tiga tahap, 50 % setelah syarat-syarat terpenuhi, 45 % setelah SPJ dan 5 % setelah fisik pekerjaan mencapai 100 %. Dan untuk modal kerja pembayarannya, dilakukan sekaligus setelah persyaratan terpenuhi.
Sementara itu, bantuan untuk modal kerja dan pengadaan peralatan pembayarannya dilakukan 2 tahap, yakni tahap pertama 95 % setelah syarat-syarat terpenuhi dan tahap kedua 5 % setelah kegitan mencapai 100 %.
Dalam arahannya Bupati Aang berpesan, SKPD terkait dan para camat agar melaksanakan monitoring sekaligus evaluasi. Terhadap pelaksnaan kegiatan yang dilaksanakan oleh penerima bantuan. Dan memberikan arahan serta petunjuk apabila terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya.
Untuk pengelola yayasan, pontren/lembaga keagamaan, bantuan ini merupakan suntikan dana bagaimana yayasan bisa dikelola dengan baik. Jangan sampai tidak ada kemajuan sekaligus bisa menambah berbagai kegiatan. Bantuan ini menunjukan betapa besarnya Provinsi Jabar memberikan perhatian terhadap yayasan, pontren/ lembaga keamanan.
Lebih lanjut, Bupati Aang menghimbau kepada pengelola agar memperhatikan faktor lingkungan. Sesuai dengan visi Kuningan salah satunya untuk mengembangkan lingkungan yang lestari.
Kaitannya dengan koperasi, Bupati Aang menjelaskan, koperasi merupakan salah satu media kekuatan ekonomi. Untuk itu dalam pengelolaan koperasi dibutuhkan manajemen yang baik dan orang-orang yang jujur.
“Sehingga kemajuan koperasi sebagai sokong ekonomi masyarakat dapat terwujud. Terlebih lagi Kuningan sudah menjadi Kabupaten Koperasi yang dimotori oleh beberpa kecamatan, diantaranya Kecamatan Cibingbin, Kuningan dan Cilimus,”katanya.
Disamping itu, Bupati Aang mengharapkan kepada kelompok tani yang mendapatkan bantuan harus ada kemajuan dalam usahanya. Dengan memperhatikan factor kualitas, karena jika hal ini diabaikan bisa menurunkan harga produk.
“Dengan diberikannya bantuan ini, saya tidak ingin mendengar ada pengelola yang melakukan penyimpangan. Namun dalam pengelolaannya harus digunakan dengan tepat. Sehingga manfaatnya pun akan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.”tegasnya. (n)

Senin, 16 November 2009

Bappeda Launching Kegiatan Peningkatan Kapasitas Daerah atau SCBD



Dengan digurlikannya desentralisasi atau otonomi daerah telah memberikan kewenangan yang luas kepada daerah kabupaten/kota. Untuk itu, dibutuhkan peningkatan kapasitas daerah/ SCDB baik dalam aspek kebijakan, kelembagaan, manajemen SDM, Diklat dan keuangan. Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bapeda menggelar kegiatan peningkatan kapasitas daerah atau SCBD (Sustainable Capacity Building For Descentralization). diikuti sebanyak 90 orang, bertempat Aula Bank Jabar Banten Cabang Kuningan, Jum’at (13/11).

Tampak hadir Ketua DPRD Kab. Kuningan, Direktur CPMO SCBD, Direktur PT. Reka Spasia Indonesia, Direktur Mutiara Wiyatadarma, Field Team SCBD dan undangan lainnya.

Menurut Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, SCBD merupakan program peningkatan kapasitas daerah dalam menunjang desentralisasi, yaitu sebagai bagian upaya besar dalam mendukung reformasi tata pemerintahan dan revitalisasi kehidupan ekonomi, dan penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia.

SCBD ini merupakan bagian dari kerangka nasional dalam peningkatan kapasitas mendukung desentralisasi, yang mengacu kepada kebutuhan penyesesuain kebijakan dan regulasi. Untuk reformasi kelembagaan, penyesuaian prosedur kerja dan mekanisme koordinasi dan peningkatan keterampilan dan kualifikasi orang-orang.

Disamping itu, sebagai perubahan sistem nilai serta prilaku sedemikian rupa yang dapat memenuhi tuntutan otonomi daerah dan suatu pendekatan baru. Tentang kepemerintahan dan administrasi serta mekanisme partisipasi yang tepat untuk dapat dapat memenuhi tuntutan agar lebih demokratis.

Dari kerangka nasional yang ditetapkan ini. Terapat 8 bidang kebijakan pemerintah yang menjadi prioritas dasar, yakni kerangka kerja peraturan yang lebih baik, pengukuran reformasi kelembagaan yang esensial, peningkatan kepentingan pada manajemen sumber daya manusia (SDM) dan system keuangan daerah dan manajemen keuangan yang lebih baik.

Selain itu kebutuhan untuk memberdayakan masyarakat, perencanaan daerah yang partisipatif, dukungan terhadap pembangunan ekonomi dan manajemen transisi yang lebih baik.

Dikatakan Bupati Aang, program ini sangat menunjang dalam penjabaran salah satu misi, yaitu peningkatan kualitas SDM.Untuk itu, diharapkan peserta diklat akan berdampak kepada peningkatan kinerja aparatur, meliputi administrasi umum, manajemen keuangan, pengawasan, hukum, pengembangan SDM, informasi dan komunikasi perencanaan pembangunan, implementasi program, monitoring dan evaluasi dan pengadan barang.

Dalam laporannya, Drs. H. Yosep Setiawan, M. Si. Kepala Bapeda Kabupaten Kuningan mengatakan, tujuan dari launching SCBD merupakan peresmiaan titik awal digulirkannya SCBD Kabupaten Kuningan dan membangun kesepahaman serta membangun komitmen untuk mensukseskan SCBD. Sedangkan tujuan dari Inception Report, yaitu media sosialisasi lanjutan terhadap kegiatan SBD pelaksaanan periode I. untuk waktu implementasi pelaksanaan secara multi tahun mulai 2009 hingga 2011.

Disebutkannya, untuk peserta kegiatan SCDB terdiri dari CPMO, konsultan, unsur DPRD, para Asisten, kepala OPD, kepala bagian Setda, camat, tim pelaksana (PIU) SCBD dan unsur perguruan tinggi dengan jumlah 90 orang. Kegiatan ini, “Ada pun biaya kegiatan 80 % dari ADB/APBN dan 20 % dari APBD Kabupaten,”katanya. (*).

Minggu, 15 November 2009

“Kuningan Car Free Day” Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Turun ke Jalan





Ribuan masyarakat Kuningan dan Gubernur Jawa Barat DR. H. Ahmad Heriawan, Lc. didampingi Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda turun ke jalan. Dengan berjalan kaki mulai Bundaran Cijoho hingga Taman Kota. Setiap ruas jalan begitu tampak masyarakat begembira ria menuangkan waktunya untuk berolahraga, bercekrama antar keluarga dan menyaksikan berbagai pagelaran dan lainnya. Hal ini terjadi, sebagai hari dimulainya kegiatan bebas kendaraan bermotor (Car Free Day). Yang dicanangkan langsung oleh Gubernur Jabar, berlokasi di Taman Kota, Minggu (15/11). Dan selanjutnya akan berlangsung setiap hari minggu.
Tampak hadir juga Kepala Badan Koordinasi Pemrintah dan Pembangunan wilayah III Propinsi Jabar, Wakil Bupati Kuningan, Unsur Muspida, Pimpinan DPRD, Dandim 0615, Wakapolres Kuningan dan lainnya.
Dalam laporannya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. H. Yayan Sofyan, MM. selaku ketua panitia kegiatan Car Free Day, mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini, salah satu upaya untuk meningkatakan kesadaran masyarakat dan meuwujudakan lingkungan yang bersih dan sehat. Bebas dari sampah dan polusi udara.
“Selain itu, memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melaksnakan kegiatan sehari-hari, yang berkaitan dengan lingkungan bersih dan sehat melalui olah raga termasuk olah raga tradisional. Dan menjadikan forum silaturahim antara masyarakat dan pemerintahnya,”ungkapnya.
Lebih lanjut Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, menjelaskan untuk mewujudkan Kuningan lebih sejahtera berbasis pertanian dan pariwisata yang maju dalam lingkungan lestari dan agamis 2013. Telah ditetapkan 4 misi salah satunya, meningkatkan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Kaitan dengan hal itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan memiliki program prioritas yang telah dan sedang berlangsung, yakni upaya untuk peningkatan kualitas dan pelestarian lingkungan hidup,berupa rehabilitas lahan kritis, kebun raya, taman kota, pembangunan situ dan program pepeling.
Disamping itu, peningkatan pencegahan atau penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan, penataan ruan gterbuka hijau dalam menjaga kelstarian lingkungan dan peningkatan optimalisasi pendayagunaan sumber daya hutan dan lainnya.
Dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, Minggu (30/5) telah dicanangkan pula oleh Pemerintah Propinsi Jabar, untuk menanamkan etika dan membangun perilaku bijak masyarakat terhadap lingkungan, yakni Gerakan Masal Balad Kuring.
Sebagai tindak lanjutnya, Minggu (15/11) Kabupaten Kuningan melaksanakan pencanangan “Kawasan bebas sampah dan kendaraan bermotor (Car Free Day ), yang nantinya kegiatan ini berkelanjutan setiap hari Minggu, mulai jam 06.00 hingga 09. 00 WIB.
Dalam kesempatan ini juga, Bupati Aang melaporkan pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kuningan 2009 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat, yang keberadaan fisiknya mencapai sekitar 95 %, diantaranya peningkatan jalan 5 paket, Rehabilitas jalan dan jembatan 5 paket, dan pemeliharaan jalan 8 paket yang semuanya menghabiskan biaya sebesar Rp. 3.953.653.6000
Menurut Gubernur Jabar DR. Ahmad Heriawan, pelaksanaan kegiatan Car Free Day di Kabupaten Kuningan ini berjalan dengan baik. Hal ini menunjukan pemerintah daerah dan masyarakatnya bersatu, terutama akan pedulinya lingkungan dan kesehatan. Ini merupakan contoh untuk kabupaten lainnya, supaya bisa menyediakan lingkungan terbuka.
“Bukan hanya itu, namun kegiatan ini juga menjadi media silturahim antar warga, sekaligus penyeimbang atas kemajuan teknologi yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat karena saat ini interaksinya menggunakan dunia maya atau internet. Sehingga akan menjadikan masyarakat yang autis atau tidak mau berbaur dengan masyarakat yang ada,”jelasnya.
Gubernu Jabar mengungkapkna, bahwa Kabupaten Kuningan merupakan Kabupaten yang paling hijau diantara kabupaten yang ada di Jabar. Hal ini didukung dengan mengalirnya air yang bersih, udara yang sejuk. Semua itu berawal dari konsennya Kab. Kuningan akan lingkungan yang lestari.
Ditambahkannya, Mun Leueweung ruksak, cai saat, rakyat blangsat. untuk mengantasipasi hal ini Kabupaten telah menggulirkan beberapa kegiatan unggulan peduli lingkungan. Lingkungan yang sehat sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat.
Setelah pencanangan Gubernur Jabar beserta rombongan, melanjutkan peninjuaan jalan lingkar Waduk Darma sekaligus melakukan penananman pohon kenari disepanjang jalan dan pelepasan bebagai jenis burung. (*)