Total Tayangan Laman

Kamis, 26 Maret 2015

CJS BANGUN PENINGKATAN SINERGITAS PENEGAKAN HUKUM





Sistem penegakan hukum terpadu Criminal Justice System (CJS), yang diprakarsai Pengadilan Negeri Kuningan serta didukung oleh beberapa instansi penegak hukum lainnya diantaranya Polres Kuningan, Kejaksaan Negeri Kuningan, serta Lembaga Pemasyarakatan Kuningan berupaya untuk membangun kebersamaan dan sinergitas peningkatan penegakan hukum dan pada akhirnya output yang dihasilkan kedamaian serta kondusivitas di Kabupaten Kuningan.
“CJS diawali dari suatu rapat antar instansi yang menyepakati upaya-upaya membangun kebersamaan dan sinergitas penegakan hukum.”
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Kuningan DR. H. Prayitno Iman Santosa, MH, saat memberikan laporan kegiatan CJS, Rabu (25/3/2015) di Aula Eks Dipenda. Hadir Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, MH, Sekretaris Daerah Drs. Yosep Setiawan, M.Si, Dandim 0615 Letkol CZI Dindin Kamaludin, S.IP.
Menurutnya, dalam penyelenggaraan penegakan hukum di lapangan tidak bisa dipungkiri adanya hambatan serta permasalahan atau miss komunikasi yang timbul diantara instansi penegak hukum sehingga dengan adanya sistem penegakan hukum terpadu ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dari permasalahan tersebut baik itu dalam bentuk Memorandum Of Understanding (MoU) atau Standar Operasional Prosedur (SOP) yang nantinya akan disepakati bersama.
“Kegiatan CJS ini akan diadakan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tiga bulan sekali, disamping adanya undang-undang yang ada kesepakatan ini juga bisa dijadikan dasar dalam pelaksanaan penegakan hukum,” ujarnya.
Ia menyebutkan, peserta yang diikut sertakan dalam CJS ini berjumlah 82 orang yang terdiri anggota Polres Kuningan, Kejaksaan Negeri Kuningan, Lembaga Pemasyarakatan Kuningan dan juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan yang melibatkan Satpol PP, serta pihak dari BNN selaku peninjau.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengatakan, pada prinsipnya instansi penegakan hukum memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memberikan perlindungan hukum dan keadilan bagi seluruh komponen masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing secara proporsional.
Diakuinya, dalam implementasi penegakan hukum tidak jarang timbul miss komunikasi dan miss interpretasi sehingga kondisi tersebut dapat diantisipasi dan diselesaikan dengan cara menyatukan pemahaman dengan pendekatan secara koordinatif antar semua penegak hukum termasuk Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Cara terbaik diantaranya mengumpulkan dan menyerap semua persoalan kemudian semua pemangku kepentingan melakukan sharing dan komunikasi efektif secara terfokus untuk cari solusi, dengan seperti itu diharapkan tercapai harmonisasi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kuningan.” ***ben

Rabu, 25 Maret 2015

MUI RESMI MILIKI KANTOR DI MASJID SYIARUL ISLAM





Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuningan resmi miliki kantor sekretariat di Lantai Dasar Masjid Agung Syiarul Islam, kantor sekretariat yang kecil namun cukup representatif untuk berbagai aktivitas pengurus serta anggota MUI tersebut diresmikan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., Rabu (25/3/2015).
Hadir Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H, Kepala Kementerian Agama Kuningan Undang Munawar, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kuningan H. Encu Sukat, serta undangan lainnya.
Ketua MUI Kuningan KH. Abdul Azis, mengatakan kantor sekretariat MUI Kuningan ini merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari berbagai aktivitas serta kegiatan-kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid serta yang paling utama dalam upaya syiar islam.
“Ini bukan bagian awal dari sebuah kegiatan namun MUI telah banyak melakukan berbagai kegiatan dalam syiar islam, selain itu juga MUI menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah memberikan dukungan baik dari segi moril maupun materil sejalan dengan visi kuningan yang agamis,” bebernya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, walaupun kantor sekretariat ini sementara namun cukup memberikan arti mendalam bagi segenap jajaran pengurus MUI. “Mudah-mudahan kedepan MUI akan mampu membangun kantor baru bagi pelaksanaan berbagai aktivitas serta kegiatan-kegiatan lainnya.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengatakan masjid yang besar, megah, serta representatif akan kehilangan makna manakala di dalamnya tidak dipergunakan untuk berbagai aktivitas serta kegiatan-kegiatan keagamaan dalam syiar islam.
“Masjid syiarul islam ini sangat strategis dengan kehadiran kantor MUI diharapkan pengurus serta keluarga besar MUI Kuningan dapat menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan dalam menunjang program-program di bidang keagamaan, terutama bentuk peran serta MUI dengan pemerintah dalam membangun Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Bupati berpesan, MUI mampu memaksimalkan fasilitas kantor, mendorong peningkatan aktivitas berupa pembinaan kehidupat umat beragama guna mendorong dan meningkatkan syiar agama islam, menempatkan kantor sebagai wadah silaturahmi pengurus dan anggota untuk terciptanya ikatan batin secara kuat, serta mampu mengembangkan kemitraan dengan organisasi lainnya dan terutama dengan pemerintah. ***ben      

Selasa, 24 Maret 2015

RATUSAN PESERTA TENIS MEJA PEREBUTKAN PIALA GUBERNUR





Ratusan peserta yang merupakan utusan dari 19 Kabupaten/Kota di Jawa Barat mengikuti kejuaraan Tenis Meja Piala Gubernur Jawa Barat tahun 2015 di GOR Ewangga Kuningan, Selasa 24/03.
Ketua penyelenggara Iis Santosa menungkapkan, acara tersebut diselenggarakan selain dalam rangka memperebutkan piala Gubernur Jabar tahun 2015, juga dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional ( PON ) ke 9 yang akan dilaksanakan di Jawa Barat.
“diharapkan terjadi kekompakan yang baik khususnya dalam cabang olahraga tenis meja ini, terutama untuk menghadapi PON ke 9 di Jawa Barat, sebagai tuan rumah kita harus menjadi juara PON “. Kata Iis.
Iis juga menyebutkan, kegiatan itu akan diselenggarakan selama tiga hari kedepan yang masing-masing utusan Kabupaten/Kota akan mengikuti tiga nomor pertandingan yang sudah disiapkan mulai dari kadet, nomor remaja dan nomor junior.
“mudah-mudahan acara berjalan lancar, dan dari pertandingan ini muncul atlet-atlet berbakat dari masing-masing Kabupaten/Kota. Dan khusunya untuk tiga besar dari masing-masing nomor akan mendapat reward berupa uang pembinaan “. Kata Iis.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda menyebutkan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dirinya merasa bangga dan bersyukur karena Kabupaten Kuningan mendapat kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah dalam melaksanakan kejuaraan tenis meja tersebut.
“mudah-mudahan sebagaimana kegiataan Provinsi lainnya yang diselenggarakan di Kabupaten Kuningan, kejuaraan tenis meja piala Gubernur saat ini juga berjalan dengan sukses, mampu mencetak atlet-atlet berbakat dan penuh komitmen untuk kemajuan tenis mejaa di Jawa barat “. Papar Utje.
Selain Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kuningan Drs. Asep Taufiq Rohmaan, Sekretaris Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia  ( PTMSI ) Jawa Barat Jajang Sudrajat, Ketua Koni Kabupaten Kuningan Didi Sutardi dan Pengurus Cabang PTMSI Kabupaten Kuningan. *DoniS*

AL-QURAN HENDAKNYA DITERAPKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI





Penyelenggaraan Seleksi Tilawatul Quran (STQ) XIV Tahun 2015 resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Plaza Pusdai Bandung, Minggu (22/03/2015). Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, para Bupati/Walikota se-Jawa Barat, Ketua LPTQ Provinsi Jawa Barat dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat.
“Pelaksanaan STQ ini jangan hanya sebatas seremonial saja, tapi harus benar-benar menghasilkan insan yang mencintai Alquran dan mengamalkannya,” ujar pria yang akrab disapa Aher ini.
Aher berharap, penyelenggaraan STQ ini dapat menambah iman terhadap Alquran dan tidak meragukan kebenaran Allah SWT. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat turut mengamalkan dan menyiarkan penduduk Jawa Barat dalam membaca dan memahami Alquran.
“Jangan sampai ada anggapan bahwa Alquran sudah tidak relevan dengan zaman sekarang, karena Alquran selalu cocok sebagai pedoman di segala zaman,” ujarnya.
STQ XVI Provinsi Jawa Barat yang diikuti oleh 432 peserta ini, merupakan sarana untuk menumbuhkan kecintaan umat Islam khususnya generasi muda terhadap Alquran mulai dari membaca, memahami, menghafal, menafsirkan hingga mengaktualisasikan nilai-nilai luhurnya dalam kehidupan.
Pembukaan STQ ini ditandai pemukulan gendang oleh Gubernur Heryawan disaksikan Wagub Jabar H. Dedi Mizwar, Kakanwil Depag Prov. Jabar, para Bupati/Walikota se-Jabar dan Ketua LPTQ Prov. Jabar.
“ Saya mengajak kepada para Bupati/Walikota untuk memasyarakatkan Gemar Membaca dan menghafalkan al qur'an kepada warganya, terutama kepada anak-anak pelajar, Ajak masyarakatnya untuk membiasakan membaca al quran paling tidak seperempat juz perhari", pintanya.
Dengan membiasakan seperti itu, dipastikan anak-anak pelajar akan terhindar dari bahaya Narkoba, Pornografi dan HIV/AIDS.
Oleh karena itu, saya minta kepada para Bupati/Walikota, agar di tiap-tiap sekolah, sebelum memulai pelajaran, membiasakan terlebih dahulu membaca al qur'an dan menghafalkannya walaupun hanya satu ayat dalam waktu tiga puluh menit.
Ketua Pelaksana STQ XIV Tahun 2015, Ahmad Hadadi dalam laporannya menjelaskan, bahwa STQ kali ini diikuti 432 orang qori/qoriah dan 297 official. Dengan cabang yang dimusabaqohkan meliputi : Tilawah untuk dewasa dan anak-anak putra/putri; Cabang Hifdzil Qur'an putra/putri; Cabang Tafsir Qur'an dan Bahasa Arab.
Menurut Ahmad Hadadi, STQ kali ini memiliki tujuan antara lain ialah untuk memasyarakatkan Al Qur'an dan mengamalkannya, dan sebagai media dakwah dan syiar Islam.
Adapun kegiatan STQ, meliputi penyelenggaraan musabaqoh, pameran dan orientasi dewan hakim. Waktu penyelenggaraan, mulai tanggal 23 Maret sd 28 Maret 2015.
Hj. Utje disela-sela pembukaan STQ tingkat Jawa Barat mengatakan, Kabupaten Kuningan yang mempunyai visi MAS ( Mandiri, Agamis, dan Sejahtera ) sangat konsen terhadap kegiatan-kegiatan yang mempunyai hubungan dengan keagamaan, melalui kegiatan ini diharapkan Visi Agamis dapat terwujud.
Bukan hanya juara yang ditargetkan dalam kegiatan ini, tetapi pengamalan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari yang terpenting dapat diaplikasikan kepada masyarakat Kabupaten Kuningaan. Papar Utje. *DoniS*

Kamis, 19 Maret 2015

Bupati Panen Raya di Cihirup





Bupati Kuningan  Hj Utje Ch Suganda melakukan panen raya di desa Cihirup pada Kamis (19/3), panen raya tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan,  Muspika Kec. Ciawigebang bersam para Petani Desa Cihirup yang tergabung dalam Gapoktan Harapan Mulya.
Bupati Kuningan  Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya   menjelaskan  bahwa Kabupaten Kuningan masih tetap menjadi salah satu Kabupaten Swasembada beras dengan tingkat ketersediaan  beras mencapai 219.327 Ton atau sebesar 139% dari tingkat kebutuhan dalam daerah sehingga kabupaten Kuningan mengalami surplus beras sebanyak 87.045 Ton/Tahun dengan luas lahan sawah mencapai 59.636 HA dengan Produksi kurang lebih 357.078 Ton.
“ Panen raya ini diharapkan akan meningkatkan produksi dan produktifitas Padi di Kabupaten Kuningan dan Kuningan mampu menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan Pangan Jawa  Barat maupun nasional, dan mampu meningkatkan pendapatan pendapatan masyakat petani sehingga kesehjahteraan penduduk Kabupaten Kuningan juga turut meningkat”  Kata Bupati Kuningan.
Bupati juga menjelaskan tentag kebijakan program prioritas pemerintah kabuaten Kuningan  yang telah dan sedang berlangsung  diantaranya : Akselerasi Indeks pembangunan Manusia  (IPM)  yang terdiri dari 3 Indiktor keberhasilan di  bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli  masyarakat, upaya untuk meningkatan kualitas dan pelestarian lingkungan hidup, baik berupa  rehabilitasi lahan kritis juga kembangkan program dan kegiatan lain seperti pembangunan  kebun raya, taman kota, pembangunan situ dan program pelestarian lainnya, bidang infrastruktur, pembangunan dibidang ketahanan pangan dengan optimalisasi pemanfaatan yang berbasis sumber lokal dan pembangunan LPM( Lumbung Pangan Masyarakat) sebagai lumbung  cadangan pangan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial dan atau menghadapi keadaan darurat/kritis pangan, dalam mempertahanan dan melindungi lahan pertanian pemerintah bersama dewan perwakilan Rayat telah membuat peraturan daerah tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). ---YHN---