Total Tayangan Laman

Kamis, 21 Mei 2015

PENGELOLAAN KEUANGAN HARUS CLEAR AND CLEAN




Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP, mengatakan reformasi publik yang terjadi di negara ini berdampak pada tuntutan masyarakat untuk mereformasi pengelolaan keuangan termasuk di dalamnya masalah keuangan negara, sehingga pemerintah Indonesia telah mencanangkan reformasi di bidang keuangan negara. “Pengelolaan Keuangan harus dilakukan secara clean and clear tidak boleh adanya pengelolaan keuangan secara fiktif.”
Hal tersebut disampaikan disela-sela pembukaan diklat teknis akuntansi berbasis akrual di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kamis (21/5/2015) di Wisma Permata, hadir Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah, Ruddy Setyawan, SH, M.Si, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Badiklatda Provinsi Jawa Barat Drs. Denny Ernawan, serta Camat se-Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, hal ini tertuang dalam pasal 3 ayat 1 UU nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, yang mengharuskan keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, serta bertangungjawab dengan memerhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
Bupati berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman yang mendalam tentang penerapan akuntansi berbasis akrual yang akan bermanfaat untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai biaya pemerintah dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang lebih komprehensif, tidak sekedar informasi yang berbasis kas. “Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan membuka wawasan kemudian diaplikasikan di tempat kerja dan bisa memberikan kontribusi bagi terealisasinya Pemerintah Kabupaten Kuningan mendapat opini audit wajar tanpa pengecualian yang telah menjadi komitmen bersama.”
Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Badiklatda Provinsi Jawa Barat Drs. Denny Ernawan mengatakan, tugas pengelolaan keuangan cukup strategis, pada saat pelaporan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak-pihak tertentu yang membutuhkan sehingga prosesnya harus dilakukan dengan baik akuntabel serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Para peserta harus meningkatkan kedewasaan diri dengan mengikuti diklat ini dengan penuh tanggung jawab serta mampu meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan keuangan daerah.”
Sementara itu ketua panitia Drs. H. Hustiadi, M.Si mengatakan, peserta yang diikutsertakan sebanyak 40 orang yang terdiri-dari tenaga akuntansi atau pembuat laporan keuangan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan kegiatan ini akan dilaksanakan selama 10 hari
Sementara itu untuk nara sumber terdiri dari badan diklat daerah Provinsi Jawa Barat, BKD Kabupaten Kuningan, Inspektorat Kabupaten Kuningan, serta Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah Kabupaten Kuningan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan peserta diklat mengenai akuntansi berbasis akrual, meningkatkan keterampilan peserta diklat dalam mengaplikasikan akuntansi berbasis akrual dilingkungan kerja, serta sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan mendapatkan opini audit WTP.” ***beben.

Rabu, 20 Mei 2015

PERWOSI GELAR TURNAMEN BULUTANGKIS






Memperingati milad ke-48 Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Kuningan menggelar turnamen bulutangkis putri se-Kabupaten Kuningan, Rabu (20/5/2015) di Gedung Serbaguna Kelurahan Cijoho. Hadir dalam acara pembukaan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP, Ketua Perwosi Kuningan Hj. Ika Acep Purnama, Ketua GOW Rini Sarjono, Ketua Koni Drs. Didi Sutardi.
Sebanyak 38 peserta dari berbagai klub se-Kabupaten Kuningan  ikut andil meramaikan turnamen bulutangkis yang berlangsung dari tanggal 20-22 Mei 2015, selain itu kegiatan yang digelar Perwosi diantaranya senam missal dan pembagian hadiah yang akan dilaksanakan di arena Car Free Day .
Ketua Perwosi Kuningan Hj. Ika Acep Purnama mengatakan kegiatan-kegiatan yang digelar perwosi merupakan upaya membantu Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam membangun sumber daya manusia terutama perempuan dibidang olahraga. “Ini merupakan langkah strategis yang kami lakukan untuk memajukan serta perempuan-perempuan di Kabupaten Kuningan terutama dalam bidang olahraga,” ujarnya.
48 tahun, lanjut beliau, pengurus perwosi Kabupaten Kuningan terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga yang ikut memajukan dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki perempuan di Kabupaten Kuningan. “Kami berharap kekompakan yang saat ini terjalin dapat terus terjaga dan dapat lebih baik lagi kedepannya.”
Sementara itu Bupati Kuningan, HJ. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP mengatakan perwosi telah menunjukkan peran serta nyata dalam upaya memajukan perempuan terutama dibidang olahraga, dengan kegiatan yang diselenggarakan perwosi diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia terutama dibidang olahraga. “Kegiatan turnamen olahraga ini sejatinya bukan semata-mata untuk menunjukkan prestasi saja namun jauh daripada itu untuk meningkatkan kesehatan dari peserta itu sendiri, kemudian dengan kegiatan olahraga juga mampu menjadi inspirator atau motivator bagi kaum muda sebagai penerus bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, kegiatan olahraga bulutangkis ini harus dijadikan ajang silaturahmi bagi para pengurus perwosi serta para peserta turnamen ini sehingga para peserta diharapkan mampu menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan terutama sikap sportivitas harus dijunjung tinggi. “Semoga para peserta olahraga bulutangkis mendapatkan keberkahan dan menjadikan kuningan lebih maju lagi.” ***beben

Senin, 18 Mei 2015

Bupati Canangkan Pendataan Keluarga Tahun 2015




Dalam rangka Pendataan Keluarga Tahun 2015 Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kuningan melaksanakan Pencanangan Pendataan Keluarga 2015 pada senin (18/5) dihalaman Setda Kabupaten Kuningan yang dicanangkan oleh Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretrais daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, Para Kepala SKPD serta para undangan.

Kepala BKBPP Kabupaten Kuningan Dra. Hj. Poppy N. Puspitasari dalam laporannya mengatakan bahwa pendataan keluarga merupakan wahana yang strategis untuk menggali data secara benar dan akurat, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dalam mengevaluasi, merencanakan dan melanjutkan pembangunan khususnya bidang kependuduka, KB dan pembangunan Keluarga. Dimana tahun 2015 ini bertepatan dengan 5 tahunan pelaksanaan pendataan keluarga sehingga diharapkan hasilnya benar-benar berkualitas sesuai dengan yang diharapkan.

“ pendataan akan berjalan selama satu bulan kedepan sejak formulir F/I/PK diterima, yang menurut rencana formulir akan diterima pada tanggal 18 Mei 2015 hari ini, meliputi seluruh penduduk/keluarga yang ada disemua tingkatan wilayah se Kabupaten Kuningan” tambah Dra. Hj. Poppy N. Puspitasari.

Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya mengungkapkan bahwa data keluarga identik dengan  kependudukan, KB dan ketahanan keluarga, sekaligus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan secara keseluruhan. “ berbicara pembangunan maka salah satu aspek yang penting adalah data sebagai awal dan akhir suatu kegiatan/pembangunan, hal ini terkandung maksud bahwa apabila datanya benar, maka perencanaanyapun Insya Allah akan benar, begitu prosesnya akan benar dan sampai  menghasilkan output,outcomes dan dampaknya akan benar pula atau postif” Kata Bupati Kuningan.----YNS----

Selasa, 12 Mei 2015

KADER PKK KECAMATAN DAN DESA DITATAR PERKOPERASIAN





Kader PKK Kecamatan dan Desa Se-Kabupaten Kuningan mendapat pelatihan peningkatan kualitas kelembagaan koperasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kuningan Selasa 12 Mei 2015 di Aula Wisma Permata Kuningan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang perkoperasian bagi kader PKK Tingkat Kecamatan dan Desa di Kabupaten Kuningan.
Pelaksanaan kegiatan peningkatan peran PKK dalam pengembangan koperasi diikuti oleh 40 peserta terdiri dari pengurus PKK Kecamatan dan Desa Wilayah Kecamatan Garawangi dan PKK wilayah Kecamatan Cipicung.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kuningan Ir. Dodi Nurrochmatuddin, MP dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program peningkatan pengetahuan dan wawasan bagi kader PKK dalam penanggulangan kemiskinan khususnya bagi kaum perempuan. Kemiskinan disebabkan kurangnya pengetahuan dan wawasan, oleh sebab itu pelatihan bagi kader PKK ini merupakan upaya dalam memutus rantai kemiskinan.
Kemiskinan jangan lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi, tetapi juga termasuk kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Papar Dodi.
Wakil Bupati Kuningan yang merupakan salah satu nara sumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan para kader PKK dalam bidang perkoperasian. Koperasi merupakan salah satu kegitan yang bertujuan untuk membina dan mengembangkan kegiatan usaha keluarga yang tergabung dalam kelompok atau perorangan, sehingga secara bertahap diharapkan mampu menjadi wiraswasta/usaha serta meningkatkan tumbuhnya kegiatan yang bersifat kooperatif.
Lebih lanjut Wabup mengatakan, berkoperasi berarti memiliki pengertian menolong diri sendiri yaitu dari, oleh dan untuk anggota. Pengertian tersebut hendaknya diaplikasikan secara kontekstual serta didukung secara penuh oleh anggotanya dan dikelola dengan baik. Tutup Wabup *DOniS*

WABUP KUKUHKAN PENGURUS DHARMA WANITA





Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH mengukuhkan kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan Periode 2014-2019, Selasa 12 Mei 2015 di Pendopo Kabupaten Kuningan. Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi kemasyarakatan yang seperti organisasi wanita lainnya yang mempunyai tujuan untuk mensejahterakan baik anggota maupun masyarakat lainnya khususnya perempuan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, Sekda H. Yosep Setiawan, Ketua TP PKK Hj. Ika Acep, Ketua Dharma Wanita Persatuan Hj. Popi Yosep serta para pengurus dan anggota Dharma Wanita Perstauan Kabupaten Kuningan.
Dalam sambutannya Wakil Bupati mengatakan, merupakan tugas para pengurus yang baru saja dikukuhkan untuk selalu member arahan dan pembinaan bagi para anggotanya di SKPD masing-masing agar senantiasa berperan aktif dalam kegiatan baik yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan di SKPD masing-masing maupun dilingkungan masyarakat dimana kita tinggal sebagai bukti kita sebagai perempuan atau ibu rumah tangga dalam memberikan suri tauladan kepada masyarakat, sehingga tujuan mulia Dharma Wanita Persatuan dapat tercapai.

Selanjutnya Wabup mengatakan, Dharma Wanita Persatuan mempunyai peran  yang sangat strategis guna mendukung para suami dalam menjalankan tugasnya. Kondisi aparatur saat ini banyak mendapat sorotan , kita sering kali mendengar dan melihat melalui media elektronik dan cetak bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap para aparatur. Untuk itu ibu-ibu sebagai pendamping para suami hendaknya dapat selalu mendukung dan mencurahkan perhatian, sehingga dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi suami dan keluarga.
Kaum perempuan dituntut berperan ganda, baik sebagai istri, seorang ibu maupun sebagai anggota masyarakat. Dari peran-peran tersebut seorang perempuan dituntut mampu mengatur waktu perhatian dan tenanganya sedemikian rupa, sehingga ketiga peran tersebut dapat dijalani dengan lancer dan penuh keikhlasan sehingga bernilai ibadah dihadapan sang pencipta sungguh merupakan suatu hal yang tidak mudah, namum demikian saya berkeyakinan bahwa ibu-ibu sekalian yang telah menjadi pengurus Dharma Wanita Persatuan akan mampu melaksanakan amanahnya dengan sebaik-baiknya.
“ saya yakin ibu-ibu sekalian dapat menjalankan amahnya dalam kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya “. Tutup Wabup. *DOniS*