Total Tayangan Laman

Kamis, 18 Desember 2014

Peraih mendali mendapat Bonus

Keberhasilan atlet-atlet  kabupaten Kuningan di perhelatan Pekan Olahraga  Pemerintah Daerah (Porpemda) Tahun 2014 mendapat perhatian pemerintah Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan Hj.Utje Ch Suganda langsung memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meriah mendali dalam sebuah acara yang diselenggarakan di aula DP Korpri kabupaten Kuningan pada Kamis (18/12) dan dihadiri oleh para pengurus DP Korpri kabupaten Kuningan ,seluruh atlet periah mendalai beserat para manajernya
Meskipun Kabupaten Kuningan hanya mampu berada di peringkat ke 7 dengan raihan 1 emas dari cabang Futsal, 2 Perak dari cabang Catur dan basket serta 1 perunggu dari cabang tenis lapang putri tetapi hal tersebut bukan merupakan sebuah ukuran, yang terpenting adalah semangat juang yang telah diperlihatkan oleh para atlet-atlet kabupaten Kuningan hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kuningan.
Bupati Kuningan juga memuji dan bangga dengan keberhasilan cabang olaharaga Futsal yang secara beruntun mampu menyumbang mendali emas secara sebanyak 4 kali secara beruntun “ tim futsal kabupaten Kuningan menjadi tim yang cukup disegani di Jawa Barat, dan menajdi wakil Jawa Barat untuk tingkat nasional, saya mengucapkan selamat dan terima kasih yang setulus-tulusnya, serta pengargaan yang setinggi-tingginyakepaa manager, pelatih dan atlet futsal,atas prestasi yang telah saudara dedikasikan untuk  kabupaten kuninga” Kata Hj. Utje Ch Suganda.

Bupati Kuningan juga menambahkan bahwa untuk kedepannya agar pembinaan-pembinaan untuk terus ditingkatkan karena bupati Kuningan yakin masih banyak banyak potensi-potensi di Kabupaten Kuningan yang belum terasah denga optimal. ---Yohanes---

Selasa, 16 Desember 2014

BUPATI DAN WABUP KOMPAK TINJAU LONGSOR





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda dan Wakil Bupati H. Acep Purnama kompak melalukan peninjauan terhadap bencana longsor yang memutuskan akses jalan Kecamatan Ciwaru dan Kecamatan Karangkancana Selasa 16 Desember 2014. Ikut mendampingi Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya H. Lili Suherli, Kepala Dinas Bina Marga H. Dadang Darmawan, Kepala BPBD Agus Mauludin, Kepala Bagian Umum Uu Kusmana, Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Deni Komara.
Utje yang terjun langsung meninjau bencana tersebut terihat sangat gesit dan penuh kesigapan melihat lihat apa yang menjadi penyebab sehingga jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut bisa ambruk.
Dalam kesempatan tersebut terlihat Bupati dan Wabup yang terkenal dengan nama pasangan UTAMA tersebut sesekali terlihat melakukan diskusi ringan tentang bagaimana cara penanggulangan terhadap kondisi jalan yang ambruk.
Menurut Utje sebelum dilakukan pengurugan jalan tersebut harus dibuat beronjong untuk menahan air dari aliran sungai yang berada dibawah jalan, sehingga pondasi yang dibuat akan semakin kokoh untuk menahan air dan akan membuat jalan yang ada diatasnya bertahan lama.
Acep juga menambahkan dan memerintahkan kepada Kepala Dinas Bina Marga untuk membuat drainase disepanjang jalan tersebut karena jika terjadi hujan luapan air dari area persawahan akan meluar ke jalan sehingga memenuhi jalan.
Kabupaten Kuningan memang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana khusunya tanah longsor, oleh karena itu Bupati dan Wabup berpesan kepada seluruh warga Kabupaten Kuningan terutama yang berada di daerah perbukita jika terjadi hujan agar senantiasa waspada. “ jika terjadi curah hujan yang deras dan lama sebaiknya warga yang berada dilereng mengungsi saja ke daerah yang aman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”. Pinta Utje yang diamini  Acep. *DoniS*

WARGA DAERAH PERBATASAN HARUS SEHAT





Untuk mewujudkan warga perbatasan yang sehat, Badan Kerjasama Antar Daerah yang dimotori H. Aang Hamid Suganda sebagai ketua melakukan kerjasama antar daerah perbatasan dalam bidang kesehatan. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan MOU oleh para Kepala Dinas Kesehatan diwilayah Kuncibersama, selasa 16/12.
Menurut H. Aang Hamid Suganda, BKAD Kuncibersama telah melakukan berbagai kerjasa dalam segala bidang, dan untuk hari ini BKAD Kuncibersama melakukan kerjasama dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga yang berada diwilayah perbatasan.
Seperti kita ketahui bersama persoalan-persoalan yang ada diwilayah perbatasan yang seringkali terlupakan dari daerah induknya merupakan persoalan yang sangat klasick sehingga penanganannya perlu dilakukan kerjasama antara daerah yang berbatasan tersebut. Untuk itu BKAD kunci bersama melakukan kerjasama ini untuk menyelesaikan persoalan ini. Papar Aang.
Sementara itu Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan, kita nyari melupakan dan kurang memperhatikan permasalahan sosial, terutama didaerah perbatasan. Oleh karena itu saya menyambut baik diadakannya kerjasama dalam bidang kesehatan ini. Masyarakat daerah perbatasan tentu akan merasa senang dengan adanya kerjasama ini.
Sebagai aparat tentunya kita boleh saja berbangga dengan keberhasilan pembangunan, bahwa kita berhasil menurunkan angka kemiskinan, ataupun angka pengangguran, akan tetapi jangan lupa dan patut dicermati bahwa apabila pembangunan yang terlalu mementingkan pertumbuhan banyak mengalami kegagalan dan tidak berkelanjutan, kami belum menemukan fakta dan data serta korelasi linier diatara penurunan angka pengangguran dan kemiskinan berbanding lurus dengan penurunan angka PMKS termasuk PGOT dan Psikotik jalanan.
Kenapa demikian, jawabannya karena pembangunan tersebut tidak berpihak kepada permasalahan sosial yang sebagimana kita ketahui bahwa pembangunan dibidang sosial itu memiliki dampak yang positif bagi pembentukan karakter bangsa yang menanmkan nilai-nilai kepedulian. Papar Utje. *DoniS*

UTJE RAIH PENGHARGAAN KEPALA DAERAH INOVATIF 2014





Bupati Kuningan Utje CH Suganda beserta Bupati Majalengka H Sutrisno dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi beserta lima Gubernur yakni Ahmad Heryawan (Aher) bersama empat sejawatnya di Sumatera Utara (Gatot Pujo Nugroho), Sumatera Selatan (Alex Noerdin), Jawa Tengah (Ganjar Pranowo), dan Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) menerima Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2014, kategori gubernur.
Penghargaan ini diberikan sebuah media massa nasional yang diselenggarakan serangkaian perayaan HUT ke-9 di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan kemarin. Tropi penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang didampingi CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo.
“Dari wilayah III Cirebon, Bupati Majalengka dan Bupati Kuningan berhasil meraih penghargaan beserta Gubernur Aher dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutannnya sebagaimana dirilis Humas Pemprov Jabar melalui pesan elektronik mengatakan sebelum menyampaikan tanda penghargaan menyatakan harapannya agar prestasi yang diterima para kepala daerah tersebut, mendorong pejabat tertinggi daerah lain melahirkan kebijakan inovatif.
“Kita tentu berharap agar seluruh kepala daerah dari Sabang sampai Merauke terdorong motivasinya untuk melahirkan berbagai inovasi. Kebijakan yang inovatif itu diharap mempercepat kesejahteraan masyarakat,” papar Tjahjo.
Sementara itu, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo pada kesempatan yang sama menyinggung latarbelakang penghargaan yang diberikan media massa yang dipimpinnya. Menurutnya, kemajuan bangsa ditentukan kepesatan perkembangan semua sektor pembangunan di daerah.
Ditegaskan pula, daerah yang pesat perkembangannya dapat dipastikan memiliki kepala daerah yang tangguh. Hal ini tak hanya terbukti di Indonesia, namun juga negara-negara maju. Hary menyebut salah satu contohnya adalah China.
“Kepala daerah yang tangguh pasti daerahnya maju. Semoga kepala daerah berprestasi pada malam ini menginspirasi hampir 500 kepala daerah lain di seluruh Tanah Air,” tutur Hary.
Gubernur Jabar meraih penghargaan berkat inovasinya dalam upayanya menjadikan Citarum menjadi sungai bersih. Usaha terpadu dan simultan yang dilakukan melalui Program Citarum Bestari ini dimulai sejak Februari 2013 hingga 2018. Penanganan kerusakan lingkungan Citarum selama ini bersifat parsial.
Gatot Pujo Nugroho, gubernur Sumut, mengantongi penghargaan melalui kebijakannya di industri kelapa sawit yang terintegrasi dengan sapi dan energi. Sementara Gubernur Sumsel berkat program pendidikan dan berobat gratis di sekolah negeri maupun swasta.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai inovatif dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendobrak sulitnya komunikasi masyarakat. Sedangkan Syahrul Yasin Limpo, gubernur Sulsel, melahirkan gebrakan berupa program SPP gratis bagi mahasiswa kurang mampu.
Selain tingkat gubernur, memberikan penghargaan serupa kepada lima walikota dan lima bupati. Pejabat asal Jabar yang mendapat penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2014 yakni Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta), Sutrisno (Bupati Majalengka), dan Utche CH Suganda (Bupati Kuningan). *DoniS*

Minggu, 14 Desember 2014

KUNINGAN NYATAKAN PERANG PADA MIRAS DAN NARKOBA




Ribuan minuman keras dari berbagai jenis dimusnahkan di Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, Minggu (14/12/2014), turut menyaksikan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P, Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, MH., Ketua TP PKK Kuningan Ny. Ika Siti Rahmatika, Kapolres Kuningan AKBP Joni Iskandar, Dandim 0615 Letkol CZI Dindin Kamaludin, Ketua MUI Kuningan KH. Hafidin Ahmad.
Sebelumnya organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta pihak akademisi terlebih dahulu membubuhkan tandatangan dalam sebuah deklarasi anti minuman keras dan narkoba yang diikuti oleh Bupati Kuningan, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, Kapolres, Dandim serta undangan lainnya.
Ketua FKUB Ahidin Nur LC, mengatakan perkembangan miras dan narkoba saat ini cukup memprihatinkan, banyak kasus miras dan narkoba berujung pada kematian. “Ini kondisi yang sangat memprihatinkan terlebih kejadian di Sumedang, Garut, Cianjur, dan kejadian tersebut bukan tidak mungkin dapat terjadi di Kabupaten Kuningan, untuk itu kita semua berkomitmen untuk mengantisipasinya dan menyatakan perang pada miras dan Narkoba,” ujarnya.
Deklarasi ini, lanjut Ia, merupakan bukti bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk anti miras dan narkoba. Miras dan narkoba merupakan penyakit sosial masyarakat yang harus diperangi dan diberantas.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengatakan pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengeluarkan Perda nomor 6 tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. Hal ini merupakan komitmen Pemkab Kuningan bersama jajaran DPRD Kuningan dalam mewujudkan visi Kabupaten Kuningan Mandiri, Agamis, dan Sejahtera. “Kami Ingin memberikan yang terbaik dalam upaya melindungi generasi muda dan masyarakat agar tidak terjerumus dan terjebak pada miras dan narkoba,” tandasnya.
Minuman beralkohol, lanjut Ia, memiliki dampak buruk terhadap perilaku penggunanya sehingga berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. “Dengan Perda ini kita berupaya untuk menutup celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengambil keuntungan dari berbisnis minuman beralkohol yang merugikan pihak lain,” ujarnya.
Bupati mengimbau, agar tidak terjadi reaksi berlebihan dari berbagai elemen masyarakat dalam mengambil tindakan-tindakan norma (main hakim sendiri) terhadap para pelaku (pengadaan, pengedar, dan penjual) maupun pengkonsumsi karena kita tinggal di negara hukum yang memiliki aturan dan kita harus tunduk pada aturan tersebut. ***ben  

Rabu, 10 Desember 2014

MIMBAR SARASEHAN, PERTEMUKAN WAKIL PETANI DENGAN PEMERINTAH




Mimbar sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang digelar, Rabu (10/12/2014) di Balai Benih Padi Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kuningan merupakan forum yang mempertemukan wakil petani dengan pemerintah, forum tersebut dipandang cukup strategis demi terlaksananya program-program pemerintah di sektor pertanian.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. Ucu Suryana, M.Si, Kepala BP4K Ir. Hj. Triastami, Ketua KTNA Oyo Sukarya, serta undangan lainnya.
Ketua KTNA Oyo Sukarya, mengatakan forum ini cukup strategis dalam upaya konsultasi para petani dengan pemerintah terkait pelaksanaan program-program yang digulirkan pemerintah terutama sektor pertanian.
“Dari hasil mimbar sarasehan KTNA ini diharapkan muncul identifikasi permasalahan dari pihak pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani, dan pada gilirannya mampu menghadirkan kesepakatan-kesepakatan serta kesepahaman dalam pelaksanaan program di sektor pertanian,” ujarnya
Sementara Itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengakui Kuningan sebagai penyangga pertanian, peternakan, dan perkebunan menjadi suatu keharusan untuk selalu dipertahankan. “Banyak keberhasilan menggembirakan. Kuningan telah surplus beberapa komoditi sektor pertanian dan peternakan. Seperti surplus beras, ubi jalar, susu sapi, daging dan telur ayam,” ujarnya.
Namun menurutnya, tidak sedikit juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani dalam mengembangkan hasil-hasil pertanian untuk itu mimbar sarasehan KTNA ini penting untuk terus diselenggarakan dalam upaya mengatasi semua kendala tersebut.
“Apapun langkah kongkrit sangat diperlukan demi memacu pembangunan sektor perumpunan pertanian. Sehingga berperan dalam menanggulangi perekonomian, sekaligus membantu mengentaskan penduduk miskin,” katanya
Lebih lanjut, beliau menuturkan, usaha sektor pertanian masih dihadapkan pada keadaan alam dan kondisi lingkungan yang kadang tidak menentu. Seperti perubahan iklim, tingkat ekplosifnya, tingkat gangguan, serangan hama dan penyakit tanaman.
Kendala lain, cukup tingginya permintaan lahan di luar sektor pertanian. Sehingga berpengaruh terhadap konsistensi pengelolaan lahan untuk usaha di sektor pertanian. “Tapi kita sudah membuat perda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” tandasnya.
Kemudian muncul juga kendala ketaatan petani dalam penerapan teknologi yang di rekomendasikan dari hasil-hasil penelitian masih sangat kurang. atau belum konsisten dan belum merata juga belum terbangunnya kelembagaan petani yang kuat dan mandiri. Kondisinya masih bersifat ketergantungan pada fasilitas pemerintah.
“Saya ingin agrowisata atau wisata berbasis pertanian bisa direspon dan dikemas secara sinergi dengan berbagai pihak. Mengingat sumber daya alam kita cukup memadai untuk diciptakan lapangan usaha.***ben