Total Tayangan Laman

Jumat, 17 April 2015

BUPATI RAYAKAN ULTAH BERSAMA ANAK YATIM PIATU





Usia Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda memang sudah tidak muda lagi, tetapi semangatnya untuk membawa masyarakat Kabupaten Kuningan menjadi sejahtera tidak boleh dipandang sebelah mata. Di usianya yang menginjak 63 tahun Hj. Utje terus melakukan berbagai terobosan dalam mewujudkan visi Kuningan MAS ( Mandiri, Agamis, Sejahtera ) tahun 2018.
Tidak ingin menghabiskan waktu untuk berpoya-poya Bupati kelahiran 63 tahun yang lalu merayakan Ulang Tahunnya dengan sederhana dengan hanya dihadiri oleh anak yatim piatu yang berjumlah 100 orang.
Dalam sambutannya istri H Aang Hamid Suganda tersebut mengatakan, di usia yang sudah tidak muda lagi beliau hanya berharap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk membawa masyarakat Kabupaten Kunigan lebih sejahtera. Beliau juga mengatakan bahwa perayaan bersama anak yatim piatu tersebut dimaksudkan untuk sekedar berbagi dengan anak-anak yatim piatu dengan berbagi rejeki dengan mereka karena sebagian harta yang kita miliki ada hak anak yatim piatu.
Lebih lanjut beliau meminta doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan agar senantiasa istiqomah dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dalam memimpin Kabupaten Kuningan ini.
“ Saya hanya berharap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk tetap istiqomah menjalankan amanah rakyat ini, sehingga saya dapat mewujudkan Visi Kuningan MAS ( Mandiri, Agamis, Sejahtera ) “. Papar Utje.
Lebih lanjut Utje berpesan kepada anak-anak yatim piatu agar dapat rajin belajar sehingga kedepan ada dari anak-anak ini yang menjadi pemimpin baik ditingkat Kabupaten maupun nasional. Serta mereka dapat menjauhi berbagai perilaku negative yang akhir-akhir ini marak sekali terjadi karena mudahnya akses melalui internet maupun media televise seperti penyalahgunaan Narkoba, obat-obatan terlarang, pornograpi dan pornoaksi dan yang sedang menjadi trend sekarang adalah ganja yang diolah menjadi brownies.
“ anak-anakku harus hati-hati dalam memilih makanan, pastikan dalam makanan tersebut tidak mengandung narkoba seperti yang sedang trend sekarang ini “. Pesan Utje. *DOniS*

BUPATI BEBERESIH TAMAN KOTA DAN JALAN SILIWANGI





Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda membuktikan keseriusannya untuk menjaga Kota Kuningan tetap Aman Sehat Rindang dan Indah ( ASRI ) sesuai dengan moto Kuningan. Hal tersebut dibuktikan dengan turun langsung kelapangan untuk menata kebersihan serta keindahan kawasan perkotaan sekitar pertokoan jalan Siliwangi dan Taman Kota Kuningan, Jumat 17 April 2015.
Kegiatan yang dimotori oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) yang diketuai oleh Hj. Rini Sardjono dilakukan dalam rangka rangkaian memperingati Hari Kartini serta untuk menjaga keindahan Kota Kuningan. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kuningan beserta Ketua TP PKK Kuningan Hj. Ika Acep Purnama, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Ukas Suharsaputra, serta para pengurus dan jajaran Gabungan Organisasi Wanita.
Bupati Kuningan tidak segan-segan menegur para pedagang kaki lima yang berdagang disekitar jalan siliwangi sampai Taman Kota Kuningan untuk tetap menjaga kebersihan disekitar tempat mereka berdagang. “ Bapak ibu saya mohon untuk bisa menjaga kebersihan disekitar bapak dan ibu berdagang yah “. Ucap Utje.
Sementara itu para pedagang dan masyarakat yang kebetulan lewat merasa terkejut kehadiran Bupati wanita pertama di Kabupaten Kuningan sehingga mereka berebut untuk sekedar bersalaman dan berfoto menggunakan telepon selular mereka, Utje pun menyambut mereka dengan penuh kehangatan.
Dikatakan Utje, bahwa Kabupaten Kuningan harus tetap menjadi Kabupaten yang bersih dan tertata dengan baik sehingga keindahan tetap terjaga dengan baik, seperti kita ketahui bersama pembangunan fasilitas umum di Kabupaten Kuningan telah tersedia dengan baik untuk itu kewajiban kita semua untuk menjaganya.
Lebih lanjut Utje mengatakan bahwasannya Utje ingin membawa Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, untuk itu bukan hanya tugas pemerintah saja untuk menjaga serta memelihara lingkungan, hal tersebut juga menjadi tanggung jawab semua unsure masyarakat baik itu pelajar, Mahasiswa, pedagang, pengusaha, juga semua unsur lainnya. Tutup Utje. *DOniS*

Kamis, 16 April 2015

INDONESIA SIAP HADAPI MEA






Siapkah anda menghadapi persaingan di tahun 2015? Sudah seharusnya kita bersiap menghadapi ketatnya persaingan di tahun 2015 mendatang. Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA  merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut terungkap pada acara sosialisasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang diselenggarakan oleh Kementrian Luar Negeri RI yang dilaksanakan di Aula Purbawisesa Setda Kabupaten Kuningan pada Kamis (16/4).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kuningan Hj, Utje Ch Suganda, Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementrian Luar Negeri RI Iwan Suyudhie Amri, Kepala Bagian Kerja Sama Regional ASEAN,  Biro Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Pariwisata RI, Dadang Djatnika, Setda Kabupaten Kuningan H. Yosep Setiawan.
Dalam sambutannya bupati Kuningan  menuturkan bahwa dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 akan memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi masyarakat  negara anggota Asean. Kerjasama  ekonomi akan mengarah kepada pembentukan komunitas ekonomi ASEAN  sebagai suatu integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi.
“ kami menyadari Kabupaten Kuningan menghadapi tantangan yang cukup berat dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN ini diantaranya : peningkatan daya saing daerah kabupaten Kuningan  masih perlu ditingkatkan, sektor pariwisata dan pertanian belum berkembang dengan baik, rendahnya kapasitas SDM, ketersediaan infrastruktur yang masih terbatas dan yang terutama  Mind-set  masyarakat khususnya pelaku usaha yang belum seluruhnya mampu melihat MEA 2015 sebagai peluang” Kata uoati Kuningan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementrian Luar Negeri RI Iwan Suyudhie Amri dalam pemaparannya  mengungkapkan  keunggulan  ASEAN pada saat ini merupakan ekonomi terbesar ke 7 didunia, berhasil menjaga stabilitas  dan keamanan di kawasan selama 45 tahun. “Dengan terbentuknya MEA ada peluang dan tantangan yang akan dihadapi diantaranya peluangnya yaitu : Pasar tambahan +/- 340 juta orang , Pasar tunggal memudahkan pembentukan joint venture dengan perusahaan di Kawasan ASEAN, Sumber Investasi asing yang menciptakan multiplier effect, Memperlancar arus perdagangan, perpindahan modal, dan manusia , Sumber wisatawan asing , Efisiensi produksi sedangkan tantangannya: Daya saing ekonomi , Keterbatasan pemahaman dan kesadaran ASEAN, Kompleksitas regulasi dan kepastian hukum, Birokrasi yang tidak efiesien , Kualitas SDM, Pola pikir inward looking, Infrastruktur “ Kata Iwan Suyudhie Amri.
Sedangkan Biro Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Pariwisata RI, Dadang Djatnika, menuturkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke 70  pada indeks kepariwisataan dunia pada tahun 2013 dan salah kesepakatan  dalam Masyakat Ekonomi ASEAn adalah tentang kepariwisataan dimana untuk Indonesia sektor kepariwisataan menjadi sektor unggulan dimana kepariwisataan merupakan kunci utama pembangunan, kemakmuran dan sejahteraan.  “Dengan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN akan menimbulkan peluang dan kendala  dalam sektor kepariwisataan dimana peluang tersebut adalah Sumberdaya alam (80%), Prioritas kepariwisataan (77%) , Daya saing harga (76%), Sumberdaya Manusia (70%), Keselamatan dan Keamanan (63%) sedangkan untuk  kendalanya Infrastruktur pariwisata (30%) , Infrastruktur ICT (39%), Kebersihan dan kesehatan (41%), Aksesibilitas (connectivity, seat capacity, dan direct flight) (50%), Regulasi (ijin masuk kapal layar/yacht, visa, bea cukai) (61%)  kata  Dadang Djatnika. ----YHN---

Rabu, 15 April 2015

KEPALA DESA DILATIH PENGELOLAAN BARANG JASA DAN KEUANGAN





Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui bagian pembangunan setda menggelar sosialisasi pengadaan barang/jasa bagi aparat pemerintah desa. Rabu (15/4/2015) di Wisma Permata, hadir Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Nana Sugiana, SE. Msi, Kepala Bagian Pembangunan Setda Bambang Heriyanto, M.Si, Kasubag Pengendalian Program Iwan Kurniawan, M.Si, Nara Sumber Badiklatda Drs. H. Cecep Fauzy Chaidir.
Ketua Panitia Bambang Heriyanto, M.Si mengatakan, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja desa serta dalam rangka terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik perlu peningkatkan pengetahuan dan pemahaman aparat desa sehingga hasil pengadaan barang dan jasa di desa dapat terlaksana dan bermanfaat.
“Tujuan sosialisasi ini untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kepatuhan terhadap peraturan, memotivasi dan mendorong aparatur pengadaan barang dan jasa di desa dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan barang dan jasa,” paparnya.
Selain itu, lanjut Ia, sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan dalam melaksanakan tugas dengan baik, efektif, dan efisien salah satunya pengelolaan keuangan dan pengadaan barang dan jasa.
Menurutnya, sasaran dari kegiatan sosialisasi ini untuk menciptakan kesamaan pola pikir dan persepsi terhadap peraturan pengadaan barang dan jasa di desa dengan jumlah peserta sebanyak 440 orang yang terdiri dari para kepala desa sebanyak 376 orang, camat dan kasi sebanyak 64 orang se-Kabupaten Kuningan.
Sementara itu Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Nana Sugiana, SE. Msi, mengatakan para kepala desa saat ini menghadapi tantangan serta tanggung jawab yang semakin berat, sehingga perlu persiapan untuk mengantisipasinya.
“Desa akan diberikan anggaran yang cukup besar sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan dalam pengelolaan keuangan, jangan sampai lupa diri dan ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk membimbing,” ujarnya.
Menurutnya, dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih para kepala desa dan perangkatnya harus bertanggungjawab, memiliki integritas yang tinggi, loyalitas, transparan, profesional, jujur, dalam melayani masyarakat serta dapat menghindari penyelewengan dan penyimpangan anggaran dan dapat mengelola anggaran pendapatan belanja desa secara transparan dan akuntabel, serta dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dana desa tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.***ben

Minggu, 12 April 2015

RSUD LINGGAJATI TARGETKAN JADI RUMAH SAKIT RUJUKAN





Diusianya yang baru tiga tahun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kuningan menargetkan menjadi rumah sakit rujukan/tindak lanjut, dari segi fasilitas RSUD Linggajati telah dilengkapi dengan fasilitas hemodialisa, USG 4 dimensi, kemudian dari segi SDM telah memiliki dokter bedah sebanyak tiga orang, dokter dalam tiga orang serta dokter anak dua orang.
“Alhamdulillah saat ini RSUD Linggajati telah dilengkapi dengan berbagai peralatan medis yang cukup memadai, ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami seluruh jajaran rumah sakit, kemudian dalam waktu singkat telah menunjukkan kinerja yang baik sehingga ditetapkan menjadi rumah sakit tipe C,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis dr. H. Krisyudi. M.Mkes, saat konferensi pers HUT RSUD Linggajati ke-3. Minggu (12/4/2015) di RSUD Linggajati.
Menurutnya, diultah yang ke-3 RSUD Linggajati ini telah menggelar rangkaian berbagai kegiatan diantaranya bakti sosial dengan menggelar sunatan massal sebanyak 20 orang di Desa Situgede Kecamatan Subang, kemudian hari ini jalan santai yang mengambil rute objek wisata Linggarjati, Bandorasa kulon, bandorasa wetan, kemudian finis di RSUD Linggajati.
Selain itu, lanjut Ia, kegiatan lainnya diantaranya donor darah, tes pap smears, tes vct, lomba tumpeng serta nanti puncaknya hari selasa akan diselenggarakan acara seminar dengan menghadirkan nara sumber Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., dengan tema “Mengubah tantangan menjadi peluang” dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan menuju kuningan MAS 2018.
Sementara itu Direktur RSUD Linggajati dr. H. Asep S. Hermana, M.Mkes, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga kuningan, kegiatan yang diselenggaran hari ini merupakan bentuk upaya menjalin silaturahmi dengan masyarakat disekitar RSUD Linggajati.
“Kami menjadi besar, dan maju itu tidak terlepas dari peran serta dan dukungan masyarakat di sekitar RSUD Linggajati berdiri,” ujarnya.
Asep berharap, dengan digelarnya rangkaian kegiatan pihak RSUD Linggajati dapat bermanfaat bagi masyarakat disekitar RSUD Linggajati khususnya umumnya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. ***ben