Total Tayangan Laman

Kamis, 23 Juni 2016

BUPATI ACEP BANTU WARGANYA




Usai melaksanakan shalat tarawih bersama warga di Masjid Al-Amin Desa Randobawa Ilir Kecamatan Mandirancan, Rabu (22/6/2016), Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H., menjenguk warganya Sutija (64) warga dusun wage RT/RW 4/4. Sutija yang memiliki satu orang anak tersebut sejak beberapa hari yang lalu mendadak merasa sakit pada bagian kaki kiri kemudian lemas sehingga tidak bisa berjalan.
Sutija merasa gembira atas kehadiran Bupati yang baru dilantik beberapa hari tersebut. “Saya merasa terharu sekaligus senang atas kehadiran Bupati kerumah saya, saya tidak pernah menyangka Bupati sangat perhatian terhadap warganya dan mau menjenguk saya,” ujarnya.
Istri Sutija mengungkapkan bahwa Sutija tiba-tiba saja mengeluh kesakitan di bagian kaki kiri dan akhirnya sampai tidak bisa berjalan sebagaimana biasanya. “Bapak selalu dipapah kemana-mana karena sama sekali tidak bisa berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, suaminya itu sudah diperiksa ke dokter namun kondisinya sampai saat ini masih belum pulih. “Bapak masih minum obat karena obat yang diberikan dokter belum habis namun kondisinya masih sama seperti sebelum dibawa ke dokter,” ungkapnya.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H, mengatakan seluruh warga Kabupaten Kuningan sudah seharusnya mendapatkan perhatian, karena sudah menjadi tanggung jawab seorang kepala daerah. “Warga kuningan sudah seharusnya diperhatikan serta dilayani seluruh kebutuhannya karena itu esensi sebuah pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya, Bapak Sutija jangan pernah khawatir jangan pernah merasa tidak akan diperhatikan,” ujarnya.
Bupati menganjurkan untuk segera dibawa kembali ke dokter dan jangan lupa gunakan BPJS untuk meringankan biaya nantinya. Tidak hanya itu Bupati merekomendasikan agar rumah keluarga Bapak Sutija agar masuk pada program rutilahu, banyak bagian rumah Sutija yang belum selesai diantaranya lantai yang masih tanah belum dikeramik, langit-langit rumah yang belum diberi plapon, serta bagian dinding yang masih belum di semen. ***beben

Rabu, 22 Juni 2016

KAUKUS PANCASILA GELAR AUDIENSI DENGAN PEMKAB KUNINGAN



Kaukus pancasila yang dipimpin anggota DPR-RI KH. Maman Imanulhaq dan Puti Guntur Soekarno, Rabu (22/6/2016) di ruang rapat Linggajati  menggelar audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan terkait persoalan pancasila.
Hadir Ketua DPRD Kuningan Rana Suparaman, S.Sos, Wakil Ketua DPRD Toto Suharto, Sekretaris Daerah Kuningan Drs. Yosep Setiawan, M.Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Indra Purwantoro, S.AP, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs. H. KMS Zulkifli, M.Si, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Teddy Suminar.
Maman Imanulhaq menjelaskan bahwa kaukus pancasila merupakan wadah anggota lintas fraksi yang berfungsi menampung dan menginventarisir persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pancasila. “Kehadiran kami di kuningan tiada lain untuk kembali menegaskan pancasila adalah nilai dasar negara yang harus dilaksanakan dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.
Menurutnya, kuningan merupakan daerah di Indonesia yang memiliki potensi tinggi terjadinya kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi. Hal itu mungkin karena di kuningan masih menyisakan permasalahan terkait keberadaan Ahmadiyah dan Sunda Wiwitan, yang diantaranya persoalan terkait administrasi kependudukan yaitu KTP, akte, serta lainnya.
“Melalui audiensi ini kami bisa berdiskusi terkait layanan kependudukan, kebebasan berekspresi, dan berkeyakinan Ahmadiyah dan Sunda Wiwitan, kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dapat memberikan layanan kependudukan yang layak kepada warga Ahmadiyah dan Sunda Wiwitan, hal ini juga kami lakukan ke sejumlah daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menampung masukan dan kesulitan yang selama ini menghambat proses pelayanan tersebut. Kami juga memberi masukan kepada pemerintah untuk mencontoh beberapa daerah yang sudah bisa keluar dari permasalahan tersebut.
“Saya merasa pemerintah kuningan sudah memiliki niat dan potensi yang baik, kami akan sampaikan kepada kementerian, presiden termasuk fraksi-fraksi di DPR-RI supaya secepatnya ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H., mengapresiasi dan menyambut baik audiensi yang digelar kaukus pancasila, Beliau berharap audisensi itu menghasilkan terobosan dan solusi terkait permasalahan administrasi kependudukan dan kebebasan berkeyakinan yang selama ini terjadi. Namun beberapa perbedaan yang dianggap prinsip harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan selama ini tidak mendiskriminasi dan intoleransi. Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat. Tetapi persoalan prinsip yang terjadi saat ini harus diselesaikan bersama dan harus bisa diterima oleh seluruh masyarakat kuningan. Bukan bicara mayoritas dan minoritas.” ***beben

Selasa, 21 Juni 2016

PEMKAB GELAR STUDI ISLAM DINAMIS JELANG NUZULUL QUR’AN





Ibarat spektrum cahaya, Islam terpancar menjadi beragam dimensi. Semua dimensi itu pada hakikatnya adalah satu yaitu Islam. Tidak semua muslim mampu menangkap seluruh dimensi yang dipancarkan oleh islam. Setiap muslim hanya mampu menangkap dimensi dimensi tertentu, sesuai dengan kemampuan  daya tangkap dan visinya masing-masing.

Studi Islam bukanlah tumbuh dan berkembang dari realitas historis yang hampa, ia hadir secara kronoligis dalam konteks ruang dan waktu yang jelas, hal ini terjadi sebagai respon sejarah atas sejumlah persoalan keagamaan yang dialami umat Islam.

Merujuk pada sejarah Peradaban Islam untuk dapat menjelaskan motif-motif kesejarahan dalam normativitas Islam yakni dengan mengadakan studi terhadap Islam maka dinamika histories yang menjadi perwujudan dari ide – ide Islam mulai dari permulaan diturunkannya Islam hingga masa akhir akhir ini baik diwilayah yang menjadi tempat turunnya Islam maupun di wilayah-wilayah lain di berbagai belahan dunia menjadi sangat penting untuk dikaji baik itu dalam lingkungan majlis Ta’lim maupun lingkungan civitas akademika.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesra Drs. Toto Toharudin dalam laporan pelaksanaan kegiatan Studi Islam Dinamis dalam rangka menyambut nuzulul Qur’an Selasa 21 Juni 2016 bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Workshop Studi Islam Dinamis merupakan sebuah substansi keilmuaan yang harus berdampak bagi pendalaman pengetahuan yang terkait erat dengan pendidikan keagaamaan dan haus diserap para kawula muda, remajaa dan pelajar.
Karena itu saya paatutu menyampaikan terima kasih dan penghrgaan kepada jajaran panitia penyelenggara karena dalam menyongsoong peringatan Nuzulul Qur’an 1437 H memperoleh masukan baru berupa pelaksanaan woekshop ini.

“ saya yakin hasil yang dicapai dari workshop ini akan dengan sendirinya mendorong pada hal-hal yang terkait dengan penciptaan sumberdaya manusia yang berkualitas dan pondasi utamanya terpulang kepada keberhasilan menuntut ilmu keagamaan dengan penuh kesungguhan”. Papar Acep. *DoniS*

SEMINAR LKBH KORPRI



Demi melindungi anggotanya yang tersandung masalah hukum, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Kuningan memberikan pencerahan tentang bantuan hukum kepada anggotanya. Hal tersebut dikemas dalam suatu seminar Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), selasa 21 Juni 2016 bertempat di Aula BJB Kuningan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan H. Acep Purnama, Sekda Yosep Setiawan, Ketua DPK Korpri Kabupaten Kuningan DR. H. Dian Yanuar, serta para pengurus dan Satker Korpri Kabupaten Kuningan.
Bantuan hukum tidak diberikan kepada orang yang melakukan tindak pidana umum, seperti pencurian dan perampokan. Begitu pula dengan anggota yang tertangkap tangan melakukan kejahatan, misalnya suap.
Menurut Ketua panitia penyelenggara Andi Juhandi. SH dalam laporannya mengatakan, LKBH Korpri mempunyai fungsi melindungi anggotanya yang tersangkut hukum dalam menjalankan tugasnya. Acara yang digagas oleh korpri Kabupaten Kuningan ini sangat bermanfaat bagi para ASN khususnya anggota korpri karena menjadi dasar perlindungan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Papar Andi yang juga Kepala Bagian Hukum.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat besar sekali manfaatnya bagi ASN Kabupaten Kuningan dan anggota Korpri karena merupakan upaya untuk perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya seharai-hari, oleh karena itu saya sangat menyambut baik kegiatan seperti ini.
Dalam pelaksanaan tugas sehaari-hari kita harus mengedepankan prinsip pelayanan prima kepada masyarakat, tetapi dalam kenyataan dilapangan kita sering dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang kadang bertabrakan dengan persoalan hukum, untuk itu berikan pemahaman tentang LKBH ini sejelas-jelasnya kepada para ASN anggotaa korpri agar dalam menajalankan tugasnya dapat lebih baik lagi, sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih meningkat lagi. Pinta Acep. *DoniS*

Senin, 20 Juni 2016

DESA SUBANG DINILAI





Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH  menghadiri  Rechecking perlobaan desa  di desa Subang kecamatan Subang pada Senin (20/6). Desa subang sendiri  dietapkan masuk empat besar perlobaaan desa tingkat provinsi  jabar tahun 2016 bersama dengan iga desa lainnya di Kabupaten Indramayu, Bandung Barat dan Sukabumi.
Dengan lolosnya Desa Subang ke empat besar tersebut memiliki peluang yang besar untuk menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Barat dan juga mewakili provisni jawa barat  ke tingkat Nasional.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH, MH dalam sambutannya  mengatakan bahwa Kuningan tidak pernah absen dan selalu mengukir prestasi baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional, “saya optimis desa Subang bisa juara diringkat Provinsi. Subang layak menjadi juara hal itu bisa dilihat dari semangat masyarakat Desa Subang dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat”
Bupati juga memuji kepemimpinan kepala desa subang yang sudah teruji, yang mampu memimpin desa Subang selama 13 ahun aau dua periode,” banyak keunggulan yang terdapat di desa Subang  diantaranya adalah desa tercepat pelunasan PBB Tiap tahun, desa sadar hukum,Kampung wisata KB,Bumdes terbaik, teknologi tepat guna terbaik, profil desa online dan termasuk desa yang cepat berkembang , tingkat partispasi masyarakat yang tinggi, penghasil kopi, mampu mengembangkan otensi wisata alam dan mepunyai web dan aktif mempublikasikan kegiatan”
Tim penilai yang berasal dari provinsi jawa barat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pemerintahan Umum Dr. Abas,  dengan aanggota panel yang beranggotakan Sekretaris BPMPD Prov Jabar Drs. Ade Afriandi MT, Kabid BPMD Prov  Jabar Hj. Indrastuti Chandra Dewi MSi, Kabid Pemberdayaan BPMPD prov Jabar Firman MS.
 Hadir dalam kesempatan tersebut  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah kaabupaten Kuningan, Staf Ahli, para Asisten daerah, Kepala SKPD, Para camat , Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan. ----YHN---

Minggu, 19 Juni 2016

BUPATI NGABUBURIT BERSAMA SAPMA PP






Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH, MH menghadiri acara ngabuburi bersama Satuan pelajar mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila  Kuningan Pada Satu (20/6). Cara yang digelar di jalan siliwangi tersebut diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu Panti Asuhan Rumah Yamdhu Kuningan.
Selain pemberian satunan dilaksanakan juga penempelan stiker anti narkoba kepada kendaraan yang melintasi jalan siliwangi tepatnya disekitaran taman kota Kuningan . hadir dalam acara tersebut Ketua MPC PP Kuningan Harnida Darius SH, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kuningan Agus Mulya SPD, M.Si, Anggota DPRD Kuningan Saw Tresna Septiani SH, Puluhan Kader PP Serta para yatim Piatu.
Bupati Kuningan H. Ace Purnama SH, MH sangat mengapresiasi kegiatan amal yang digelar keluarag besar Pemuda Pancasila Kuningan tersebut, Kegiatan Positif  yang dilakukan tersebut merupakan bentuk ibadah di bulan suci ramadhan sebagai bekal nanti di akhirat” ditengah-tengah arus globalisasi yang begitu pesat saat ini, tentunya harus ada yang kita proteksi. Disinilah peran Sapma PP sebagai organisasi  kemahasiswaan  untuk supaya menjadi garda terdepan dalam memberikan contoh dan edukasi yang baikm bagi generasi muda untuk itu saya menyakini dengan kegiatan amal  ini dinilai sebagai contoh dalam memberikan pemahaman tentang kepedulianterhadap sesame kepada warga masyarakat” ---YHN ---