Total Tayangan Laman

Kamis, 23 Maret 2017

KEJUARAAN SILAT ANTAR PELAJAR PERISAI DIRI CUP II DI BUKA BUPATI




Kejuaraan silat antar pelajar SD dan SMP/sederajat Perisai Diri CUP II Kuningan se-Jawa Barat dan atlet dari Jawa Tengah yang berlangsung di GOR Ewangga (23/3/2017)  di laksanakan selama tiga hari dari tanggal 23-25 Maret 2017 dan di ikuti oleh 350 pesilat, terdiri dari 96 atlet SD 254 atlet SMP yang terbagi dalam beberapa kelas, dan di hadiri oleh ketua KONI Kabupaten Kuningan, Ketua IPSI Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pemuda olahraga dan pariwisata kabupaten Kuningan.

Dalam sambutan pembukaan silat ini8 Bupati Kuningan H.Acep Purnama, SH,MH. Mengatakan cabang olahraga pencaksilat merupakan salah satu olahraga prestasi yang dikenal di dunia Internasional, oleh karena itu dengan diadakannya kejuaraan ini mudah-mudahan menjadi barometer dan potensi olahraga pencak silat yang dimiliki oleh masing-masing tim.

Sejak lama kita mendambakan khususnya olahraga pencak silat dapat berkibar disemua lapisan masyarakat, dalam artian secara umum seluruh lapisan masyarakat dapat menyatu dan bersenyawa denga kegiatan-kegiatan  olahraga, untuk hal ini tentu di perlukan adanya proses dalam bentuk pembinaan yang berkesinambungan serta adanya kesempatan pengalaman bertanding yang cukup.

Semua peserta harus memegang sportipitas, kemenangan atau kekalahan kita terima dengan lapang dada dan setiap pencapaian prestasi harus dilatar belakangi dengan menghormati ketentuan dan aturan yang di terapkan, insya allahh bila hal ini disa di pelihara hasil yang dicapai dari kejuaraan silat ini akan menciptakan kader-kader atlit silat yang bisaa mengharumkan daerah. **IP

PENANDATANGANAN KESEPAKATAN PEMERINTAH DAN BNI






Bupati kuningan H. Acep Purnama,SH, MH  menandatangani kesepakatan bersama dan PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Persero TBK tentang pemanfaatan fasilitas jas dan layanan perbankan serta dukungan pemasaran in line di ruang rapat Linggarjati (23/3/2017), yang di hadiri oleh Asisten lingkup Setda Kabupaten Kuningan, dan kepal Dinas yang terkait tentang perekonomian dan jajaran pejabat BNI.

Dalam sambutanya Bupati Kuningan mengatakan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan hidup masyarakat serta menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Pemereintah Kabupaten Kuningan telah mengadakan berbagai kegiatan untuk masyarakat dan mempromosikan produk unggulan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan potensi daerah lainnya baik kepada masyarakat lokal maupun Internasional.

UMKM haru ikut program pasar On Line apalagi dengan pemberlakuaan MEA di harapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekomoni negara –negara anggotanya , Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang cukup banyak merupakan target pasar yang sangat potensi sehingga sektor UMKM di harapkan menjadi benteng ketahanan Nasional dalam menghadapi era pasar bebas.

Unntuk mewujudkan upaya meningkatkan daya saing dan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Kuningan yang tercatat jumlahnya 14.000 lebih, maka Pemerintah Kabupaten Kuningan akan bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia TBK dengan menyediakan pasar on line ( Market Place) yang dilengkapi dengan metode pembayaran lengkap dan terintegrasi.

Bupati Kuningan mengharapkan   dengan di tandatanganinya kesepakatan ini dapat meningkaatkan pemasaran sektor UMKM Kabupaten Kuningan secra luas melalui fasilitas jasa dan layanan perbankan dengan pemasaran secara on line dan berharap kepada SKPD terkait agar dapat berperan sesuai dengan tupoksinya melakukan pembinaan kepada UMKM sehingga mempunyai daya saing yang tinggi, ungkapnya.**IP

Rabu, 22 Maret 2017

PERINGATI HARI AIR SEDUNIA BUPATI TANAM POHON





Memperingati Hari Air Sedunia, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH menanam pohon di kawasan wisata Balong Dalem Kuningan, Rabu 22/3/2017. Acara yang di gagas oleh Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS Cimanuk-Cisanggarung ) tersebut dihadiri sekitar 500 orang peserta. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan, Kapolres AKBP M. Syahduddi, Dandim 0615 Letkol Arief Hidayatullah.
Dalam sambutannya Bupati Kuningan mengatakan, Kabupaten Kuningan telah mendekalarasikan sebagai Kabupaten Konservasi sejak tahun 2006. Bertolak dari sini maka program pembangunan yang ditempuh berlandaskan pada pemanfaatan berkelanjutan, perlindungan sistem penyangga kehidupan, dan pengawetan keanekaragaman hayati terus diselenggarakan melalui kebijakan pembangunaannya, diantaranya pembangunan kawasan konservasi eksitu ( Kebun Raya Kuningan ), hutan kota, program pengantin peduli lingkungan, aparatur peduli lingkungan, program pembangunan embung dan situ, pembangunan ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat juga tetap digalakan termasuk pembangunan embung, situ serta pembangunan dan pengelolaan irigasi secara berkelanjutan.
Selain itu tantangan pengelolaan lingkungan di masa yang akan datang adalah semakin berkembangnya tuntutan akan pemanfaatan sumber daya alam, disisi lain tekanan terhadap lingkungan hidup dengan kebutuhan akan kualitas lingkungan hidup yang sehat, berkenlajutan dan berkeadilan akan semakin meningkat pula.
Berpedoman pada hal itu, maka pembaangunan berkelanjutan merupakan arah yang menjadi tujuan pembangunan Kabupaten Kuningan ke depan, khususnya baagi kebutuhan air baaik kebutuhan air baku masyarakat maupun pertanian. Kita harus menyadari dan lebih peka terhadap keberlangsungan air, terutama air bersih. Hari air sedunia ini memiliki tema besar yaitu “Water Waste/Air Limbah “. Melalui tema besar ini bertujuan mengingatkan pertumbuhan penduduk semakin meningkat, maka kebutuhan air bagi kehidupan juga akan terus meningkat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati beserta FKPD, Kapolres daan Dandim melakukan penanaman pohon di kawasan wisata balong dalem. *DoniS*

BUPATI LAUNCHING RUMAH PINTAR PEMILU





Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan melaunching rumah pintar pemilu, Rabu (22/3/2017). Acara launching ini ditandai dengan pengguntingan pitaRumah Pintar Pemilu.

Acara launching rumah pintar dihadiri Bupati Kuningan H. Acep Purnama, Kapolres AKBP. M. Syahduddi, Dandim 0615 Letkol Arief Hidayatullah, Ketua KPU Kabupaten Kuningan Hj. Heni, Komisioner KPU Jabar Endunn Abdul Haq.
Ketua KPU Kuningan dalam laporannya mengatakan, rumah pintar merupakan konsep pendidikan yang dilakukan melalui pemanfaatan ruang untuk mengisi program, aktivitas, projek dan edukasi masyarakat.

Tujuan pembentukan rumah pintar adalah untuk meningkatkan kemampuan penyelenggaraan pemilu dan membantu mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilu. Menanam kecerdasan dan nilai-nilai berdemokrasi.

Sementara itu Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan pemilu serentak merupakan sesuatu yang baru bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, hal ini tentunya merupakan tantangan baru bagi penyelenggara pemilu yaitu KPU untuk bisa mensukseskan pemilu dengan cara memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada masyarakat.
Hal yang mendasari dilaksanakannya pemilihan kepala daerah secara serentak adalah efisiensi pelaksanaan pemilu. Masyarakat tidak harus beberapa kali datang ke TPS untuk memilih Bupati dan Gubernur, tetapi cukup sekaali saja sehingga masyarakat tidak jenuh karena banyaknya agendaaa pemilu.
Selain itu diharapkan dengaan pelaksanaan pilkada serentak ini tingkat partisipasi pemilih dapat lebih meningkat lagi karena salah satu indikator kesuksesan pemilu adalah tingginya tingkat partisipasi pemilih. Namun demikian untuk mendorong partisipasi pemilih tidaklah mudah, perlu sinergi dari semua pihak untuk bersama-sama menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu.
Oleh karena itu Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan sangat merespon baik adanya rumah pintar pemilu ini karena dengan adanya rumah pintar pemilu ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya Pemilu. Tutup Acep. *DoniS*

TAHUN INI PENERIMA RASTRA MENURUN





Penerimaan beras sejahtera (Rastra) untuk Kabupaten Kuningan pada tahun ini mengalami penurunan. Dari alokasi raskin sebanyaak 88.379 rumah tangga sasaran (RTS) pada tahun lalu menurun sebanyak 82.072 keluarga penerima manfaat (KPM).
Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama usai acara penyaluran beras rastra di gudang perum Bulog Bandorasa Wetan, Cilimus, Rabu(22/3).
Menurut Bupati, penurunan penerima rastra ini menunjukan jumlah rumah tangga sangat miskin yang menurun, data ini merupakan data terbaru yang terkait survei ekonomi yang dilakukan oleh BPS tahun 2016.
“Ini adalah sebuah keberhasilan, artinya yang bersangkutan tidak usah menerima lagi subsidi beras rastra,” kata Bupati.
Diungkapkan Bupati, stok beras yang ada di Bulog Bandorasa sendiri Ready Stok untuk satu tahun kedepan dengan jumlah total 60 ribu Ton.
“Rastra masing-masing KK mendapat 15 Kg setiap bulan. Adapun harga adalah Rp1600 Per Kilogram,” Ujar Acep.
Bupati berharap, realisasi penyaluran rastra sepanjang tahun ini dapat dilakukan sesuai data yang ditetapkan dalam pagu dan daya serap yang tercapai juga lebih tinggi dari 2016.
“Kebutuhan Untuk Kuningan sendiri perbulannya sebanyak 1.200 Ton beras Rastra,” jelas Bupati yang di dampingi kepala Sub Divre Bulog Cirebon Taufik Budi Santoso.
Sementara itu, kepala bagian ekonomi Setda Kabupaten Kuningan Uu Kusmana menyebutkan, alokasi dari Kementrian Sosial berdasarkan data dari BPS, keluarga penerima manfaat berkurang sekitar 6300 lebih.
Pengurangan jatah beras rastra itu harusnya di banggakan. Karena artinya , sebagian warga kuningan tergolong masyarakat mampu.
‘’sebenarnya secara logika kalau menurun (jatah rastra) semakin bagus. Berarti banyak warga kita terangkat statusnya,”ungkapnya bangga.
Diterangkan,program rastra merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Dengan bertujuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk beras layak konsumsi dengan harapan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin penerima manfaat (RTS-PM). ”saya berharap penyaluran beras rastra ini berjalan lancar,sehingga tepat sasaran,” jelas mantan kabag umum ini. *DoniS*

Selasa, 21 Maret 2017

KESAN BUPATI SAAT MENGHADIRI HUT KE-18 SMPN 3 CIAWIGEBANG




Bupati H. Acep Purnama merasa terkesan menghadiri puncak peringatan HUT ke-18 SMPN 3 Ciawigebang, Minggu (19/3/2017). Ia menyambut gembira atas prakarsa pihak panitia yang mengadakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Acara yang digelar pihak panitia HUT ke-18 SMPN 3 Ciawigebang itu, diantaranya santunan kepada anak yatim, Lomba Gerak Salan Antar SD/sederajat, Lomba Nasi Tumpeng antar Majelis Talim serta Tablig akbar dan banyak lagi kegiatan lainnya.
“Saya sangat terkesan upaya yang dilakukan SMPN 3 Ciawigebang yang mengadakan berbagai kegiatan sosial yang sarat makna ini. Apalagi, mendapat dukungan dari para alumni sehingga acara sangat luar biasa,” kata Bupati Acep.
Ia berharap kegiatan tersebut bisa ditiru oleh sekolah lainnya di Kabupaten Kuningan. Hal ini bisa dimaknai sebagai wujud syukur serta ajang silaturahmi menjalin kebersamaan guna menumbuhkan kekeluargaan. (HD)*

Senin, 20 Maret 2017

Gebyar Pembagian Dana Sosial UPK





Bupati Kuningan H. Acep Purnama memberikan Apresiasi atas keberhasilan Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  dengan adanya surplus sebesar Rp 941.997.000,-   dana tersebut kembali disalurkan kepada  5.133 orang dalam bentuk kegiatan pemberian sembako, sunatan massal, santunan anak yatim, dan rutilahu. Dalam kesempatan itu secara simbolis Bupati Kuningan menyerahkan langsung bantuan. Senin, 20 Maret 2017, di GOR Ewangga.
Dihadapan para camat, ketua PKK, Ketua UPK, Pengurus Asosiasi UPK, Ketua Kelompok Simpan Pinjam Drs. Deniawan, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan  Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan, dalam laporannya menyatakan, program Nasional pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan diawali dengan program pengembangan Kecamatan  (PPK)  dari tahun 1998 hingga 2006, yaitu sebagai salah satu  model pembangunan perdesaan partisifatif untuk mempercepat  penanggulangan kemiskinan.
“Untuk pendekatannya dilakukan  dalam program  pengembangan kecamatan  (PPK) yang merupakan  pemberdayaan masayarakat  dengan membentuk kelembagaan masyarakat yang salah satunya Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dibentuk dari,  oleh dan untuk masyarakat serta  menjadi partisipatoir Development Agence,”harapnya.
Deniawan menyebutkan, berdasarkan  data rekapitulasi se-Kabupaten Kuningan  dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan  yang terserap  sejak 1998 sampai dengan  31 Desember 2014 sebesar Rp 174.050.000.000,- terdiri dari : APBN  Rp 144.367.500.000,- (DUB), APBD Kabupaten Rp 29.682.500.000,- (DDUB).  “ Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tersebut digunakan untuk kegiatan Fisik sebesar Rp 134.883.448.862,- untuk  Sarana Irigasi  25 %  sebesar Rp 33.720.864.000,- . meliputi, Irigasi, TPT, DAM/Bendungan Air  dengan jumlah proyek  234 lokasi,”jelasnya.
Sementara untuk sarana air bersih/MCK 8 % sebesar Rp 10.790.673.000,-  meliputi Pipanisasi, MCK,  dengan jumlah proyek  43 lokasi. Parasarana jalan 49 % Rp 66.092.889.862,-  meliputi, jalan dan jembatan  sebanyak 334 Ruas Jalan Panjang Jalan  160.070 meter. Prasrana perdagangan 1 % Rp 1.348.834.000,- untuk kios PKK dan Kios desa  2 lokasi. Prasarana Layanan Pendidikan 15 % sebesar Rp 20.232.518.000,- meliputi SD, MI, TK, PAUD    dengan 294 lokasi. Untuk layanan kesehatan  2 % Rp 2.697.670.000,-  meliputi Posyandu, Poskesdes  sebanyak 374 lokasi.
Untuk  kegiatan Non Fisik, Deniawan menjelaskan,  sebesar Rp 39.166.551.138,-  berupa perguliran bagi kelompok  yang mempunyaia usaha  kecil menengah dengan memprioritaskan  keberpihakan kepada orang miskin dan kaum perempuan baik UEP maupun SPP yang dikelola oleh unit Pengelola kegiatan (UPK).
pengelolaan dana bergulir yang dikelola UPK  juga tidak terlepas dari napas pemberdayaan karena selain menyalurkan dana pinjaman kepada Kelompok. UPK juga berkewajiban melakukan  pembinaan dan penguatan kapasitas kepada kelompok sehingga mereka mampu secara mandiri meningkatkan derajat  hidup dankesejahteraan.
Perkebangan UPK dalam mengelola Perguliran UEP/SPP di Kabupaten Kuningan samapai per-31 Desember 2016 , dijelaskan Deniawan bahwa  UPK Mempunyai gedung sendiri sebanyak 21 UPK, Modal awal UEP/SPP Rp 39.166.551.138,-  dengan jumlah penerima 1.835 kelompok.
Asset UPK Saat ini berjumlah  Rp 74.142.530.958,- terdiri dari  Asset dana bergulir Rp 59.014.231.521,-. Asset lainnya Rp 15.128.299.431,-  berupa gedung, kendaraan dan lainnya. Jumlah kelompok sebesar  2.157 atau 20. 525 orang penerima manfaat.  Adapun jenis kelo,pok penerima pergulira, Aneka usaha (UKM) 675 kelompok, Usaha Bersama 26 kelompok, Usaha lainnya 1.456 kelompok.
Dari kegiatan  usaha ekonomi produktif dan simpan pinjam  kelompok  perempuan yang dikelolanya, untuk tahun 2016  menurut Deniawan, UPK se-kabupaten Kuningan mendapatkan Surplus sebesar Rp 6.842.141.859,- dan dari surplus tersebut dialokasikan untuk kegiatan dana sosial sebesar Rp 941.997.000,-
Bupati Kuningan memberikan Apresiasi atas keberhasilan UPK dengan adanya surplus. Dari hasilnya disalurkan untuk  kepedulian terhadap masyarakat yang berada disekitarnya, hal ini  selaras dengan UPK nanjeuer ngawangun lembur, ngarojong Kuningan MAS.  Ini menunjukan bahwa UPK siap bersama-sama  dengan pemerintah  daerah untuk membangun  Kuningan yang Mandiri, Agamis, dan Sejahtera.
Dikatakan Bupati Kuningan, Pemerintah Daerah juga akan terus berupaya memberikan  perhatian terhadap  peningkatan kinerja UPK dan asset Eks PNPM  Mandiri Perdesaan  terutama dana perguliran UEP- SPP Baik Pembinaan, maupun upaya  adanya regulasi dari Pemerintah  yang mengatur tentang UPK. “Semoga UPK se-Kabupaten Kuningan tetap mendukung Pemerintah  Daerah dalam rangka pengentasan kemiskinan  dan pemberdayaan  masyarakat di Kabupaten Kuningan,”harapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Kuningan didampingi  Kepala DPMD, dan  Dewan Pengas BPR Drs. Nandang, yang pernah menjabat selaku Sekda Kuningan. memberikan secara simbolis kepada penerima bantuan dana sosial dari 29 UPK sebesar Rp 941.997.000,- dengan penerima dana sosial berjumlah 5.133 orang dalam bentuk kegiatan pemberian sembako, sunatan massal, santunan anak yatim, dan rutilahu. Suhendra