Navigation

Pemkab dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai bahas TNGC


Gunung cimerai merupakan salah satu symbol Kota kuningan, Keberadaan gunung Ciremai selalu identik dengan keberadaan Kota kuda , dikarenakan hampir sebagian wilayah Kabupten Kuningan berada di kaki gunung ciremai. Keberadaan Gunung Ciremai bukan hanya semjadi symbol, tetapi sudah menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kuningan yang ada di sekitar Guinung tersebut. Keberadaan Gunung Ciremai harus tetap lestari dan terjaga maka dari itu dimulai 19 oktober 2004 keberadaan Gunung Ciremai berubah fungsi menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai.
Untuk terus menata lingkungan di Gunung Ciremai agar semakin hijau dan terjaga keberadaanya maka pada hari kamis (5/11) bertampat di ruang rapat Setda Kabupaten Kuningan Pemerintah kabupaten Kuningan dan Balai Nasional Gunung Ciremai mengadakan pertemuan. Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda langsung memimpin pertemuan tersebut, hadir juga Kepala Balai Taman Naional gunung Ciremai Ir Kurung , Dandim 0615 Kuningan, Asisten Pemerintahan Setda Kuningan, Administratur Perhutani Bambang Wijarnako, Kepala Dinas HUtbun, Kepala BPLHD, Para camat dan kepala desa yang daerahnya berada di lereng gunung ciremai yaitu Kecamatan darma, Kecamatan Cigugur, Kecamtan Jalaksana, Kecamatan Keramatmulya, kecamatan cilimus, kecamatan Mandirancan, Kecamatan Pasawahan.
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam arahannya mengaku perihatin dengan kerusakan-kerusakan areal di Gunung Ciremai baik itu yang terjadi oleh perbuatan manusia ataupun terjadi oleh alam sendiri misalnya dikarenakan bencana, walupun pada saat ini Gunung Ciremai sudah berubah menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai, hal tersebut bukan berarti bahwa Pemrintah dan masyrakat kabupaten Kuningan Harus berpangku tangan melihat kerusakan yang terjadi pada gunung Ciremai tersebut, harus ada kerjasama yang baik antara Pemkab Kuningan, Balai Nasional Gunung Ciremai dan masyarakat Kuningan dimana dalam kerjasama tersebut harus ada langkah kongkrit untuk merawat dan mencegah bertambahnya kerusakan-kerusakan pada areal Gunung Ciremai. Semakin meluasnya wilayah Hutan Gunung Ciremai yang dirambah untuk dijadikan lahan pertanian merupakan salah satu ancaman terhadap kelestarian areal gunung ciremai.
Bupati juga meminta kepada para Camat dan kepala desa yang hadir untuk sungguh-sungguh menangani masalah kelestarian Gunung Ciremai tersebut, belaiu mengharapkan para camat dan kapala desa dapat berbuat semaksimal mungkin dalam menjaga dan mengembalikan kelestarian Gunung Ciremai tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Ir. Kurung mengungkapkan bahwa pihaknya (Balai Nasional Gunung Ciremai) mengaku pihaknya mengaku butuh bantuan dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk terus menjaga dan melestariakan kawasan gunung Ciremai, belaiu mengungkapkan bahwa untuk melakukan hal tersebut tidakmmungkin dilakukan sendiri oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, luas TNGC sendiri mencapai kurang lebih 15.000 Ha. Butuh dukungan dari pemerintah kabupaten Kuningan dan terutama warga yang ada disekitar Gunung Ciremai. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sendiri pada saat ini sedang melakukan pemetaan untuk Zonasi.
Dandim 0615 Kuningan, mengaku pihaknya sipa membantu untuk melastarikan keberadaan Gunung ciremai dan menjaganya agar tetap hijau dan lestari yaitu dengan menugaskan para Babinsa yang ada di desa-desa yang berada di lereng gunung Ciremai selain itu juga dandim 0615 pemetaan dan pendataan pengelola lahan yang mengunakan areal TNGC, sehingga nantinya akan jelas siapa yang bertanggung jawabnya.
Share

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

0 comments: