Navigation

WABUP MOMON HADIRI PEMBINAAN PENILIK PLS, PENYELENGGARA PAUD DAN PENDIDIKAN KESETARAAN



Sebanyak 75 orang penilik Pendidikan Luar Sekolah (PLS), 28 orang penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 21 orang penyelenggara pendidikan kesetaraan serta 2 orang perwakilan peserta didik yang telah lulus ujian nasional pendidikan kesetaraan. Rabu (6/10) bertempat di aula rapat Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga ikuti pembinaan.
Turut menghadiri wakil bupati Kuningan Drs. Momon Rochmana, MM, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Jawa Barat Drs. Kamarul Bahri, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Drs. H. Dadang Supardan, M.Si serta Kepala Bidang PNFI Kabupaten Kuningan Dra. Ratnati, MSi.
Acara tersebut diisi dengan penandatanganan MoU untuk kelompok bermain rintisan serta penyerahan ijazah paket A, B dan C secara simbolik.
“Tujuan pertemuan ini yaitu untuk penyelenggaraan pembinaan penilik PLS, penyelenggara PAUD, dan pendidikan kesetaraan se-kabupaten Kuningan, “Ujar Ratnasari selaku ketua panitia.
Menurutnya, kondisi pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal pada akhir mei 2010 yaitu kelompok bermain (KOBER) sebanyak 330 kelompok, satuan PAUD sejenis (SPS) 84 kelompok, Taman Penitipan Anak (TPA) 3 kelompok, jumlah seluruhnya 417 kelompok sedangkan jumlah anak yang terlayani oleh pendidikan usia dini baik formal maupun non formal adalah sebanyak 35.568 anak. Sementara pada tahun 2010 jumlah peserta ujian nasional peride 1 untuk paket A 20 orang, paket B 553 orang, Paket C 566 orang, persentase kelulusan untuk paket A 100%, B 84% dan paket C 99,8%.
Sementara itu Wabup Momon mengatakan, dengan digelarnya pertemuan ini diharapkan dapat menyamakan pandangan dan menambah wawasan khususnya bagi para penilik PLS, penyelenggara PAUD dan pendidikan kesetaraan dalam rangka melaksanakan kegiatan di tempat tugasnya masing-masing.
Terkait adanya Mou, lanjut Ia, penyelenggara pendidikan anak usia dini lebih termotivasi untuk membantu menyukseskan misi pendidikan yang ingin mencetak manusia-manusia cerdas yang menguasai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kekuatan iman dan takwa dan budi pekerti luhur.
Lebih lanjut Ia mengatakan, sedikitnya ada dua tujuan pendidikan usia dini yaitu tujuan utama membentuk anak Indonesia yang berkualitas, ialah anak yang tumbuh dan berkembang sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan dimasa dewasa sedangkan tujuan penyerta nya adalah membantu menyiapkan anak menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Wabup Momon berpesan kepada penilik PLS agar terus memantau, mengevaluasi dan membina kegiatan pendidikan non formal dan informal agar program yang dilaksanakan semakin bermutu, pada penyelenggara PAUD, dalam pengajuan bantuan agar menempuh prosedur yang benar yang sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan serta kepada penyelenggara pendidikan kesetaraan agar melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. (Bn)
Share

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

0 comments: