Navigation

KETUA TP PKK HADIRI ACARA BULAN PEDULI LEMAH CAI



Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan H. Utje Ch Suganda S.Sos, Rabu (19/1) berkesempatan menghadiri acara bulan peduli lemah cai (BPLC), acara yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Kuningan (KMK) Bandung tersebut dimulai pada tanggal 1 januari dan direncanakan berakhir pada 30 januari 2011 bertempat di Desa Simpayjaya Kecamatan Karangkancana.
Acara yang mengangkat tema “Ngabdikeun Diri Dina Kahirupan Nu Natanggi” merupakan suatu bentuk kepedulian para mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari kuningan untuk memberikan kontribusi langsung dan nyata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan itu sendiri.
Hadir dalam acara tersebut Camat Kecamatan Karangkancana Saleh Rochiat PR, muspika Kecamatan Karangkancana, Kepala desa Simpayjaya, Pengurus PKK Kecamatan Karangkancana serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Hj. Utje mengatakan, kegiatan ini mudah-mudahan dapat diserap secara langsung oleh masyarakat dan bermanfaat sehingga kegiatan ini senantiasa dijadikan contoh bagi kelompok-kelompok lainnya untuk mengadakan acara serupa.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan interaktif secara langsung antara mahasiswa dengan masyarakat dan diharapkan dapat direspon baik oleh masyarakat itu sendiri sehingga terjadi interaksi yang baik,” Ungkapnya.
Menurutnya, kedepan mahasiswa-mahasiswi inilah yang akan menjadi calon pemimpin-pemimpin masa depan sehingga senantiasa dituntut mengerti dan mengetahui secara langsung situasi dan kondisi masyarakatnya. Dengan demikian kreatifitas serta kinerja yang terlatih akan menentukan keberhasilan dari para pemimpin masa depan nantinya.
Terkait tema yang diangkat Hj Utje mengatakan, dalam konteks ini tidak harus terlalu jauh untuk mengartikannya. “Kita sebagai makhluk sosial merupakan pribadi yang harus bisa bersosialisasi dengan berbagai lingkungan yang ada, salah satunya dari lingkup terkecil yaitu keluarga, Orang tua harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya, seorang Bapak harus mampu menjadi Imam bagi keluarganya sendiri dan tak lupa peran Ibu untuk mendukung suaminya dan mengurusi keluarga”.
Kemudian sosialisasi berkembang ke lingkup yang besar yaitu bermasyarakat “Natanggi” dapat diartikan sebagai sosialisasi dengan masyarakat disekitar kita yaitu tetangga dan tidak diartikan untuk tujuan yang tidak baik “Membicarakan orang lain misalnya, atau mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat, tetapi harus bisa memberikan empati kita terhadap masyarakat disekitar kita yaitu membantu tetangga yang sedang kesusahan dan lain-lain” terangnya.
Hj. Utje berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat bagi pembentukan karakter masyarakat yang lebih teratur serta menonjolkan makna kebersamaan serta gotong-royong yang merupakan ciri khas dari masyarakat itu sendiri. (Bn)
Share

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

0 comments: